Minggu, 24 April 2011

Kau pergi,,,,,,,,,,,

Sesal di kemudian hari apa gunanya??????
ya ...apa gunanya??? tohk dia sudah pergi meninggalkanmu sendirian dalam kecamuk penyesalan.Dia tersakiti dan pergi .Tak ku sadari dan tak terbayangkan kejadian tempo hari membuat semua ini begitu cepat berlalu dan meninggalkan diriku.Ehm.....kini hanya tuts tuts komputer ini yang bisa mengerti betapa besar sesalku.Aku tak berharap ini semua kan belalu.Ternyata memahami seorang  teman lebih sulit dari pada memahami diri sendiri,atau mungkin aku yang egois menutup mata dan mengukur sesorang dengan kerah bajuku sendiri.Kenapa dia begitu dalam terluka padahal aku hanya mengatakan apa yang bisa aku katakan dengan tetap menghargai pendapat dia yang mungkin tak sepaham dengan diriku dan setelah itu aku sudah melupakan semua itu dan mengganggap itu semua telah berlalu.Hingga aku tahu ternyata dia begitu terluka denga sikap dan pendapatku.Jujur aku tak pernah berniat untuk membuatnya merasa terpojok,atau berusaha memojokkan dia dan Aku juga tidak memposisikan dia sebagai lawan yang harus di pojokkan, karena kita hanya bertukar pikiran dan aku hanya mengemukakan pendapat ku itu saja.Kenapa dia bisa sejauh itu berpikir bahwa aku kan memojokkan dia atau apapun itu.Aku tak habis pikir kalau dia sejauh itu berpikir.Bagaimanapun aku kan berusaha menghargai keputusannya untuk bersikap seperti itu,meski aku belum sepenuhnya menerima sikapnya yang terlalu tergesa-gesa mengambil keputusan untuk pergi.Ya sudah lah semoga itu menjadi pilihan terbaikmu.Tapi biar aku jelaskan sekali lagi,tak ada niat hati ini untuk memposisikan dia sebagai seorang musuh atau sebagai lawan yang harus di kalahkan atau di pojokkan,,semoga kelak jika engkau membaca tulisan ini kamu kan tahu apa yang sebenarnya .

