Perjalanan kali ini aku sempatkan untuk menuju ke sebuah Mushola kecil di kampung halaman.Mushola ini memang kecil tapi sangat berkaitan erat atau bahasyang lebih tepat sangat berhubungan secara emosiaonal denganku.Baiklah akan aku ceritakan sedalam apakah hubungan emosionalku dengan Mushola Ini.Saat itu,aku agak lupa kapan tahun kejadiannya,aku adalah orang yang sangat pemalu.Usiaku menganjak Remaja.Masih aku ingat waktu itu aku masih duduk di kelas satu SMP.Saat itu ada pembanguna Mushola itu.Niat hati ingin membantu,tapi aku tak berani untuk keluar Rumah.Sampai akhirnya Mushola itu jadi,tak seharipun aku membantu membangun Mushola itu.Aku merasa sangat bersalah karena tak membantu pembangunan Mushola Itu.Aku seolah menanggung beban yang amat sangat berat.Ada perasaan aneh yang menuntunku untuk pergi ke Mushola itu.Aku jadi ingin sholat dan beribadah ke Mushola itu.Keinginan itu begitu kuat tertancap dalam sanubariku.Aku tidak tahu apa artinya semua itu.Sebelumnya meski sudah beranjak Remaja aku belum terlalu mengenal agama yang ku anut.Orang tuaku tak memberitahu ku tentang agama yang ku anut.Aku hanya tahu Agamaku Islam,tapi aku belum terlalu tahu apa itu Islam.Aku hanya beberapa kali ikut pengajian Iqro,Itupun cuma ikut ikutan teman.Tapi waktu itu aku sangat ingin sekali ke Mushola itu.Dengan segenap keberanian yang aku punya dan ilmu yang aku tahu tentang sholat dan baca Quran yang sangat Minim,Aku berangkat Ke Mushola itu.Dan malam itu menjadi malam yang pertama bagiku untuk beribadah Kepada Allah.Dan belakangan aku baru aku ketahui itu adalah sebuah Hidayah. Dengan penerimaan itu aku merasa sangat bahagia dan semakin bersemangat untuk beribadah Mushola .Bahkan sebuah anugerah tersendiri bagiku,Karena bersamaan dengn itu Ada seorang Pemuda yang denga suka rel mau mengajari Ilmu agama .Aku semakin bersemangat,teman teman yang sepantaran dengan ku pun tak kalah bersemangat.Namanya Mas Parno.Selain mengajari Cara Sholat Dan Baca Qur'an,Dia juga mengajari Ilmu Silat dan pernafasan.Tapi sayang semua itu harus cepat berakhir ,karena Mas Parno meninggal dunia karena kecelakaan.Kesedihan yang mendalam begitu terasa kami rasakan.
Setelah Mas Parno meninggal Dunia,Guru pencat silat di lanjutkan Oleh Mas Agung.Dia mengajari Ilmu pernafasan,Aku sangat senang dengan semua itu.Tapi sayang lama lama,Ajaran Mas Agung agak melenceng dari agama,karena mulai menggunakan jimat dan susuk.Untung aku belum terlalu jauh mengikuti ajaran itu,Karena keburu di bawa merantau oleh kakaku.Walaupun sebenarnya aku berat meninggalkan kampung halaman.
Sekarang sudah tahu kan kenapa mushola itu sangat berhubungan erat secara emosional dengan diriku.
Hari Kamis yang lalu,aku memang berniat untuk mengabadikan Mushola itu.dan hasilnya bisa teman teman nikmati.Jangan di koment ya kalau hasil jepretannya kurang bagus,maklum bukan Fotografer Profesional dan kamera pun,kamera hape.
Ada kejadian yang menggelitik waktu aku mencoba mengambil gambar ini di mushola itu.Tanpa aku tahu datang Mbah Karmo,penghuni rumah di dekat mushola itu .Tanpa aku sadari dia telah berdiri di dekat sepeda onthel dan seolah berpose untuk segera di jepret kamera.Aku pun tak menyia nyiakan moment ,lansung aku klik kamera dua kali,dan benar adanya.Posenya begitu natural dan apa adanya.Dan menurutku sangat bagus sekali.ini dia gambarnya.Dari semua moment itu sungguh sangat mengesankan dan sangat mengobati rasa dahaga akan kerinduan kampung halaman.Dan aku tak akan menyia nyiakan itu.Berlanjut ke cerita berikutnya yaaaa.......


kampung halaman memang selalu punya cerita.. bikin kangen..hehe
BalasHapusditunggu lanjutan kisahnyaaa....
memang,,ni ide juga masih numpuk di kepala tuh,,,makasih ya komentnyaaa
BalasHapus