Ada sebuah rasa yang mengalir begitu deras dalam sanubariku.Semua hadir begitu saja,tanpa dapat aku bendung.Ada sebuah masalah yang hanya bisa aku urai ketika aku dedah dengan sebuah kata.Semua bisa begitu mudahnya mengalir ,masalah seperti begitu mudah teratasi ketika semuanya tertuang dalam bentuk tulisan.Memang aku selalu merindukan saat saat seperti ini,ketika semua terasa cair dan melelelh menjadi sebuah inspirasi /"Hah!!!!! masalah kok bisa jadi inspirasi???"Bukan sesuatu yang aneh kalau semua oitu terjadi,,karena bagiku setiap masalah ada solusinya dan lebih dari itu semua bisa menjadi indah kalau kita pandai menyikapi mmasalah itu.Betul tidak??? saya yakin semua kan sepakat dengan pernyataan saya tadi.Dan tahu kah amu saat ini saya sedang menikmaati setiap energi energi yang mengalir dalam sanubariku dan aku jelma kan menjadi sebuah tulisan yang semoga bisa menjadikan setiap apa yang aku tulis menjadi motivasi untuk diri aku sendiri.Ahhhh betap indahnya hidup ini kalau kita memang pandaio menyikapi setiap apa yang menimpa kita dengan tepat .Banyak hal yang aku ingin tulis saat ini.semuanya antri satu persatu berurai menjadi kata kata yang penuh makna ."He he walau agak sedikit ngawur sih",tapi akan ku ikat semua apa yang terpilirkan dalam memoriku ini,,Istilahku mah,,menabunmg ide,bila suatu saat di butuhkan tinggal baca dan di klembangkan ,,,baguskan...Hemmm,,sudah waktunya rehattt,,mo tidur ,,yang jelas aku kangen ingin menulis agyyyy
ketika diri berazam untuk berkarya,sebagai wujud aktualisasi diri,kerana diri ini punya potensi yang harus di asah dan di uji
Sabtu, 03 Desember 2011
Sabtu, 27 Agustus 2011
Selasa, 23 Agustus 2011
Dalam perjalanan pulang
Kerimduan yang mengantarlam aku untuk bersegera kembali ke kampung halaman.Itu juga kenapa au menolak ajakan Pakdhe untuk pulang lusa depan.
"Wis besok saja tho mudiknya,istirahat barang sehari atau dua hari di sini.Apa kamu tidak cape apa?"Tanya Padhe ketika berusaha mengurungan niatku.
"Ndak Dhe,aku sudah nda sabar.Bayangan di jawa sudah menggelayut di mataku.Au juga kasihan Bapak sama Ibu.Merea sudah merinduan kehadiran anak anaknya.Padhe kan tahu,kaa dan adiku nda bisa pulang.Aku ta ingin kesedihan orang tuau bertambah karena aku nda kunjung pulang."
"Yo sudah ndak apa apa kalau kamu sudah nda sabar,ati ati aja di jalan"
"Ya Dhe ,maaf sekali aku nda bisa pulang bersama besok lusa".
"Udah jangan di pikirkan"
Prapto berangat sore itu juga.Dia pulang menggunakan Kereta Api ekonomi karena alasan ongkos yang murah meriah.Apa lagi sekarang ada pembatasan penumpang,hingga kemungkinan berdesak desakkan dengan penumpang lain sangat sedikit.Meski juga ada kemungkinan dia tidak aan ebagian tiket karena pembatasan itu.Dari awal Prapto aam mudik bareng dengan Ahmad yang biasa di panggil Pakdhe.Padhe adalah teman satu kerja di Pabri Textil tempat Prapto bekerja.Tapi rencana itu Dia batalkan serelah dia mendapat telepon dari Bapaknya .Sang Bapak mengabarkan kalau Ibunya sangat bersedih karena anaknya tidak bisa pulang semua pada lebaran kali ini.Hati Prapto tak mau melihat dan mendengar kesedihan Ibunya berlarut larut.Dia pun memutuskan untuk pulang lebih awal dari rencana semula supaya bisa secepat mungkin hadir menemui Ibunya untul sedikit menghiburnya.
Ini adalah lebaran yang keseian kalinya.Dan lebaran kali ini pun saudara kandung ta ada yang bisa pulang.Sisri kakaknya Prapto ta bisa pulang karena sedang hamil tua.di tambah tak ada beaya untuk membawa suami dan ketiga anaknya.Merantau Ke Bandung dengan niat memperbaiki kehidupan ekonomi ,tapi malas membuatnya terdampar di Kota itu.Padahal Sisri sudah berusaha dengan keras untuk mengumpulan pundi pundi uang,tapi selalu kesulitan untuk mengumpulkannya.Bahan lebih sering kurang daripada cukupnya untuk memenuhi kehidupan keluarganya.Apalagi sekarang dia sedang mengandung ana ke empatnya.Dalam kandungannya yang mulai membesar Dia sidah tak mampu membantu suaminya untuk mencari nafkah.Dan kini hanya mengandalkan suaminya yang jualan bakso keliling..Prapto pun tida bisa memaksa kakanya untuk pulang.
Sebelum pulang Prapto menyempatkan mampir ke rumah adiknya.
"Tahun kemarin kamu ndak pulang,mbol di usahakan tahun ini bisa pulang tho dik.Ibu sudah kangen sama cucunya yang lucu itu."Bujuk Prapto pada adiknya.
"Sebenarnya aku juga pingin banget pulang mas,putri juga dari kemaren sudah merengek renge padaku minta pulang ke jawa.Pingin ketemu sama neneknya ,tapi ta pikir pikir biayanya ndak cukup untuk membawa anak dan istriku .Kalau aku belum punya anak istri mungkin aku pulang naik kereta Ekonomi"
"Lha memang apa bedanya,kamu sekarang juga bisakan membawa anak istrimu naik kereta ekonomi?"
"Aku ndak tega mas,melihat anak isteimu berdesak desakan di dalam kereta.Dan kalau aku naik Bis pasti omgkosnya membengkak hingga seratus persen lebih.Nanti saja kalau lebaran haji aku usahakan pulang."
Prapto juga tak bisa meyakinkan adiknya untuk pulang.Mereka sudah terlarut dengan masala mereka sendiri dan tidak mau berkorban untuk Orang tua mereka yang sangat merindukan kehadiran mereka.Padahal orang tua merela tidak mengharapan di berian harta ,tapi hanya mengharapkan kehadiran mereka di hari yang penuh kemenangan nanti.Hari Raya Idul Fitri nanti.
Sore itu Prapto menuju Ke Stasion Padalarang untu memesan tiket kereta ekonomi Kahuripan.Sengaja dia berangkat sore hari untuk menghindari antrian dan bisa mendapat tempat duduk.Karena menjelang Lebaran biasanya PT.Kereta Api menjual tiket dengan bebas tempat duduk.Dengan begitu siapa yang datang lebih awal kemungkinan mendapat tempat duduk juga akan semakin besar.Tanpa butuh waktu lama Prapto sudah mengantongi tiket seharga tiga puluh satu ribu rupiah.Harga yang sangat murah meriah bila di bandingkan dengan jenis angkutan yang lain.Hati Prapto sudah tidak sabar ingin segera sampai ke kampung halaman.Dia sudah membayangkan suasana yang panas,pepes ikan asin buatan Ibunda tercinta.Dia memang sengaja tidak memberitahu keberangkatannya pada Ibunya,karena Prapto akan memberian kejutan.Hatinya semakin berdebar ketika kereta yang akan di tumpanginya telah datang.Dia langsung naik dan berharap segera sampai ke kampung halaman.
Menikmati suara kereta di saat sang surya mulai mengintip di ufuk sana.pagi ini kereta sudah sampai di stasiun Tugu Yogyakarta.Sekitar satu jam lagi sampai di stasiun jebres Solo.Hatinya semakin berdesir apa lagi sejak tadi malam hapenya mati,karena baterainya habis.Sehingga menahan dirinya untuk menghubungi Ibunya.
Satu jam telah berlalu.Prapto sudah sampai Di Stasiun jebres.Perjalanan mash lumayan lama.Dia harus naik bis lagi untuk mencapai kampung halamannya."Ah nanti charger hapenya di rumah saja" pikir Prapto."Aku sudah nda sabar ketemu Ibu.
Dari kejauhan sudah tampak atap Rumahnya."kiri mas"Prapto memberi Isyarat kepada tukang ojeg untuk berhenti.Melihat rumahnya Prapto segera menghampiri."Assalamualikum" Prapto mengetuk pintu.Di ulangnya beberapa kali tapi tak kunjung ada yang membukaan pintu."Weh Mas Prapto pulang tho?"Dari belakang Sumi tetangganya mengagetkannya.
"Iya Sum,kamu lihat bapa dan Ibuku ndak?".
"Kemarin Bapak dan Ibunya Mas Prapto berangkat Ke Bandung,serelah mendapat kabar kalau mabak Sisri Melahirkan,Kemarin katanya sudah menghubungi Mas Prapto tapi atanya Hapenya tidak aktif."
Aku hanya tertindu lesu mendengar semua itu.Dan menahan kebahagiaan yang sudah menbuncah dalam hatiku
"Wis besok saja tho mudiknya,istirahat barang sehari atau dua hari di sini.Apa kamu tidak cape apa?"Tanya Padhe ketika berusaha mengurungan niatku.
"Ndak Dhe,aku sudah nda sabar.Bayangan di jawa sudah menggelayut di mataku.Au juga kasihan Bapak sama Ibu.Merea sudah merinduan kehadiran anak anaknya.Padhe kan tahu,kaa dan adiku nda bisa pulang.Aku ta ingin kesedihan orang tuau bertambah karena aku nda kunjung pulang."
"Yo sudah ndak apa apa kalau kamu sudah nda sabar,ati ati aja di jalan"
"Ya Dhe ,maaf sekali aku nda bisa pulang bersama besok lusa".
"Udah jangan di pikirkan"
Prapto berangat sore itu juga.Dia pulang menggunakan Kereta Api ekonomi karena alasan ongkos yang murah meriah.Apa lagi sekarang ada pembatasan penumpang,hingga kemungkinan berdesak desakkan dengan penumpang lain sangat sedikit.Meski juga ada kemungkinan dia tidak aan ebagian tiket karena pembatasan itu.Dari awal Prapto aam mudik bareng dengan Ahmad yang biasa di panggil Pakdhe.Padhe adalah teman satu kerja di Pabri Textil tempat Prapto bekerja.Tapi rencana itu Dia batalkan serelah dia mendapat telepon dari Bapaknya .Sang Bapak mengabarkan kalau Ibunya sangat bersedih karena anaknya tidak bisa pulang semua pada lebaran kali ini.Hati Prapto tak mau melihat dan mendengar kesedihan Ibunya berlarut larut.Dia pun memutuskan untuk pulang lebih awal dari rencana semula supaya bisa secepat mungkin hadir menemui Ibunya untul sedikit menghiburnya.
Ini adalah lebaran yang keseian kalinya.Dan lebaran kali ini pun saudara kandung ta ada yang bisa pulang.Sisri kakaknya Prapto ta bisa pulang karena sedang hamil tua.di tambah tak ada beaya untuk membawa suami dan ketiga anaknya.Merantau Ke Bandung dengan niat memperbaiki kehidupan ekonomi ,tapi malas membuatnya terdampar di Kota itu.Padahal Sisri sudah berusaha dengan keras untuk mengumpulan pundi pundi uang,tapi selalu kesulitan untuk mengumpulkannya.Bahan lebih sering kurang daripada cukupnya untuk memenuhi kehidupan keluarganya.Apalagi sekarang dia sedang mengandung ana ke empatnya.Dalam kandungannya yang mulai membesar Dia sidah tak mampu membantu suaminya untuk mencari nafkah.Dan kini hanya mengandalkan suaminya yang jualan bakso keliling..Prapto pun tida bisa memaksa kakanya untuk pulang.
Sebelum pulang Prapto menyempatkan mampir ke rumah adiknya.
"Tahun kemarin kamu ndak pulang,mbol di usahakan tahun ini bisa pulang tho dik.Ibu sudah kangen sama cucunya yang lucu itu."Bujuk Prapto pada adiknya.
"Sebenarnya aku juga pingin banget pulang mas,putri juga dari kemaren sudah merengek renge padaku minta pulang ke jawa.Pingin ketemu sama neneknya ,tapi ta pikir pikir biayanya ndak cukup untuk membawa anak dan istriku .Kalau aku belum punya anak istri mungkin aku pulang naik kereta Ekonomi"
"Lha memang apa bedanya,kamu sekarang juga bisakan membawa anak istrimu naik kereta ekonomi?"
"Aku ndak tega mas,melihat anak isteimu berdesak desakan di dalam kereta.Dan kalau aku naik Bis pasti omgkosnya membengkak hingga seratus persen lebih.Nanti saja kalau lebaran haji aku usahakan pulang."
Prapto juga tak bisa meyakinkan adiknya untuk pulang.Mereka sudah terlarut dengan masala mereka sendiri dan tidak mau berkorban untuk Orang tua mereka yang sangat merindukan kehadiran mereka.Padahal orang tua merela tidak mengharapan di berian harta ,tapi hanya mengharapkan kehadiran mereka di hari yang penuh kemenangan nanti.Hari Raya Idul Fitri nanti.
Sore itu Prapto menuju Ke Stasion Padalarang untu memesan tiket kereta ekonomi Kahuripan.Sengaja dia berangkat sore hari untuk menghindari antrian dan bisa mendapat tempat duduk.Karena menjelang Lebaran biasanya PT.Kereta Api menjual tiket dengan bebas tempat duduk.Dengan begitu siapa yang datang lebih awal kemungkinan mendapat tempat duduk juga akan semakin besar.Tanpa butuh waktu lama Prapto sudah mengantongi tiket seharga tiga puluh satu ribu rupiah.Harga yang sangat murah meriah bila di bandingkan dengan jenis angkutan yang lain.Hati Prapto sudah tidak sabar ingin segera sampai ke kampung halaman.Dia sudah membayangkan suasana yang panas,pepes ikan asin buatan Ibunda tercinta.Dia memang sengaja tidak memberitahu keberangkatannya pada Ibunya,karena Prapto akan memberian kejutan.Hatinya semakin berdebar ketika kereta yang akan di tumpanginya telah datang.Dia langsung naik dan berharap segera sampai ke kampung halaman.
Menikmati suara kereta di saat sang surya mulai mengintip di ufuk sana.pagi ini kereta sudah sampai di stasiun Tugu Yogyakarta.Sekitar satu jam lagi sampai di stasiun jebres Solo.Hatinya semakin berdesir apa lagi sejak tadi malam hapenya mati,karena baterainya habis.Sehingga menahan dirinya untuk menghubungi Ibunya.
Satu jam telah berlalu.Prapto sudah sampai Di Stasiun jebres.Perjalanan mash lumayan lama.Dia harus naik bis lagi untuk mencapai kampung halamannya."Ah nanti charger hapenya di rumah saja" pikir Prapto."Aku sudah nda sabar ketemu Ibu.
Dari kejauhan sudah tampak atap Rumahnya."kiri mas"Prapto memberi Isyarat kepada tukang ojeg untuk berhenti.Melihat rumahnya Prapto segera menghampiri."Assalamualikum" Prapto mengetuk pintu.Di ulangnya beberapa kali tapi tak kunjung ada yang membukaan pintu."Weh Mas Prapto pulang tho?"Dari belakang Sumi tetangganya mengagetkannya.
"Iya Sum,kamu lihat bapa dan Ibuku ndak?".
"Kemarin Bapak dan Ibunya Mas Prapto berangkat Ke Bandung,serelah mendapat kabar kalau mabak Sisri Melahirkan,Kemarin katanya sudah menghubungi Mas Prapto tapi atanya Hapenya tidak aktif."