**************
"Tapi aku merasa Mas Ilham kurang tegas Mas".jawabnya dalam suatu percakapan via ponsel malam itu.
"Iya aku juga sepakat kalau mas Ilham memang kurang tegas ,kita semua tahu itu,tapi kenapa kamu sebagai adiknya tak berusaha untuk memberi sebuah solusi,dan motivasi supaya mas Ilham bisa segera mengambil sikap Ras." aku berusaha memberi pendapat.
"Iya ,tapi paling tidak Mas Ilham juga harus punya sikap untuk menyelesaikan masalahnya,aku sebagai adiknya hanya bisa memberi saran saja,supaya Mas Ilham tidak bergantung sama orang lain,dia sudah dewasa kan Mas.Ini baru mau memulai menjalani hidup berumah tangga saja sudah tidak tegas,bagaimana kalau nanti sudah menjalani rumah tangga?"Raras berusaha mengurai pendapatnya
" Sekali lagi aku juga sepakat dengan uraianmu itu Ras,tapi sekali lagi tak ada salahnyakan kalau kita bisa membantu  dengan apapun yang bisa kita bantu,dari pada kita hanya mencibir dan memposisikan Mas Ilham sebagai manusia gagal"Ku juga berusaha memberiakn pendapat.
"Iya aku juga sepakat mas,kita hanya membantu memberi solusi,selebihnya kita serahkan kepada yang akan menjalani,ya sudah ya mas aku pamit dulu sudah malam nih".
" ya sudah kalau begitu,met tidur"
Raras adalah sahabatku ,meski kami belum pernah bertemu tapi kami sangat akrab.Sering aku yang curhat dan berbagi beban,tak jarang dia pun berbagi beban.Ya kedekatan yang berbatas ,karena memang kami tak pernah berjumpa secara fisik aku yang ada di Bandung dan Raras yang ada di Surabaya tak memungkinkkan untuk berjumpa.Bisa di katakan  persahabatan bobotoh PERSIB dengan BONEK Persebaya.Karena memang aku adalah bobotoh diapun juga Bonek,,sama sama pecinta sepak bola.Tadi kami bercakap tentang sikap kakaknya Raras ,Mas Ilham yang kurang tegas untuk segera memutuskan untuk menikah calonnya Mas Ilham sudah siap dan Keluarga juga sudah menyetujui,tapi sepertinya Mas Ilham masih merasa ragu untuk memutuskan semua itu.Raras sebagai adiknya merasa sikap Mas Ilham itu kurang tegas,Raras pun meradang  dan akhirnya pun di ceritakan padaku.Aku berusaha untuk netral tak memihak Raras juga tak memihak sikap Mas Ilham,tapi mencoba mencari jalan tengah.Dan mencoba melihat masalah itu dari banyak sisi,supaya bisa terurai dengan bijak..sepertinya malam ini sudah larut,,,mata ini juga sudah berisyarat untuk segera terkatup dan terlelap.
**************
Hari ini libur kerja karena kalender berwarna merah.Entah libur untuk memperingati hari apa,sejak aku lulus sekolah tak pernah aku hiraukan lagi tanggal merah itu.Yang aku tahu kalau tanggal merah iu yang libur kerja,dan biasanya aku di dera rasa suntuk berkepanjangan karena tak ada aktifitas  hampir sepanjang  hari aku di kamar tidur tiduran sembari membaca buku.Sebenarnya tidak aku baca,aku hanya membolak balik halaman buku saja untuk menghilangkan rasa jenuh.Setelah sore menjelang tak kuat juga akhirnya aku mengurung diri di kamar.Ku putuskan untuk keluar sejenak membunuh waktu."Mending OL saja  
" pikirku.Aku pun beranjak ke Warnet terdekat untuk OL.Buka Fb sembari nulis sepertinya menyenangkan .Dan memang itu yang akan aku lakukan.Ku lihat Obrolan ternyata Raras juga sedang Ol "Hai Ras,,,tumben jam segini OL?"Ku sapa dia dalam obrolan di FB.Lama aku tunggu ,tak ada respon.Aku tunggu sejenak,siapa tahu dia lagi ngetik.Tapi tak juga muncul sebuah respon.Dia malah Off.Beribu tanya bergumul dalam benakku.Ku coba mencari tahu,Hape ini aku daulat sebagai delegasi untuk menyampaikan pesan."Ras kok off?? ada apa??".Sms pun berhasil aku kirim."G d pa" kok,aku cuma mrsa agak terpojok saja.Tenyata selama in aku orang yg egois.Aq sllu menganggap benar tnpa pernah memposisikan diriq pd posisi orang lain"..Sebuah jawaban yang membuatku heran dan terhenyak.Aku berpikir sesaat.Dan aku menemukan sebuah jawaban,ini pasti masih bersangkutan dengan obrolan malam itu."Ada apa sih Ras? apa ini masih ada kaitannya dengan obrolan semalam?" tanyaku.Hpae ku kembali aku daulat untuk menjadi delegasi.Hpe ku bergetar tanda ada pesan masuk "Enggak usah di bahas ,aku lagi males".Singkat dan padat jawaban itu ,tapi berisyarat bahwa yang empunya pesan sedang meradang .Aku tahu itu,segera aku ketik sebuah balas" Ras......g ada yang memojokkan kamu kok,q tak ada niat sedikitpun,q hanya berkomentar dari secuil informasi darimu,,sekiranya tidak berkenan lupakan & jgn jadi beban,, ya"Ku berusaha mengikis sala paham ini.Semua telah bisa terselesaikan dengan baik.Tapi aku tetap merasa tak enak hati kerana telah menyakiti sahabatku dengan kata ktaku.Aku paling sedih dan tak enak hati bila apapun yang ada ddalam jasad ini melukai orang.Aku cuma berharap moga Raras mau menerima maafku dengan hatinya.Aku segera off karena sayup ku dengar adzan telah berkumandang.

Ku jalani hari ini seperti biasa pagi hari ku awali rutinitasku kerja dan kerja.Saat istirahat tiba ku coba menyapa Raras,aku tahu saat ini dia juga lagi rehat.Ku ketik sebuah kata,dam ki kirim ke sana.Sekali tak ada jawaban, dua kali sampai sepuluh kalipesan aku kirim.Tak ada jawaban.Tak ada yang aku pikirkan kecuali hanya satu Raras sudah tak mau berteman sama aku lagi dan dia pergi karena tersakiti oleh tajamnya lidah ini...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar