Sabtu, 01 September 2012

Ngonthel mania

by hanifangga
Onthel,,,siapa yang tak mengenal sepeda jaman dulu itu.Kendaraan roda dua yang bermesin tenaga manusia itu masih jamak di temi di kampung halamanku dan sekitarnya.Di Daerah Sukoharjo tempatku di lahirkan sepeda Onthel masih menjadi kendaraan sehari hari,walau tempatnya kini mulai tergusur oleh sepeda motor.kebetulan Ayahku salah satu orang yang masih meempunyai sepeda Onthel.Ehmmmmm,,,,Takkan aku sia sia kan kesempatan yang kebetulan ini.
Pagi buta,setelah sholat shubuh aku sudah bergegas ,menyiapkan sepeda Onthel untuk di kayuh.Udara yang masih segar membuat diri ini bersemangat untuk segera ngonthel.Mengambil Rute yang menyenangkan adalah lewat sawah,Rumput yang mengering karena musim kemarau yang sedang melanda menjadikanya nuansa tersendir.Apalagi pucuk pucuk rumput yang kering itu sebagian besr mennjadi rumah para laba laba kecil di sana.Rumah laba laba yang unik semakin menarik ketika rumah rumah itu di hinggapi embun pagi.Indah banget.,,,,.Kamera handphone yang sedari tadi aku siapkanpun tak henti hentinya mengabadikan keindahan itu.
by hanifangga
Di tengah tengah area persawahan yang kering kerontang itu,aku memarkir sepeda onthel itu.Dengan keindahan itu aku jadi punya rencana untuk bernarsis ria,kebetulan adikku menyusulku,ternyata dia juga punya rasa yang sama untuk menikati pagi dengan mengonthel ria.Kami makin gila gilaan ,semakin narsis,berpose bak model profesional.Dengan backgroung Gunung Gajah Mungkur yang mempesona setiap mata yang memandangnya.Baju sorjan dan sarung senagaja aku siapkan untuk menjadikan nuansa klasik dan ndeso
Pagi semakin menyingsing,mentari juga mulai mengintip di ufuk sana.Kemilau cahaya juga terpendar ke seantero jagad.Sinarnya begitu sejuk,berbaur dengan angin yang berhembus sepoi.Sungguh suasana yang sangat membuat hati tenang,sejuk dan damai.Setelah puas berphoto ria acara ngonthel mania di lanjutkan.menyusuri kampung kampung sebelah dan menikmati setiap keindahan yang terpancar disana.Ada kebun tebu yang terhampar di kaki Gunung Sepikul.Kebun semangka yang siap di panen juga sempat aku lalui dalam rute ngonthel mania kali ini.perjalanan yang sangat menyenagkan.Aku benar benar merasa tak rugi mudik kli ini.Setelah puas mata ini menikmati indahnya ciptaan Ilahi aku pun menggenjot sepeda onthel untuk meluncur pulang.

Kamis, 23 Agustus 2012

Gunung Gajah Mungkur

Menceritakan kesan kesan saat liburan memang tak akan ada habisnya.Apalagi libur lebaran seperti saat ini.Begitupun dengan pengalamanku selama mudik di Kampung halamanku di desa Brenggalan,Kelurahan Tiyaran,Kecamatan Bulu Kabupaten Sukoharjo.Walaupun wilayah ini wilayah pegununganyang kering dan tandus,ta[i keindahan alam nya tak kalah menarik untuk di nikmati.Daerah ini di kelilingi oleh area pegunungan yang melingkari wilayah ini.Dan Gunung yang paling besar dan paling menarik menurut saya adalah Gunung Gajah Mungkur.Gunung yang paling tinggi di antara Area pegunungan yang lain.Beberapa Tahun yang lalu aku sempat mendaki Gunung Gajah Mungkur ini.Tempatnyasungguh menyenangkan,di area pegunungan itu ada perkampungan yang lmasih sangat tradisional.Ada cerita atau mitos yang bersangkutan dengan Gunung Gajah Mungkur ini.Konon Di Gunung ini ada sebuah Goa kecil yang dapat menampung hingga ribuan orang.Entah itu benar atau salah,Tapi setiap tanggal satu Suro(1 Muharram dalam penanggalan Islam) berbondong bondong orang menuju tempat itu.Aku juga pernah sekali menuju tempat itu.Dan pernah masuk ke Goa kecil itu,Tapi aku juga tak merasakan ada ke anehan di dalam gua itu.Wallahua'am
Gunung Sepikul  Bagian kanan
 Di area pegununga itu juga ada Gunung yang punya nama Unik.Namanya Gunung Sepikul Dan Gunung Gendong.Kedua Gunung  itu waktu kecil menjadi tempat bermain.Aku bersama teman teman masa kecilku menghabiskan waktu sore di Gunung sepikul itu sambil mencari rumput untuk makanan kambing di rumah.Kenapa gunung itu di namakan Gunung Sepikul,karena posisi Gunung itu bersebelahan ,sama tingi,Gunung itu di pisahkan oleh jalan  yang menuju ke desa lain.Dan kenapa di namakan gunung sepikul berdasarkan Informasi yang saya tahu,karena posisinya yang siap di Pikul(dua barang yang di bawa menggunakan alat yang di simpan di atas Bahu.)di salah satu lokasi Gunung  sepikul itu ada batu yang menjulang hampir sejajar dengan gunung sepikul,Oleh masyarakat di sebut Gunung Gendong.Dari Mitos yang ku dengar waktu kecil Gunung sepikul Dan Gunung Gendong adalah bongkahan batu yang dulu di bawa oleh Para Jin,Anak buah Bandung Bondowoso,dengan cara di pikul dan di gendong,dalam rangka pembuatan Seribu Candi Atas permintaan Roro Jongrang..Tapi karena fajar keburu terbit,Akhirnya Para Jin itu meninggalkan bongkahan batu itu dalam keadaan masih di pikul,dan di gendong.Entah benar atau salah yang aku ceritakan ini hanya Mitos yang ku dengar waktu aku masih kecil.
Gunung Gajah Mungkur Sebelah kanan
Menyenangkan bernostalgia dengan masa kecil.Ingataningatan itu seolah kembali terkumpul dalam ingatan.Semua membawa kenangan yang tak pernah lekang oleh waktu.
Oh ya sekedar Informasi saja.Ada kebanggaan tersendiri dengan Gunung Sepikul ini.Di sekitar tahun 80an,Gunung Sepikul ini pernah dijadikan sebagai tempat syuring Film Walisongo yang di bintangi Oleh Guruh Sokarno putra.Aku mengetahui itu setelah beberapa waktu yang lalu melihat Film ini.Ada sebuah tempat lokasi syuting yang di pakai adalah Blandongan.Sebuah tempat bekas penambangan batu.yang di ambil warga untuk membuat kerajinan dari batu.Sekarang sudah punah ,karena sudah tidak ada lagi perajin batu yang tersisa di Desa kami.Lokasi nya sekarang pun sudah lumayan dangkal karena sudah mulai tertutup dengan tanah.
Di sekitar tahun 90an,tempat itu juga di pakai syuting sinetron Brama Kumbara yang di bintangi oleh George Rudy .Kalau itu aku sempat menyaksikan proses syutingnya.
Teman teman masih ingat dengan sinetron Wiro Sableng yang di bintangi oleh Ken ken sukendro.Kalau nggak salah di awal tahun 2000an,sinetron ini tayang di RCTI setiap minggu pagi.Nah salah satu tempat syutingnya juga berada di Area Gunung Sepikul ini.Aku bahkan sangat dekat dan sering melihat syuting sinetron ini.Dan yang lebih menyenangkan ternyata teman satu sekolahanku menjadi pemeran utama sebagai WiroSableng kecil.Dan ternyata guruguruku juga pernah jadi figuran di sinetron itu.Hemmm,,, menyenagkan bukan???
Ya okelah itu sekelumit tentang masa kecilku yang sangat menyenangkan.masih banyak hal yang ingin aku bagi.Tunggu yaaaaa.....

Rabu, 22 Agustus 2012

Dalam perjalanan Pulang (Part 5)

Senin Siang sekitar bakda dhuhur aku di datangi saudaraku.Dia mengajakku untuk membeli bahan batik tulis pesanan temannya.Aku sangat antusias tentunya dengan ajakan itu.
"Lek Ikut Yuk ke pasar Sukoharjo,beli bahan batik tulis".Ajak saudaraku
"Kenapa nggak sekalian saja ke Pasar Klewer katanya di sana banyak bahan Batik."
"Tapi kan belum tahu tempatnya?"
"Ayo kita berangkat saja,nanti kita tanya saja kalau sudah sampai di Solo"
Kami berangkat dengan semangat dan rasa ingin tahu yang tinggi.Modal nekat menjadi andalan dalam perjalanan kali ini.Meluncur menuju kota Surakarta pun segera di lakukan.Jarak antara Kota Solo dengan desa ku memang cukup jauh.Kira kira satu jam.
Ketika perjalanan ini sudah mau masuk kota Solo kami berhenti sejenak untuk bertanya.Kami melihat dua orang tukang becak yang lagi duduk santai di becaknya.
"Maaf pak mau tanya,kalau araPasar Klewer itu lewat mana ya Pak?"(Aku bertanya dalam bahasa jawa)
"Lurus saja Dik,nati kalau ada gapura Keraton,masuk saja.Pasar klewer letaknya di belakang Keraton."Jawab salah satu tukang becak itu dalam bahasa Jawa juga.
"Ya,jangan lewat sana ,nanti malah kejauhan"Sanggah tukang becak yang satunya lagi
"O ya  kalau gitu makasih ya Pak".
Aku segera pamit untuk meninggalkan kedua orang itu karena mereka malah berbeda pendapat dan berdebat.Aku malah tambah bingung di buatnya.
Walau agak membingungkan arahan dari tukang becak tadi,aku tetap aja melanjutkan perjalanan.Dan benar saja tak berapa lama kami menemukan Gapura besar Bertuliskan PB X.Aku yakin itu adalah gapura yang di sebutkan oleh tukang becak tadi.Kami masuk ke dalam.dan sngat takjud ketika melewati komplek keraton itu.Dinding dinding Keraton yang menjulang tinggi membuat kami sangat takjub dan berdecak kagum.Maklum meski tempat tinggal kami sangat dekat dengan kota Solo,tapi baru kali ini kami datng ke kota Solo ini.Sangat di sayangkan bangetkan?Kota Bandung yang letaknya sangat jauh saja di datangi,ini Kota Solo tempat yang sangat dekat saja malah belum pernah di singgahi.Dan parahnya ketika di tanya orang di perantauan."Datang dari mana Mas?".Dengan mantab aku akan menjawab "Dari Solo".Heeeeeemmmmmmm,,,,,Patut di pertanyakan keabsahan sebagai warga solonya.hehehehehe.
Ternyata setelah sampai di dalam Kompek Keraton kami semakin bingung karena tak kunjung menemukana Pasar Klewer.Dalam kebingungan itu kami terus melaju mengikuti jalan,hingga kami tertuntun keluar komplek Keraton .Biar tak sampai tersesat tak ada salahnya unuk kembali bertanya.Aku lihat di depan ada tukang Parkir sedang mengatur lalu lintas di Pertigaan di depan sana.
"Maaf Pak mau tanya,kalau Pasar Klewer itu tempatnya di mana ?."
"Belok kanan saja,sampai nanti ada pertigaan belok kanan lagi."
"Makasih ya Pak"
"Iya sama sama.(Percakapan itu menggunakan bahasa Jawa halus,karena Orang Solo terkenal sangat santun dan halus dalam bercakap) .
 Aku mengikuti petunjuk yang di berikan oleh tukang parkir tadi.Pelan pelan kami mengendarai sepeda motor.Dan tak berapa lama kami menemukan sebuah tempat yang sangat besar dan di depan gedung itu sangat besar tertulis dengan jelas "PASAR KLEWER"
Alhamdulillah akhirnya kami menemukan Pasar Klewer juga setelah beberapa kali sempat kebingungan.Motor segera kami parkir di depan Pasar.Niat hati ingin segera berpetualang di dalam Pasar itu,tapi niat itu kami tunda karena ada kabar yang kurangnyenangkan.Dari kabar tuang Parkir yang aku dengar,katanya Pasar Klewer belum buka.Dan setelah aku amati memang benar adanya.Kios kios di pasar itu memang masih tutup.Hanya para pedagang kaki lima yang terlihat  menjajakan buah buahan dan kaos batik yang di jajakan di sepanjang pinggiran pasar Klewer itu.Meski seperti itu keadaannya tak membuatku patah arang untuk berburu arang barang unik di Pasar ini.Petualanganpun di mulai.Baru memulai saja aku sudah di buat bingung.Banyak kaos bermotif batik dan wayang berjajar di sepanjang Pasar itu.Rasanya ingin aku beli semua karena motifny yang unik dan sangat kreatif.Tapi memang aku tak boleh terlena dan terbuai .Akuhanya membeli barang barang yang di pesan oleh teman teman ku saja.saudaraku yang mengajakku malah tidak dapat membawa pulang bahan batiknya,karena memang kios menjual bahan batik belum buka.
Petualangan kali ini harus segera di akhiri ,karena wau sudah semakin senja.Kami pun berniat untuk kembali ke sini esok hari,karena saudaraku belum mendapatkan barang yang di carinya.
"Nur ,cari Masjid dulu yuk,kita belum sholat Ashar nih,kita cari Masjid yang dekat saja.Kami edarkan pandangan kami untu bisa menemukan Masjid yang paling dekat dengan Pasar.Pandangan kami sama sama tertuju pada sebuah Masjid yang berukuran lumayan besar.Tanpa pikir panjang kami datangi Masjid itu untuk segera menunaikan sholat Ashar.Di Masjid ini kami di buat terpukau oleh Keindahan Arsitektur Masjid ini.Arsitektur ini sangat unik dan sangat kental nuansa Jawa.Tiang tiang yang berukhir khas ukiran kraton Surakarta membuat Masjid ini semakin unik dan Klasik.
Sebuah petualangan yang sangat menyenangkan dan sangat mengesankan hari ini.Petualangan yang takkan bisa aku lupakan.Sungguh aku sangat bersyukur bisa mudik tahun ini.Banyak hal hal yang bisa aku nikmati dan pastinya aku tidak akan menyesal untuk memeutuskan mudik tahun ini.Masih banyak pengalaman yang ingin aku bagi .Tunggu kisah berikutnya yaaa.........

Minggu, 19 Agustus 2012

Dalam perjalanan pulang (Part 4)

Ada hal yang unik dan menarik dalam perjalanan di kampung halaman kali ini.Sesuatu hal yang sydah turu temurun di lakukan oleh masyarakat jawa dan masyarakat kampung di desaku pada khususnya.Acara Unggah unggahan,,maleman,dan udun udunan.Tradisi yang di lakukan oleh Masyarakat jawa sebagai simbol yang berkaitan dengan Puasa Dan Ramadhan..Mungkin di sini sudah banyakyang tahu tentang hal hal yang berkaitan dengan itu semua.Dan mungkin kurang menarik kalau aku ceritakan di sini.Tapi di sini yang menarik adalah  Acara Maleman yang di kemas sedemikian rupa,mengikui perkembangan jaman.Budaya yang tidak kaku dan bisa mengikuti perkembangan jaman.
Hal yang sangat menarik untuk di bahas.Dan sangat menggelotok.Budaya Jawa yang syarat dengan nuansa klenik dan syirik,mampu membaur dengan ajaran Islam dan bisa saling melengkapi.Dulu waktu aku masih kecil,acara Maleman itu sangat kental dengan nuansa seperti itu.Setiap warga membuat berbagai macam hidangan,yang tentunya mengandung simbol simbol jua.Ada golong asahan dan lain lain.Memang awal di buatnya Ritual seperti itu di maksudkan untuk bisa mengenal Islam secara utuh,tapi di sampaikan dengan cara yang halus dan pelan pelan.Tapipada perkemabangannya malah semakin jauh dari Nilai nilai Islam.Dari Pemuka adat yang berdoa dengan nuansa syirik yang kental serta adanya pancenan,atau seperangkat Hidangan yang di siapkan,yang di tujukan oleh Para Leluhur..Sangat bertentangan Dengan Islam.
Ada sesuatu yang sangat berbeda yang terjadi di Desaku beberapa tahun belakangan ini.Berawal dari kesadaran para golongan Sepuh atau golongan yang di tuakan,Dan semangat perubahan yang di bawa oleh kalangan pemuda yang sangat mengerti akan Islam terjadilah sebuah acara maleman kontemporer.Acara maleman yang memadukan budaya dan Nuansa Islam yang sangat kental.Budaya Tidak hilang,tapi Menjlankan Agama juga terhindar dari Khurafat,syirik.Acara maleman yang dulu di kemas sangat bernuansa syirik kini di modifikasi  sedemikian rupa tanpa menghilangkan Roh dari simbol maleman itu sendiri.Dalam acar maleman itu Para warga tetap mendapat jatah yang sama di setiap malam ganjil di sepuluh hari terakhir Bulan Ramadhan.Setiap warga di beri kebebasan untuk membuat menu yang di inginkan asal pantes,tidak harus mengikuti pakem seperti acar maleman yang terdahulu,seperti membuat golong asahan,pancenan dan lain lain,.Setelah warga yang mendapat jatah di setiap malam ganjil itu,kemudian membawa makanan yang di buat ke Mushola .Kemudian setelah Tarawehan Beres Bapak mudin(Tokoh agama yang di daulat untuk mengurusi acara acar seperti itu)memberikan Tausiah,dan Doa.Setelah itu Makanan di di bagikan kepada para jamah yang hadir di mushola itu.
Luar biasa,perjuangan untuk memurnikan akidah memang membutuhkan cara yang tepat untukbisa di terima warga.Kesadaran Para sesespuh yang lahir dalam suasana Maleman yang kental mau berbesar hati untuk menerima sesuatu yang baru dari para orang muda yang mempunyai semangat perubahan.Salut dan angkat topi sebagai penghargaan kepada para kaum tua yang bisa bersikap bijak dan menerima sesuatu yang baru asalkan itu benar.Andaikan semua orang bisa bersikap bijak seperti itu.Mungkin cinta damai akan terus bersemayam di dalam negeri ini.Hal hala yang terkesan sepele seperti ini,ternyata sangat negandung hal hal yang sangat luar biasa.Andaikan bangsa ini mau berkaca dengan hal hal positif yang di lakukan warganya?????

Jumat, 17 Agustus 2012

Dalam perjalanan pulang(Part 3)

Perjalanan  kali ini aku sempatkan untuk menuju ke sebuah Mushola kecil di kampung halaman.Mushola ini memang kecil tapi sangat berkaitan erat atau bahasyang lebih tepat sangat berhubungan secara emosiaonal denganku.Baiklah akan aku ceritakan sedalam apakah hubungan emosionalku dengan Mushola Ini.Saat itu,aku agak lupa kapan tahun kejadiannya,aku adalah orang yang sangat pemalu.Usiaku menganjak Remaja.Masih aku ingat waktu itu aku masih duduk di kelas satu SMP.Saat itu ada pembanguna Mushola itu.Niat hati ingin membantu,tapi aku tak berani untuk keluar Rumah.Sampai akhirnya Mushola itu jadi,tak seharipun aku membantu membangun Mushola itu.Aku merasa sangat bersalah karena tak membantu pembangunan Mushola Itu.Aku seolah menanggung beban yang amat sangat berat.Ada perasaan aneh yang menuntunku untuk pergi ke Mushola itu.Aku jadi ingin sholat dan beribadah ke Mushola itu.Keinginan itu begitu kuat tertancap dalam sanubariku.Aku tidak tahu apa artinya semua itu.Sebelumnya meski sudah beranjak Remaja aku belum terlalu mengenal agama  yang ku anut.Orang tuaku tak memberitahu ku tentang agama yang ku anut.Aku hanya tahu Agamaku Islam,tapi aku belum terlalu tahu apa itu Islam.Aku hanya beberapa kali ikut pengajian Iqro,Itupun cuma ikut ikutan teman.Tapi waktu itu aku sangat ingin sekali ke Mushola itu.Dengan segenap keberanian yang aku punya dan ilmu yang aku tahu tentang sholat dan baca Quran yang sangat Minim,Aku berangkat Ke Mushola itu.Dan malam itu menjadi malam yang pertama bagiku untuk beribadah Kepada Allah.Dan belakangan aku baru aku  ketahui itu adalah sebuah Hidayah.
Dengan penerimaan itu aku merasa sangat bahagia dan semakin bersemangat untuk beribadah Mushola .Bahkan sebuah anugerah tersendiri bagiku,Karena bersamaan dengn itu Ada seorang Pemuda yang denga suka rel mau mengajari Ilmu agama .Aku semakin bersemangat,teman teman yang sepantaran dengan ku pun tak kalah bersemangat.Namanya Mas Parno.Selain mengajari Cara Sholat Dan Baca Qur'an,Dia juga mengajari Ilmu Silat dan pernafasan.Tapi sayang semua itu harus cepat berakhir ,karena Mas Parno meninggal dunia karena kecelakaan.Kesedihan yang mendalam begitu terasa kami rasakan.
Setelah Mas Parno meninggal Dunia,Guru pencat silat di lanjutkan Oleh Mas Agung.Dia mengajari Ilmu pernafasan,Aku sangat senang dengan semua itu.Tapi sayang lama lama,Ajaran Mas Agung agak melenceng dari agama,karena mulai menggunakan jimat dan susuk.Untung aku belum terlalu jauh mengikuti ajaran itu,Karena keburu di bawa merantau oleh kakaku.Walaupun sebenarnya aku berat meninggalkan kampung halaman.
Sekarang sudah tahu kan kenapa mushola itu sangat berhubungan erat secara emosional dengan diriku.
Hari Kamis yang lalu,aku memang berniat untuk mengabadikan Mushola itu.dan hasilnya bisa teman teman nikmati.Jangan di koment ya kalau hasil jepretannya kurang bagus,maklum bukan Fotografer Profesional dan kamera pun,kamera hape.
Ada kejadian yang menggelitik waktu aku mencoba mengambil gambar ini di mushola itu.Tanpa aku tahu datang Mbah Karmo,penghuni rumah di dekat mushola itu .Tanpa aku sadari dia telah berdiri di dekat sepeda onthel dan seolah berpose untuk segera di jepret kamera.Aku pun tak menyia nyiakan moment  ,lansung aku klik kamera dua kali,dan benar adanya.Posenya begitu natural dan apa adanya.Dan menurutku sangat bagus sekali.ini dia gambarnya.
Dari semua moment itu sungguh sangat mengesankan dan sangat mengobati rasa dahaga akan kerinduan kampung halaman.Dan aku tak akan menyia nyiakan itu.Berlanjut ke cerita berikutnya yaaaa.......                                                                          

Kamis, 16 Agustus 2012

Dalam perjalanan Pulang(Part 2)

Berlanjut dengan apa yang aku sampaikan kemarin.
Hari  Rabu Tgl 15 Agustus 2012 Aku bersama adikku dan keluarganya,serta keponakannku pergi Ke Pasar Tradisioanl Tawang Sari.Pasar Tradisional yang rame di kunjungi warga setiap hari pasaran ,yaitu hari pasaran Legi.Pasar ini adalah tempat pavorit warga di sekitar pasar itu,dari anak anak sampai Mbah mbah,berbaur menjadi satu di pasar itu.
Dari Pasar hewan sampai kebutuhan pokok tersedia di sana.
Perjalanan yang ku butuhkan hanya sekitar lima belas mnit kalau menggunakan sepeda motor.Karena sudah lama aku tak kesana,aku agak bingung untuk parkir.Dan itu menjadi sensasi sendiri karena terlihat seperti orang yang baru datang ke  tempat itu.Niat aku pergi ke sana sebenarnya hanya ingin beli kelinci untuk hiburan selama ak berada di tanah kelahiran.Aku mulai mengitari  salah satu area Pasar itu.Berdesak desakan dengan orang orang yang punya kebutuhan lain di pasar itu.Ada hal yang unik ketika aku sedang berjalan jalan di area pasar itu.Aku melihat sosok  yang agak aneh,dengan pakaian Adat,tapi bukan Adat Jawa.Seperti pakaian adat  orang di negeri seberang,Aku tergelitik untuk tahu dan mendekat ke arah lelaki itu yang telah banyak di kerumini banyak oarng.Daan benar adanya.Lelaki itu mengaku sebagai seorang Warga Kalimantan.Dan Dia ke sini untuk berjualan Obat dan alat alat berburu khas Kalimantan.Niat hati aku ingin mengabadiakn keunikan Lelaki itu,tapi aku sedikit takut dengan sosoknya  yang tinggi kekar dan menyeramkan.Dengan sembunyi sembunyi aku ambil kamera hape untuk mengambil gambarnya.Dan Klik.Aku dapat ,langsung kabur,takut ketahuan. he he  he.Setelah posisiku agak jauh darinya,aku lihat lagi hasil jepretan photo tadi dan kulihat.Ternyata  aku hanya mrmfoto dari belakang,dan hanya terlihat orang itu lagi jongkok mengambil sesuatu.Waduhhhhh,kacaunya aku..Aku hanya bisa tertawa cekikan sendiri.Dan setelah aku kasih tahu gambar itu kepada keponakan dan adikku,mereka malah tertawa terbahak bahakk melihat hasil photo itu. hehehehehe.Sebenarnya Photo itu akan ku muat di sini tapi kayaknya kurang etis kalau aku up load di sini,,nanti di kira malah melanggar undang undang Pornografi dan Pornoaksi,hehehehehe.
Aku kembali melanjutkan perjalananku mengitari Area pasar itu.Muter muter mencari kelinci.Setelah agak lelah lelah mecari cari akhirnya aku dapatkan pedGng kelinci.Itupun tidak banyak,cuma dua  pasang kelinci saja.\
"Mas berapa kelinci?(percakapan dalam bahasa jawa)
:Seratus Ribu Mas ,sepasanag"
"Apa????(dalam hati lho ngomong yang ini maha)
"Di Bandung saja sepasang cuma  30 sampai 40 Ribu,kenapa disini mahal amat"9Ini masih dalam hati lho,ngomongnya)
Gak ada sepakat ,aku pergi mencaritempat yang lain,siapa tahu aku menemukan pedagang yang lain.
ternyata memang susah mencari pedagang kelinci.Aku putuskan untuk batal membeli kelinci dan segera pulang setelah membeli barang pesanan Bapak,dan membeli bahan bahan untuk tajil nati magrib.Kenangan tak terlupakan dan sangat berkesan bnyak aku dapatkan di pasar ini.Dan setelah ini aku masih  ingin banyak berbagi dengan teman teman semua.
Bersambung mas browww di edisi selanjutnya yaaaa.....

Rabu, 15 Agustus 2012

DALAM PERJALANAN PULANG(PART 1)

Beberapa waktu yang lalu ketika masih di perantauan,sudah terbayang bagaimana suasana di tanah kelahiran.Yang pertama kali terbayang adalah suasanayang panas dan gerah..Suasana yang membosankan karena tidak ada teman sebaya yang bisa di ajak main sepeti waktu dulu sebelum mereka punya anak dan istri.Kini meskipun mereka juga pulang kampung tapi mereka sudah sibuk dengan keluarga mereka  masing masing.
Tapi di balik hal hal negatif itu masih  lebih besar rasa rindu untuk bertemu keluarga terutama Bertemu denganAyah dan Ibuku.Rasa rindu yang menderu dendam itu mengalahkan semua hal hal buruk yang akan aku alami di kampung halaman.
Senin tgl 13 Agustus 2012 adalah waktu yang mengantarkanku menuju kampung halaman.Yang terpikir olehku saat iu adalah bertemu keluarga dan bersiap menjadi orang yang terbuka dan menerima keadaan di des ku apa adanya,Aku akan menerima apapun perlakuann warga yang akan di brikan padaku.Aku sadar bahwa aku kurang bisa pandai bergaul.aku memang kurang nyaman kalu bergaul dengan warga,karena memang aku tak pandai berbasa basi.Tapi untuk mudik kali ini aku akan bersiakp biasa saja dan apa adanya,karena aku sangat sadar sikapku yag lalu menimbulkan banyak prespektif negatif tentang diriku.
Dan benar adanya sikap tanpa beban itu memang menghasilkan diri ku apa adanya,dan mudah mudahan sikap seperti ini bisa di terima di masyarakat.
Selasa Tgl 14 Agustus 2012 Pagi aku menginjakkan kakiku di kampung halaman.Bersaan dengan itu semua memori indah di kampung halaman,bermunculan satu persatu di otakku.Kenangan masa kecil bersama teman teman,hingga kenagnan terakhir lebaran tahun lalu.Semuanya masih begitu jelas terbayang di otakku.Satu hal yang sedikit menyenangkan ketika aku bertemu dengan sepeda motorku yang sengaja aku simpan di tanah kelahiranku.Kini aku masih bisa merasakan sisa sisa kekuatanya yang tanf=gguh meski umurnya sudah tidak muda lagi.Aku masih ingat ketika aku membawanya pulang pergi jawa bandung,dengan segenap kemampuannya dia terpacu untuk mengatarkaku sampai di tempat tujuan.Memang bagiku Jupiter merahku ini tiada duanya,Aku bangga memilikinya.Apa lagi banyak cerita yang aku lalui bersama motor kesayanganku ini.suka duka di lalui bersama.Drai yang sangat pahiiit sampai ke hal hal yang menyenangksn.Hubungan emosional ini sudah benar benar dalam,cemistry yang yang dalam terjalin.
Rabu Tgl 15 Agustus 2012,Duiiiinnngggggiiiinnn  Itu yang aku rasakan.Dinginya sangat mensuk tulang.Aku baru merasakan dingin yang sedemikian rupa.Di Bandung yang terkenal dingi saja,tak sampai seginimya aku rasakann,tapi ini sudah sangat menusuk tulang.Tapi semangat ini juga ikut terasa membuncah.Ada ruang ruang dalam yang terpendam dalam kalbu,seperti kembali muncul dalam ingatanku.Menyenangkan sekali,,dan kini saatnya aku akan menikmati nostalgia.Dengan waktu yang aku miliki aku akan memalsimalkan waktuini.Mudah mudahan aku bisa menghapus dahaga  keingin tahuan ini.Dan yang lebih menyenankan adalaha hari ini adalah hari pasaran Legi Hari Pasaran untuk pasar di tawang sari.Pasar yang ramai  setiap seminggu sekali atau lebih familiar di sebut pasar mingguan.Tentunya akan menimbulkan sensasi yang luar biasa ketika berada di pasar tradisional ,berdesak desakkan,para penjul yang berteriak teriak menawarkan barang dagangannya.Bau khas jajanan tradisional juga memberikan sensani kenagna yang pasti brkesan.Tunggu cerita saya i pasar traioanal Tawang sari ,aku akan berbagi banyak tentang itu semua
TO BE CONTINUED

Senin, 13 Agustus 2012

Berbagi

Kebahagian yang semakin membuncah dan menderu dendam.Rasa kangen dan kerinduan semkin melengkapi suasana hati ini.Moment lebaran adalah moment spesial yang terjadi setahun sekaliKesmpatan seperti ini tidakakan kau sia siakan.Dengan segenap tenaga dan biaya yang aku punya,akan kau usahakan untuk bisa pulang dan berkumpul dengan keluaraga di hari spesial ini.
Dan SAat yang di nantidatang juga.Hari ini InsyaALLAH. aku akan mudik ke kampung halaman .Rasa bahagia dan khawatir bergumul menjadi satu.
tak ada yang mampu aku tulis lagi selain hanya rasa bahagia dan tak sabar untuk segera sampai kampung halaman.Doakan saya selamat sampai tujuan ya

Minggu, 12 Agustus 2012

curahan hati

sebuah kesempatan yang atang dua kali.Ini tak akan kau sia sia kan.Selama aku mampu,aku kan selalu berusaha untuk bisa menjadi ynang terbaiak/Setiap kesempatan yang datang aku anggap sebagai amanah yang harus aku jalankan dngan sebaik baiknya.Hamdulillah mataku sudah hampir pulih.Aku sudah mampu menulis lagi danmelakukan banyak hal,yang sedari dulu sudah nenjadi impian yang sangat lama.Sempay Khawatir dengan kondisi yang memburuk dengan mataku.Aku sempat ngedrop dan tak berani berharapa.Sekarang denga pertolongan Allah,Dengan Kesembuhan Ynag di berikan [adaku,menjadi anugerah yang tak mingkin terlu[akama.Ksesmpatan yang luar biasa dan aku tak akan menyia nyiakannya.aku akan berusaha dengan malsial mengerahlan seluruh energi yang ku punya.Dan aku harus bisa mewujudkan mimpi mimpi yang sempat tertunda.Teman teman doakan saya mampu dan amanah melaksankan semua ini

Minggu, 24 Juni 2012

absen

Kalau tidak salah sudah hampir 2 bulan lebih aku vakum dari hingar bingar dunia maya.TOTAL TERHENTI SEMENHAK SAKIT MATA INI MENGHAMPITIKU.aKU BENAR BENAR TAK BERDAYA DENGAN SEMUA KENYATAAN INI SELAIN HANYA PASRAH MENERIMA DAN BERDO SERTA BERUSAHA SEMOGA PENYAKIT INI SEGERA ENYAH DALAM KEHIDUPANKU.Ity bukan sebuah ungkapan kemarahan ataupun kekecewaan,tapi hanya sebuah ekspresi untuk membuang beban yang selama ini tersasa menyesaakkan dada,Aku inign membuang energi negatif itu dan berharap kan terbganti oleh energi yang positif hingga jiwa ini tetap bersemangat menjalani kehisupan..Banyak waktu yang telah terbuang  selama aku salit,cita dan harapan terasa pudar dan seolah hilang,Tak ada harapan,tak ada bayangan atas apa yang akan kaylakukan kelak

Minggu, 19 Februari 2012

Kerinduan Mas Slamet

  Lebaran tahun lalu aku ikut mudik mas Slamet ke Wonogiri.Dia itu sahabatku yang sangat baik dan ramah.Aku kenal Mas Slamet saat dia mulai ngontrak di kontrakan Ayahku.Meskipun dia hanya penjual bakso keliling, tapi dia sangat dermawan dan siap membantu siapa saja yang membutuhkan bantuanya.Itulah mengapa aku sangat dekat denganya.Dia sudah ku anggap kakak aku sendiri.Begitupun keluargaku.Mereka sudah menganggap Mas Slamet bagian dari keluarga kami. 
  Suatu keberuntungan bagiku,dia mau mengajakku ke kampung halamannya.Tanpa pikir panjang aku pun langsung meng-iyakannya.Sangatlah bodoh bagiku menyia-nyiakan kesempatan ini.Jarak antara Bandung -Wonogiri yang jauh pun tak menyurutkan hasratku untuk berkunjung ke tempat sahabatku itu.Dari ahklaqnya yang sangat luar biasa itu,terlintas dalam pikiranku betapa indahnya jalinan persaudaraan di antara tetangga Mas Slamet.Dan aroma ke bersamaan,gotong royong,dan saling peduli masih di pegang teguh masyarakat di desa Mas Slamet.Memang itu baru terlintas dalam pikiranku,karena mas Slamet jarang menceritakan keadaan di desanya.Kalau dia mau bercerita paling cuma menceritakan keindahan panorama Waduk gajah mungkur dan sejarahnya.tak lebih.Dia lebih asyik membicarakan konflik Palestina dengan analisis-analisisnya yang sangat cerdas.Kalau sudah membicarakan topik itu,dia tampak bersemangat,seoalah -olah dia ingin ikut berjuang membela rakyat Palestina.Itulah yang membuat aku semakin kagum dengan pribadinya.Bayangkan, dia yang cuma pedagang bakso keliling lulusan SMP,dengan begitu cerdasnya menganalisa suatu masalah. hebat bukan?.Yang lebih membuatku kagum,wawasanya sangat luas apalagi kalau menyangkut tentang islam.
   Hari yang di tunggu akhirnya datang juga.Setelah ada keputusan dari management pabrik tempat aku bekerja tentang kapan mulai libur dan berapa lama ,aku memutuskan untuk tinggal di rumahnya Mas Slamet kurang lebih seminggu.Supaya aku lebih mengenal  Mas Slamet dan lingkunganya .Jujur saja aku sangat penasaran, kenapa Mas Slamet yang bukan anak pesantren,bukan pula seorang mahasiswa punya kepribadian yang santun dan punya wawasan yang sangat luas.Aku sangat ingin tahu bagaimana keluarga mas Slamet dan keadaan masyarakat disana sehingga bisa membentuk karakter seorang Mas Slamet yang sangat santun dan halus budi pekertinya.
   Hatiku semakin berdebar ketika sampai di agen Bus Kramat djati yang akan membawaku ke kota Wonogiri.
   "Mas nanti kira-kira sampai Wonogiri jam berapa mas?" tanyaku.
   "Sekitar jam tiga dini hari.Itupun kalau perjalanan lancar.Kenapa sudah nggak sabar ya?"
   "Ya mas. Aku pingin cepat sampai di Wonogiri.Aku penasaran seperti apa sih Wonogiri?"
Mas Slamet hanya tersenyum dan berkata" Sabar ya,nanti juga tahu."
Hari ini bis penuh penumpang.Untung jauh-jauh hari aku sudah memesan tiket ,sehingga aku tak perlu khawatir lagi kalau akan gagal berangkat ke Wonogiri.Dalam perjalanan aku tak bisa pejamkan mata.Pikiranku gelisah.Karena ini pengalaman aku merasakan mudik.Biasanya aku di rumah saja nggak kemana-mana,karena aku memang asli orang Bandung.Kira-kira jam tiga,aku sampai di terminal Krisak.Mas Slamet mengajakku mampir sebentardi warung soto yang berjajar di sepanjang kios terminal untuk santap sahur.Setelah puas menikmati Soto.MasSlamet merogoh sakunya.Mengambil HP dan menghubungi kerabatnya untuk menjemputnya di terminal Krisak.Tak sampai setengah jam jemputanpun datang.Udara dingin tak membuat kami ragu untuk menggeber motor.Ternyata rumah Mas Slamet cukup jauh dari terminal.Dalam perjalanan samar-samar kulihat aku melewati beberapa areal persawahan.Orang sini memyebutnya "mbolak".Menjelang subuh kami sampai di rumah.Kebahagiaaan tampak di raut muka orang tua mas Slamet.Aku jadi iri menyaksikan kebahagiaan itu. Memang di hari nan Fitri ini tiada kebahagiaan yang sempurna tanpa berkumpul dengan keluarga.Sedangkan aku malah jauh dari orang tuaku.sedih banget!.
   "Selamat datang di gubug kami yang reot ini,mudah-mudahan adik betah" sapa orang tua mas Slamet merendah.Padahal kalau aku perhatikan Rumahnya nggak kalah bagus dengan rumahku di Bandung.Tapi mereka menyebutnya gubug.
   " Ya " jawabku singkat
   Mas Slamet langsung membawaku ke kamarnya.Dia sangat tahu kalau akau kecapean.Setelah aku masuk ke kamarnya .baru ku temukan jawabannya."Pantas saja mas Slamet wawasannya sangat luas dan cerdas.hampir semua kamarnya berisi buku".
  "Dik kamu istirahat dulu saja ,ntar kalau sudah waktu subhuh aku bangunin". pesan mas Slamet membuyarkan kekagumanku.
   Habis sholat subuh di masjid aku langsung tidur.Aku merasakan badanku capek semua.Sekitar jam tujuh aku di bangunin Mas Slamet.dengan malasnya aku terpaksa bangun.Kalau aku nggak merasa malu dengan Mas Slamet pasti aku akan tidur lagi..Aku di ajak jalan jalan mengitari desa."MasyaAllah" aku takjub.Semua rumah di desa ini terbuat dari tembok tak ada satupun rumah yang terbuat dari anyaman bambu.Bahkan di setiap teras terpampang sepeda motor."Bagus banget!.Busyet di kampung terpencil ini,masyarakatnya sudah makmur.Melebihi tempat tinggalku yang disebut kota." kataku dalam hati.
   "Kenapa. kamu heran ya?" tanya mas slamet mengagetkanku.
   "Iya mas.Aku nggak nyangka.Slama ini yang ada dalam bayanganku kalau di sisni tempatnya seperti desa yang lain.Tempatnya asri dan rumahnya yang masih sangat sederhana yang terbuat dari anyaman bambu.Tapi ternyata aku salah.Tak satupun kulihat rumah yang terbuat dari bambu" jawabku takjub.
   "Kamu jangan heran.seperti halnya saya,rata-rata warga desa ini adalah perantauan yang sukses.Meskipun mereka hanya seorang penjual bakso ataupun penjual jamu gendong"
 benar juga kata mas Slamet.Memang selama ini setiap ketemu pedagang bakso atau jamu, kebanyakan berasal dari Wonogiri.
   " Tapi meskipun masyarakat desa ini telah makmur ada sesuatu yang hilang dari desa ini"lanjut Mas Slamet.
   "Apa mas ?" tanyaku penasaran.
   "Itu ada Masjid,kita kesana yuk.Biar ngobrolnya lebih enak." ajak mas Slamet..
Aku ikut saja ajakan mas Slamet.Aku penasaran apa yang akan di ceritakan mas Slamet.
   "Kamu perhatikan Masjid ini.Ini adalah saksi bisu.Betapa Masjid ini dulunya sangat ramai dengan dakwah.Kami saling bahu- membahu memakmurkan Masjid ini.Tapi semenjak pemuda  di sini yang menjadi tulang punggung Masjid ini satu per satu pergi merantau mengikuti jejak orang tua mereka,Masjid ini jadi redup.Masjid ini ramai menjelang puasa dan sepi setelah lebaran.Aku sangat merindukan dan berharap suatu saat Masjid ini kembali makmur seperti dulu lagi.".jawab Mas Slamet.sekilas kulihat matanya mulai gerimis.
   "Yang membuatku semakin sedih,teman-teman seperjuanganku mulai berubah. Mereka tak lagi peduli dengan Masjid ini.Meskipun mereka sukses secara materi,tapi hati mereka mulai kering.Tak ada lagi semangat untuk kembali memakmurkan Masjid.Mereka lebih asyik memamerkan hasil yang dia dapat di perantauan.Mereka mulai gengsi dan merasa malu untuk kembali memakmurkan Masjid ini." mata Mas Slamet semakin gerimis.
  Aku semakin salut dengan pribadi mas Slamet.Dia memang beda dengan teman-teman perantauannya.Biarpun dia sudah sukses tapi tetap peduli dengan lingkungan desanya.
  Mas Slamet mengusap peluh di pipinya, beranjak dan mengajakku masuk kedalam Masjid.Sejenak dia menatap masjid itu.tak bisa di sembunyikan raut kesedihahn di mukanya.Dia tampak mengenang.Kulihat peluh kembali menetes di pipinya.Entah karena malu air matanya terlihat olehku.Dia langsung mengusapnya.dan mengambil sapu untuk membersihkan Masjid ini.
   "Mau bantu?"Mas Slamet menyodorkan sapu padaku. Ku sambut tawaranya.Memang meskipun megah masjid ini tak terurus.Banyak rumah serangga.di sudut-sudut ruangan.Dengan semangat Mas Slamet membersihkan Masjid itu. Akupun tak mau ketinggalan.Menjelang dhuhur pekerjaan itu selesai.Mas Slamet memberi kode supaya aku mengumandangkan adzan.Karena tak ada jamaah yang datang .kamipun sholat berdua.
    " Kita pulang dulu yuk?"ajak Mas Slamret setelah selesai sholat." Hari ini ada menu spesial untuk berbuka puasa."
    "Apa mas?"
    "Mau tahu?" aku mengangguk."Tadi aku pesan sama ibu untuk di buatkan nasi thiwul khas Wonogiri.Di jamin pasti enak!".Air liurku keluar karena tergiur .Sepanjang perjalanan pulang aku selalu membayangkan untuk segera menyantap nasi thiwul.Aku penasaran .Apa rasanya seperti yang di ceritakan Mas Slamet.Dan berharap adzan magrib segera berkumandang . Aku sudah nggak sabar ingin menikmati nasi thiwul.
                                                                           -oOOo-

Minggu, 12 Februari 2012

TEGUH LELAKU

     "Wuih.....dingin banget!!".Kupaksakan kakiku melangkah,meski dingin menusuk tulang.Minggu ini aku dapat giliran shift malam.Memasuki musim kemarau malam hari memanglah terasa dingin.Kalau bukan karena butuh takkan mau aku relakan malam kujadikan siang untuk mengais rizki.Dan akupun tak bisa berbuat banyak karena itu sudah kebijakan dari perusahaan.Aku harus memakai pakaian dobel.plus jaket supaya dingin tak terlalu menusuk tulang.Tapi tetap saja itu tak terlalu membantuku mengusir dingin.Ku gesek-gesek tanganku supaya terasa hangat. 
    Di tengah malam yang dingin aku harus berjalan kaki sendirian,melewati areal persawahan yang cukup luas.Sebenarnya ada angkot,tapi aku pilih jalan pintas ini karena tempat kerjaku nangung,nggak terlalu jauh dan nggak terlalu dekat.Kalau naik angkot aku bingung ngasih ongkosnya.Mau di kasih seribu minta kembaliannya malu,mau di kasih lima ratus."Hari gini mana berarti uang segitu mas!".Komentar itu pasti keluar dari mulut Pak sopir.Akupun tak tega ngasih uang segitu, mengingat BBM yang terus merangkak naik.Sudahlah dari pada bingung mendingan aku jalan kaki aja.Itung-itung pengiritan.
     Takut juga sih malam-malam begini harus lewat areal persawahan yang cukup luas.Sudah gelap sepi lagi.Semilir angin membuat suasana semakin mencekam.Parahnya aku malah teringat film horor yang kutonton.Bulu kudukku merinding,takut kalau tiba-tiba di depanku ada "penampakan".Mau lari kemana aku."Ih..... serem!!!!".aku bernyanyi nyanyi,untuk mengusir ketakutanku.
      Sayup sayup aku seperti mendengar suara tangisan bayi.Aku terdiam.Ku buka lebar-lebar daun telingaku.Ternyata memang ada suara tangisan bayi."deg"  jantungku terasa berhenti berdetak.Aku panik dan ketakutan."Amit amit jangan sampai aku sampai ketemu".Ku percepat langkahku,tapi suara itu malah semakin keras,membuat aku semakin takut.Tanpa sadar aku lari sekencang-kencangnya .tanpa menghiraukan sekelilingku.Dalam pikiran saya ingin cepat-cepat meninggalkan area persawahan ini."Gubrag!!!"Sialnya aku malah terjungkal,terjerembab ke dalam sawah.Tubuhku penuh luka gores karena terkena tanah persawahan yang mengeras.Tak ku hiraukan rasa sakitku yang penting sekarang lari sekencang -kencangnya menjauh dari tempat ini.Parahnya suara itu semakin keras dan arah suaranya tepat di depanku."Mati aku!,mau lari kemana lagi aku".Tak banyak yang bisa aku lakukan,selain pasrah dan memberanikan diri. Kata pak ustadz kalau kita berani maka hantu malah takut sama kita.Kupaksakan mataku melihat ke tempat suara itu.Sedikit demi sedikit ku buka mataku. aku belum siap jika penampakan yang ku lihat nanti sangatlah seram.Ku lihat  sekotak kardus teronggok di pematang sawah tepat di depanku.Ku pastikan itu asal suara tangisan bayi yang menakutiku.Entah kenapa ketakutan yang tadi menghantui perasaanku berubah jadi keberanian dan rasa penasaran.Ku hampiri kardus itu ,ku buka pelan-pelan."Masya Allah" ku lihat samar samar sesosok bayi yang sangat mengenaskan keadaanya.Tak ada sehelai kainpun yang menutupi tubuhnya,hanya plastik yang digunakan untuk membungkus bayi itu."Sungguh biadab orang yang tega membuang darah dagingnya sendiri.Maunya enaknya saja".gerutuku. Tampaknya  si pembuang bayi itu  berharap supaya bayinya cepat mati.Nafasnya mulai tersengal sengal karena kedinginan.Karena takut terjadi apa apa ,lansung saja ku bawa bayi ini ke rumah sakit.Tak peduli dengan tubuhku yang penuh lumpur.Untungnya ada rumah sakit yang dekat dengan lokasi penemuan bayi ini.Setelah bayi itu dirawat aku bergegas memberi tahu polisi tentang penemuan bayi ini.Aku tak mau terjadi masalah dengan penemuan bayi ini.
     Kurang lebih setengah jam akhirnya polisi datang dan langsung mengiterogasi aku.Akupun bicara apa adanya walau agak takut.Maklum baru kali ini aku berurusan dengan polisi.Dengan keterangan yang aku berikan polisi langsung mengamankan daerah TKP.
     Kali ini aku harus menginap di rumah sakit menunggui bayi itu.Aku kasihan dengan nasib bayi itu.baru lahir saja sudah menderita.Aku benar benar nggak ngerti pola berpikir orang yang  tega membuang darah dagingnya sendiri.Saya yakin ini adalah bayi hasil hubungan gelap.Karena malu orang tuanya tega membuang buah hatinya."Ternyata orang zina itu masih punya malu juga ya, tapi kenapa pas melakukan perbuatan bejat itu tak sedikitpun malu?". tanyaku dalam hati bak seorang detektif.Kulihat bayi itu di balik kaca. kuperhatikan ternyata bayi itu lucu banget jiwa ke bapakanku muncul dan ingin melindunginya.
    Esok harinya......
    Aku menemui dokter yang merawat bayi itu.Ku tanyakan keadaannya sampai kemungkinan boleh tidaknya aku adopsi. jujur saja rasa kasihan itu telah berubah menjadi rasa kasih sayang dan keinginan untuk merawatnya.Alhamdulillah kondisi bayi itu semakin membaik.Kata dokter kalau saja saya terlambat beberapa menit saja membaya bayi itu bisa dipastikan bayi itu tak dapat di selamatkan lagi.Beruntungnya aku.Tapi aku belum mendapatkan kepastian untuk mendapatkan hak mengadopsi bayi itu. Aku harus menunggu hasil penyidikan polisi.Dan selama kasus ini belum selesai bayi itu di rawat di rumah sakit.
                                     

                                             ********************************

       Sebulan ,dua bulan aku mengikuti perkembangan kasus ini.Akhirnya polisi menutup kasus ini karena tak ada bukti yang cukup untuk mencari tahu siapa dalang pembuang bayi tersebut.Di duga pelaku orang  yang berdomisili jauh dari tempat ini.Dan masalah bayi tersebut di serahkan sepenuhnya oleh polisi kepada pihak rumah sakit.Aku menawarkan kembali untuk mengadopsi bayi itu.Pihak rumah sakit sempat ragu ,karena statusku yang masih single.Tapi setelah aku yakinkan pihak rumah sakitpun mengizinkan dengan syarat aku harus benar-benar merawat bayi ini dengan baik.Setelah mengurus semua administrasinya aku membawa pulang bayi ini.Jauh hari sudah aku persiapkan segala sesuatu yang di butuhkan untuk merawat bayi, bahkan aku telah menyiapkan acara syukuran untuk menyambut kedatangan bayi ini. Aku sangat terbantu dengan kepedulian para tetanggaku yang membantuku  baik tenaga waktu maupun dana.Hari ini aku sangat bahagia.Sampai di rumah para tetanggaku sudah berjubel menyambut gembira kedatangan bayi ini.Yang di dapurpun tak mau ketinggalan mereka tinggalkan sejenak pekerjaan mereka mempersiapkan makanan untuk syukuran nanti malam hanya untuk melihat bayi ini.Bak menyambut raja.Mereka penasaran ingin melihat langsung kondisi bayi itu.Ku gendong erat seolah tak mau ku lepas.Karena terganggu bayi itu menangis . aku panik. "Mbak Sri gimana nih?".Mbak Sri ,kakakku yang sudah punya pengalaman menjadi ibu langsung meraih bayinya untuk ditenangkan.
     Malamnya......
 Acara syukuran kecil-kecilanpun di gelar.aku undang semua tetanggaku baik yang sama-sama ngontrak maupun pribumi.Ucapan selamatpun tak henti hentinya mereka ucapkan.Malam ini aku juga akan memberikan sebuah nama pada anakku.Banyak usulan nama yang di berikan padaku.Akupun juga sudah mengantongi beberapa nama yang akan ku berikan.Setelah ku seleksi ada sebuah nama yang sangat cocok untuknya.Setelah lantunan doa doa selesai dan para tetangga menikmati hidangan aku mengumumkan nama yang akan kuberikan kepada anakku tercinta."Assalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.Mohon perhatian kepada bapak ibu semua. Bersyukur diri ini atas anugerah tak terkira dari sang Kholik.Pada kesempatan kali ini saya akan memberi tahukan kepada bapak ibu sekalian.Bahwa pada malam hari ini saya akan menyematkan sebuah nama pada anakku tercinta. Ku namakan Dia TEGUH LELAKU. Dengan harapan supaya anak ini selalu teguh dalam memegang prinsip sebagai seoarng muslim. teguh dalam menjalani hidup yang kadang tidak menyenagkan seperti apa yang dialaminya.sekarang di terlantarkan oleh orang tuanya.Terima kasih kepada semua warga yang telah membantu. sekali lagi terima kasih .Wasalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh".Riuh tepuk tangan mengiringi penyematan nama itu.Plong sudah hati ini,bertambahlah kebahagianku.Aku tak menyangka akan mendapatkan anugerah seindah ini.Aku berharap bisa mejadi orang tua yang baik .mencurahkan kasih sayang meski bukan orang tua aslinya.Bisa membimbingnya menjadi manusia yang manfaat buat agama dan negaranya."Anakku tetaplah tabah dan teguh dalam menjalani hidup seperti namamu TEGUH LELAKU".


Kamis, 26 Januari 2012

Tertipu


                                       
Detik-detik waktu memaksa waktu segera beranjak.Berganti dari gelap menuju terang, dari terang menuju gelap.Selalu seperti itu.Aku duduk di temani secangkir kopi yang tersisa ampasnya di kerak gelas.Beberapa puntung rokok membersamaiku,menghabiskan senja yang kian beranjak gelap.Di tangan kananku,ku mainkan batang rokok yang sesekali aku hisap,ku telan dan ku biarkan masuk ke dalam kerongkongan menuju paru-paru ku dan ku keluarkan lagi.
"Uhuk!!.uhuk!!!".Meski tubuh ini sudah berisyarat,tapi tak kunjung aku hentikan.Aku malah semakin asyik memainkan batang rokok itu dan sesekali menghisap dalam-dalam.
" Mbok ya sudah merokoknya.wong batuknya sudah parah gitu lho!"tegur Ibuku ketika mendengar suara batukku yang seolah jeritan ragaku yang mulai rapuh.
Hati nuraniku sebenarnya juga berseru seperti itu,tapi aku tak kuasa jika keinginan untuk merokok itu datang.Aku merasa merokok sudah menjadi menu wajib dalam keseharianku.Aku lebih baik tidak makan asalkan ada rokok di sampingku.Rokok ibaratkan seorang istri yang akan selalu bersamaku dan menuruti segala yang aku inginkan.
                                                         ***************
Detik-detik waktu terus menuntun untuk berjalan.Membawa untuk terus berjalan mengitari siklus waktu dari gelap menuju terang,dari terang menuju gelap.Selalu ku nikmati senja dengan segelas kopi dan berbatang-batang rokok.Ibuku juga tak bosan-bosannya menegur dan mengingatkan aku.Seolah olah hidupku hari ini adalah replika dari hidupku kemaren.Tapi tubuh ini tidak mau mengikuti ritme seperti itu.Raga ini semakin ringkih, karena rokok telah menjadi gurita dalam tubuhku.Batuk membuatku tersiksa.Dan akhirnya aku limbung ,terkapar ketika tak bisa lagi ku tahan rasa sakit yang meremukkan dada.Dan aku tak tahu lagi seperti apa yang terjadi.Yang ku lihat hanya gelap.Hanya bayang bayang Ibu yang sesekali berkelebat dan kemudian menghilang kembali.Sampai akhirnya aku benar benar melihat Ibu duduk di sampingku.Mengusap usap kepalaku.”Ibu ,,ada apa ?” Tanyaku kebingungan.”Kamu tadi pingsan.Parmin melihatmu tergeletak di teras.Di sangkanya tidur,tapi pas dibangunkan kamu nggak bangun bangun.Parmin memanggil Ibu dan langsung membawamu ke Rumah sakit.Kata dokter Paru paru mu sudah rusak sebelah.Untung nyawamu masih bisa di selamatkan.kalau semenit saja terlambat mungkin kamu akan pergi meninggalkan Ibu sendirian.”Raut sedih menggelayut dalam air muka Ibuku.Aku tersadar telah membuatnya sedih.”Kamu harus berhenti merokok,kalau masih ingin menemani Ibu”.Kata  kata Ibu begitu menghentak dalam dadaku.Kata kata lembut tapi penuh ketegasan.Dulu Ibu yang hanya sekedar mengingatkan ,kini benar benar melarangku untuk bersentuhan dengan Batang laknat itu. Aku bimbang.Tapi demi Ibu akan ku coba lakukan."Kamu harus berhenti!!!!"Kali ini nuraniku tegas memerintahkan aku untuk berhenti mencumbu batang beracun itu.Hampir seminggu aku harus berbaring di Rumah Sakit .Merepotkan Ibuku,merepotkan Semuanya.Aku tak pernah tahu dari mana Ibu mendapatkan uang untuk membayar biaya berobatku selam di rumah saki.Setiap kali aku bertanya ,Ibu selalu menjawab “Tak usah kamu pikirkan ,yang penting kamu sembuh dan jangan merokok lagi.”Tegas Ibuku.DI rumah Ibuku  menjauhkan sejauh-jauhnya dari rokok dan aksesorisnya.Bahkan baunya pun tak berkenan tercium olehku.Aku hanya menurut saja dan mengikuti semua anjuran dan larangan itu.Walau mulut ini terasa asam. walau syahwat ini masih ingin membersamai dan menikmati batang rokok itu.Aku sudah tak bisa menahan rasa masam dalam mulut ini."Kalau diri mampu berdiri,pasti aku kan segera beranjak ke warungnya Lek Sri.Dan akan aku nikmati sebatang rokok di sana." gumanku
Tapi kali ini aku tak bisa menggerakkan tubuh ini sedikitpun.Terasa.panas!!!!!.
"Kamu ini ngeyel kalau di kasih tahu.sudah di suruh berhenti merokok ,tetap saja nggak mau berhenti.Sekarang kalau sudah seperti ini siapa yang repot dan susah".Ku dengar Ibu menggerutu,saat mengantarkan makanan ke kamarku.Aku hanya terdiam. Ada rasa sesal yang mulai merasuk.Ada rasa sesal tak aku gubris nurani yang setiap waktu berteriak-teriak.Tapi syahwat lebih menggodaku untuk terus memeluk dan mencumbu batang-batang rokok itu.Aku lebih meilih membebaskan diriku untuk mengikuti syahwat dari pada terkungkung oleh nurani yang bawel.Tetap kunikmati,ku hisap batang-batang rokok itu.Setiap kelelahan ,keruwetan yang mengendap dalam tubuh ini,terlepas bersama asap-asap yang aku hembuskan.Tanpa ku sadari semua, bahwa kenikmatan itu harus berbayar.Karena setiap terlepasnya keruwetan dan kelelahan ini keluar bersama asap itu.,ternyata batang -batang rokok itu meninggalkan racun yang akan membuat ragaku ringkih dan semakin ringkih.
                                                             ***********

Jasad ini telah bersepakat dan merapat dengan nurani.Berazam untuk saling menjaga dan saling melindungi.Aku akan berusaha mengikuti hati nurani.Akan ku kurung syahwat yang selalu mengajakku ,menyesatkanku untuk mengikuti keinginannya menghisap batang-batang beracun itu.
“Bagaimana keadaanmu,apa sudah baikan?”.Tanya ibuku saat mengantarkan sarapan untukku di kamar.
.“Sudah Bu ,Ini juga mau keluar sebentar, mau jalan-jalan pagi Bu,.Badan sudah kaku semua karena sudah lama tak di gerakkan”
“Ya sudah”
Memang kasih ibu sepanjang masa.Tak ku ragukan lagi pepatah itu.Sekarang aku benar-benar merasakan sendiri.Sekarang aku rasakan sendiri dengan tulus Ibuku merawatku di kala sakitku .
Pagi ini aku paksakan tubuh ringkih ku ini untuk keluar menghirup udara segar.setelah beberapa hari terkungkung di dalam kamar.Entah mengapa kaki ini menuntunku untuk melangkah ke sudut desa.Hingga ku lihat jelas orang-orang berkumpul di sana. Berkumpul di warungnya Lek Sri.Mungkin karena terbawa kebiasaan yang sering nongkrong di warungnya Lek Sri.Ku lihat di sana teman temanku telah berkumpul.Mereka bermandi asap.Di temani secangkir kopi dan gorengan mereka bercanda.Mulut mulut mereka ibarat knalpot yang tiada henti mengepulkan asap.Yah asap beracun yang membuat tubuh ku limbung.Yang membuat dadaku sesak terbakar..
Ingin ku beranjak meninggalkan pergi .Tapi kepulan-kepulan asap itu malah menari nari menggodaku.Merayu dan mengajakku “ Ke sini”.Asap itu menjelma menjadi gadis cantik langkahnya meliuk gemulai.yang sentiasa menggoda.”Sini, mampir sini.Ayo kita nikmati pagi ini di warungnya Lek Sri.Ayo!!!.Aku temani”.Terus saja asap itu menggodaku.
“Jon,kemana saja? Sini mampir dulu.Sudah lama kamu nggak kesini .”
Lek Sri membuatku kaget.
Lek Sri semakin membuat syahwatku bergejolak untuk kembali menikmati asap laknat yang telah menghancurkan tubuhku.Syahwatku pun tak henti-hentinya menggoda.
“Ayo mampir sebentar,mulutmu sudah masam gitu, sudah lama kamu tak merokok.Sedikit saja tak ada masalah bagimu.”
“Kamu kan sudah berjanji untuk tidak menghirup asp laknat itu!!!.Ingat!!!! kamu sudah berjanji.!!!”Nurani dengan tegas menghardikku.Aku juga teringat kata kata Ibu.Aku harus bisa terlepas dari jeratan itu.
Nyali syahwatku menciut.Tak ada keberanian sedikitpun untuk melawan hardikkan nuraniku.Aku memang telah berazam untuk patuh dan mengikuti nuraniku dari pada syahwatku yang lebih sering menipuku dari pada mendatangkan kebaikan untukku.
“Kapan-kapan saja Lek,aku Cuma amau jalan-jalan saja dulu. Aku kurang enak badan.Aku pulang dulu ya.”Aku segera pamit karena tak mau berlama-lama di situ takut diri ini tak kuasa menahan syawat untuk kembali merokok.Aku berjalan dengan sedikit berlari.Tak ku dengarkan syahwatku yang sedari tadi ngomel-ngomel.Aku sudah menyadari sepenuhnya kalau nurani adalah panutanku. Pimpimnanku yang bisa membuatku bahagia kelak.walau kadang jalannya begitu sulit dan berliku, tapi kelak akan ku tuai hasil yang manis dari pada aku menuruti syahwatku yang awalnya terasa nikmat dan membanggakan tapi ternyata akhirnya melahirkan beribu penyesalan .Yah aku sangat menyesal menuruti syahwatku untuk menghirup asap laknat itu. Dulu aku sangat bangga karena sebagai lelaki aku bisa merokok.Waktu itu aku beranggapan bahwa merokok adalah lambang kejantanan bagi seorang pria.tapi ternyata itu tetap semu dan semu.Tak ada hasil yang bisa membuatku tetap membusungkan dada,tapi malah dadaku terbakar karena keangkuhanku sendiri.
                                                     *********
Ku sibakkan tirai yang menutup jendela.Ku lihat di luar masih gelap.Hanya beberapa lampu dari kejauhan terlihat seperti gumintang.Masih pagi, bahkan masih shubuh .Tak biasanya aku terjaga sepagi ini.Ku lihat jam yang menghiasai hp.Yah memang masih pagi.Baru jam 04.00 pagi.Suara tadarus membuat syahdu pagi ini.Tubuhku terasa ringan untuk beranjak.Aku benar-benar heran.Apa ini karena aku telah berhasil menghentikan kebiasaan burukku menghisap batang beracun itu?.Mungkin saja.Aku merasa terlahir kembali.Hidup terasa sangat berarti bagiku.Aku merasa manjadi manusia yang utuh,tak tergadai oleh syahwatku.Aku merasa ada panutan ,pemimpin ,yang jika aku mengikutinya.Aku akan menjadi manusia merdeka, yang terbebas dari kungkungan syahwat.Yah, kini aku telah mengikuti nuraniku.mengikuti apa yang dia titahkan.Ku beranjak,nuraniku menuntun untuk bersentuhan dengan air.Berwudhu.Sebentar lagi Adzan subuh berkumandang.Dan sepertinya kali ini aku benar-benar merasakan panggilan cinta dari Sang Khalik itu.
Mentari mengintip di balik tirai jendelaku.Aku terlalu asyik menikmati pagi ini,hingga tak tersadar bahwa pagi telah menghampiriku.Sang ibu mengetuk pintu hendak membangunkanku.”Lho tumben sudah bangun….., sarapan sudah aku siapkan,Ibu mau berangkat kerja dulu.”.Aku hanya tersenyum dan malu melihat Ibu ku yang begitu mencintaiku.Aku malu karena telah menyia-nyiakan cintanya selama ini.Bahkan aku tak tersadar kalau selama ini Ibuku sangat mencintaiku.Timbul Tekad ku untuk membahagiakan Ibuku.Yang telah berperan sebagai Ayahku juga.Itu tekadku….
Kondisiku mulai membaik.Tubuhku mulai segar..Membuatku semakin bersemangat.Asap laknat yang dulu menyelimutiku,kini telah sirna.Aku sudah benar-benar meninggalkannya.Walau syahwat tak lelah mengajakku untuk menghisap batang batang laknat itu.
Tak ada lagi hasrat untuk kembali ke Warungnya Lek Sri.Tersadar olehku kini bahwa aku telah tertipu oleh egoku dan syahwatku sendiri.Tak ada kebanggaan sedikitpun yang bisa aku lakukan ketika aku asih merokok kecuali hanya menyia nyiakan waktu senjaku.Kini Ritme hidup yang mengatur diriku telah aku rubah.Tak ada Kopi atau sebatang rokok,tapi aku mengisi dengan belajar membaca Alquran dari ibu tercinta.Tak ada rasa malu meski sebesar ini aku belum bisa membacanya.Ini lebih baik dari pada tidak sama sekali.
Aku jengah melihat kepulan asap menari-nari si warung itu.Aku muak.Tapi aku juga kasihan ,dan tak tega teman-temanku terjebak asap laknat di warung LeK Sri.Aku merasa berdosa jika aku telas ter bebas dari asap laknat itu sementara temanku masih terjebak.Ada sebuah tekad.ingin mengajak mereka semua meninggalkan asap beracun itu.Memang beresiko.tapi aku harus berusaha.Apa yang aku lakukan bukan sesuatau yang mudah. tapi aku harus berusaha.Tak ada salahnya aku kembali ke warungnya Lek Sri.Aku yakin teman-temanku pagi ini masih berkumpul di sana.
Ku langkahkan kakiku,Warung Lek Sri adalah tujuanku.Ku lihat teman-temanku masih asyik bercanda di sana.Tak ada yang berubah ,tetap asap mengepul,menari-nari menggoda para pecandu tuk segera menghambur memeluknya.Tapi aku kesana tidak untuk memberikan ruang untuk syahwatku bernostalgia.

Senin, 23 Januari 2012

ANGKOT KENANGAN

Melihat belantara jalan begitu padat,males sebenarnya untuk pergi jauh.Apalagi harus berkendara.Tapiiii.......
Aku harus tetap beranjak,karena celana ini harus segera di jahit.Malu rasanya  bila terlihat sama teman teman.Bisa jadi bahan olokan seharian.Mau nggak mau aku harus ke Sayati,mencari tukang permak celana,untuk menambal celana ini.Itu juga berarti aku harus menelusuri belantara jalan yang begitu padat dengan kuda besi.Serangga berkaki empatpun  berjubel menjadi jalan itu penuh sesak tak bergerak.Tak kalah ruwet si hijau pun parkir sembarangan berebut penumpang.Aku pun jadi salah satu orang yang jadi rebutan itu.Aku terpaksa naik dan berharap kan segera sampai Ke Sayati.Semua melata, merayap ,pelan..pelan sekali,membuat aku sangat jengah.Si hijau terus saja merayap dan terus merayap,hingga si sebuah gang, si hijau berhenti.Ada calon penumpang,yang sepertinya ingin menggunakan jasanya.Ku lihat ada dua wanita,yang satu setengah baya, dan satunya lagi sepertinya masih gadis,karena dari cara berpakaian yang stylish,aku bisa memastikan kalau memang dia masih belia.
Dan memang benar dugaanku.aku kurang tahu apakah mereka anak Ibu ,atau saudara.dan memang aku tak perlu  tahu itu."Ya,,,mungkin sedikit  mengusir jengahku,lumayan juga untuk cuci mata."Pikirku.He he he he he.
"Lek,,,,,,mau Anik titip kok nukokne jaket sisan yen neng Sayati.Mau Sms karo aku".Aku terperangah,,,kaget,,mungkin juga senang.Dialek jawa begitu faseh keluar dari mulut kedua wanita tadi.Aku merasa senang aja bisa bersua dengan sesama perantau,tapi aku diam,berusaha menyembunyikan identitasku sebagai orang jawa.Sungguh bukan  karena malu,aku cuma menjaga sikap saja.Kan nggak asyik kalau aku SKSD,Sok kenal sok dekat dengan mereka.Aku cuma terdiam dan terus menyimak obrolan mereka.Sebenarnya nggak enak juga, tapi karena aku paham bahasa itu,mau tidak mau aku pun begitu jelas mendengar obrolan mereka.Dan memang aku sangat menikmati sejenak afmosfer jawa di angkutan itu.Serasa diri ini terhantar ke Kampung halaman,di daerah Wonogiri yang selalu ku rindukan.Gunung Gajah Mungkur yang selalu ku singgahi ketika aku mudik,sampai Obyek Wisata batu seribu,berseliweran dalam memoriku.
Masih segar dalam ingatanku, waktu itu aku bersama teman-teman sepermainan waktu kecil, reunian Hiking  ke Gunung Gajah Mungkur,rasa bahagia itu begitu menbuncah,tak bisa tertuangkan dalam sebuah ungkapan.Canda tawa,guyonan,olok2an,smua membuat acara reunian itu menjadi ajang kangen .Sepanjang pendakian kami saling bercerita tentang masa kecil kami yang sangat menyenangkan,,,.Kesempatan itu juga kami manfaatkan untuk berkisah tentang perjalanan hidup masing masing yang menghantar menjadi manusia urban.Iwan sahabat kecilku,yang tetap kecil ini bercerita tentang kelahiran pertamanya."Sebelum puasa kemaren Anakku lahir ,,wah cuakepe seperti bapaknya, he he he he".Dengan bangganya Iwan mengenalkan anaknya itu."Iya  asal ngga hitam dan pendek kaya bapaknya".Celetuk Imran,yang di sambut gelak tawa kami semua."Hamdulillah,puasa kemaren aku mengkhitbah wanita idamanku.Insyaalloh nati habis lebaran akad nikah dan walimahannya.Ilyaspun tak mau kalah untuk berbagi kebahagianya.Kami semua mengucapkan selamat Barakallahu laka wa baroka alaika  wa jama'a baina kuma fi khoir.Yang di amini begitu dalam oleh Ilyas.Imran pun yang sudah dulu berumah tangga bercerita tentang prestasi anak sulungnya yang menjadi juara satu lomba bulu tangkis tingkat Provinsi.Selang beberapa detik,semua mata tertuju padaku,tatapan mereka begitu dalam ,seolah mengharap sebuah jawaban.Aku juga tahu maksud dari tatapan mereka itu.Tatapan mereka,seolah bertanya." Kamu kapan menyusul?????".Ah ... tak akan aku jawab,dan memang tak perlu aku jawab."Wah ,,, tuh lihat air terjun itu,,indah banget, mandi dulu yuk,biar tak terlalu gerah",Ajakku untuk mengalihkan tanya tersirat mereka,yang memang sangat sulit aku jawab,untuk urusan yang satu ini aku memang kurang beruntung di bandingkan dengan sohib-sohibku ini.Aku sering gagal untuk melanjutkan sebuah proses ta'aruf menjdi sebuah khitbah,,berkali-kali aku coba,tapi aku selalu gagal,untuk melanjutkannya.Entah kenapa seperti itu,mungkin aku yang terlalu tinggi membuat kriteria,atau memang aku orang yang sulit untuk mencintai.

Sebuah tanya (?)

Curhat dan berbicara masalah penyakit mata yang aku derita tak ada bosannya bagiku,meski bagi teman semuanya itu bukan masalah yang penting tapi bagiku,itu sangat luar biasa berpengaruh pada masa depan dan karierku.Di sini aku tak mau berbicara masalah manfaat mata dan fungsi besarnya dalam kehidupan kita,tapi mungkin aku hanya akan membahasanya,betapa pentingnya mata bagiku dan tentunya bagi teman semuanya.Apa yang aku derita,aku alami saat ini pasti membuat kita berpikir.Minimal kita akan bertanya  "Ada apa ini?"Dan dari pertanyaan sederhana itu ,kita akan mencoba mencari sebuah jawaban,Dan dari jawaban itu kita akan melakukan sesuatu .Begitu pun diriku teman,Sejak awal memang aku kurang begitu peduli dengan penyakit mata yang aku derita ini.Aku hanya diamkan saja,karena buasanya akan sembuh dengan sendirinya,ketika penyakit mata ini kambuh.Itu mungkin kesalahan pertama saya."Membiarkan sesuatu yang kecil menjadi besar dan sulit di kendalikan".Dan ternyata sikap seperti itu sangat lah buruk sekali.Sikap itu terus berlanjut ,hingga suatu ketika aku benar benar mengalami gangguan mata yang sangat serius dan membutuhkan pertolongan segera.Dalam tahap seperti itu baru tersadar betapa bodohnya aku dalam menyikapi sebuah penyakit ,ataupun masalah yang lain.Pertanyaan pertama sudah terjawab,berlanjut ke pertanyaan berikutnya.Apa aku terlambat menyadari semua ini???.Hemmmm dan jawabannya yah memang aku terlambat menyadari akan semua ini.Aku terlambat mengantisipasi,aku terlambat menyadari,untungnya aku masih punya harapan untuk melihat kembali,walau memang aku harus menerima ketika mata kiri saya tidak banyak harapan untuk kembali seperti semula/Mau tahukah teman apa jawaban dokter ketika aku ajukan pertanyaan seperti ini"Dok gimana dengan kondisi mata yang sebelah kiri?".Dokter pun dengan jelas mengatakan"Maaf untuk mata yang sebelah kiri ,kami tidak bisa menjamin bisa kembali seperti semula,kalaupun bisa di sembuhkan butuh waktu yang lama"."Trus kemungkinan terburuknya seperti apa dok?"."Anda akan mengalami penglihatan buram yang permanen."Sebuah jawaban yang jujur,tapi membuatku miris dan berpikir.betapa terlambat menyadari sesuatu membuat kita mendapatkan sesuatu yang lebih buruk pula.Jujur aku tak begitu terkejut dengan jawaban sang Dolter tersebut,Karena sebelumnya aku sudah berserah diri kepada Allah akan apa yang kan terjadi pada diriku.Pun tak lupa aku berharap moga cepat disembuhkan dari penyakit yang tengah aku derita ini.Dan sikap itulah yang muncul dan membuatku lebih tenang dan siap menghadpai semua yang terjadi ini.
Berlanjut hari ,berlanjut pula logika ini berpikir atas kejadian yang menimpa.Apa ini sebuah cobaan hidup,Atau jangan jangan ini sebuah peringatan dari sikap sikapku yang terdahulu yang telah melenceng dari norma agama yang aku anut?Pertanyaan itu tentu mebuatku semakin serius memikirkan dan mengingat ingat atas apa yang telah aku lakukan tempo hari,,dan memang setelah aku ingat ingat kembali ,ada banyak hal yang telah melenceng dari kaidah kaidah agama yang aku anut.Dari situlah sedikit demi sedikit aku mencoba memperbaiki apa yang di rasa salah .Dan mempertahankan apa yang sudah baik.Dan semua itu butuh proses       yang lama ,
Saat ini saat aku tulis tulisan ini kondisi mata ku belum sepenuhmya pulih,Tapi keinginan yang kuat untuk menulis mengalahkan rasa sakit yang aku rasa,Karena bagiku menuilis adalah energi terbarukan yang mampu menggedor semangat hidupku,energi yang mampu mebakar asa dalam hidupku.Aku berharap semua nya akan semakin baik dan lebih baik lagi.Dari setiap apayang terjadi pada diriku semoga mampu menjadikanku menjadi manusia yang lebih dan lebih baik lagi. Dan yang tak pernah aklu lu[pakan adalah meminta doa kepada teman teman  untuk sudi kiranya memberikan seuntai doa untuk kesebuhab jiwa ,kesembuhan akhlag dan kesembuhan bathin,