Aku hanya tertindu lesu mendengar semua itu.Dan menahan kebahagiaan yang sudah menbuncah dalam hatiku
Minggu, 31 Juli 2011
Ada apa denganku(part 2)
Berasa ada gundah yang menggelayut dalam relung terdalam hati ini.Beberapa hari ini semakin terasa tak nyaman dan membuatku khawatir .Satu demi satu kegundahan itu terpapang jelasdi depan ku ,tergambar dalam sebuah adegan yang membuatku semakin gundah "Ada apa ini?" ada sebuah tanya yang harus segera terjawab.Ya ada apa sebenarnya hingga aku di rundung gundah yang tak berkesudahan?Satu persatu coba aku kupas."Memang ada yang salah dalam pencarianku selama ini,,niat yang baik kalau tidak di laksanakan dengan cara yang baik akan berbuah ketidak baikan itu sendiri"Itu sebuah kesimpulan dari kegundahan yang mungkin aku rasakan saat ini.Betapa tidak ?Niat hati ingin menemukan patner sehidup semati,tapi aku tak mengindahkan etika yang benar dalam mencarinya,dan hampir saja termakan oleh kata kataku sendiri untuk tidak menjalin hubungan dengan orang yang bekerja satu pabrik denganku.Ayu wajahnya menyihirku,kecantikannya bak pualam.Indahhhh banget.Aku terpana Olehnya.Aku bermain api .Dan hampir terbakar kalau saja Allah tak segera menyadarkan aku atas kesalahan itu.Aku tergerak untuk mendekat dengannya,Dan semua itu tampak begitu mudah ketika dia merespon kedekatan itu,hingga aku bisa mendapatkan nomor hapenya.dan mulailah ada komunikasi yang neyiratkan saling tertarik satu sama lain.Aku cuek saja walau aku tahu dia telah punya seseorang yang dekat dengannya Aku datang ketika hubungan mereka mulai retak.Aku mecoba Cuek dan membiarkan itu semua mengalir,toh tak ada orang yang tahu akan hal itu,kecuali aku dan perempuan itu,tanpa aku sadari bahwa Allah setiap saat melihat dan tahu apa yang aku lakukan.Dalam bahagia semu itu ada yang begitu keras mengkritik tindakanku itu.Aku berusahaacu tapi kupingku panas juga mendengar kata kataku.Dia afdalah sang nurani yang matia matian menjaga hatiku untuk tetap lurus.Nuraniku berkoalisi dengan logika otakku untuk menyadarkan atas kesalahan jalan yang aku lalui Dan nuraniku pun tak pernah rela aku melakukan itu.Nuraniku selalu berteiak "Apa yang kau lakukan!!!!???,apa kamu tidak tahu kau akan menyakiti banyak orang dengan sikapmu itu,Apa kamu tak punya hati,bukankah dulu kamu telah diperlakukan seperti itu ,,Sakit bukan????Tapi kenapa kamu malah melakukan itu pada orang lain??"Aku tersadar semua itu adalah sebuah kesalahan.Dan aku harus segera meyudahi semua itu.Untungnya aku belum terlalu jauh berjalan ke arah situ,baru samapi tahap mengenal lewat sms aja.Mungkin dengan sikap ku ini aku telah menyakiti hati perempuan ituItu lebih baik dari pada nanti banyak orang yang akan tersakiti bila aku melanjutkan hubungan itu.Yah aku harus mundur dan menata hati ku kembali supaya tetap terjaga dari goda wanita yang hanya menebar kecantikan luar tapi kering kecantikan aklaq ,aku telah salah memilih,dan aku harus pergi........hampir saja aku terjungkal dalam goda itu,,,Astaghfirullah........
Minggu, 17 Juli 2011
ADA APA DENGANKU?
Ketika aku tahu jawaban itu ,aku tak akan bertanya padamu.Ketika aku sadar bahwa sulit menemukan sebuah jawab tentunya tak akan kau lontarkan pertanyaan ini padamu.
Hari hari yang sangat menyebalkan ku alami minggu minggu ini.Betapa tidak?Tidak di Rumah ,tidak di tempat kerja,semua satu sura menanyakan."Kapan kamu nikah?"Sebuah pertanyaan yang seharusnya menjadi sebuah pengharapan dan kabar kebahagian,tapi menjadi sebuah luka yang menganga bagiku.Ya,,, karena dengan pertanyaan seperti itu aku menjadi orang yang takkan mampu menjawabb dengan jawaban yang mungkin akan menyenagkan mereka.Hanya gelengan kepala dan kadang mengalihkan pembicaraan bila teman -temaku akan menjurus ke sana.Jurus ngeles.com ku akan membuat mereka terdiam sejenak,walau pun itu tak bisa membuatnya kapok untuk bertanya lagi."Hem sepertinya aku harus rajin berpikir untuk ngeles bila nanti teman teman ku menanyakan itu"Pikirku di saat aku termenung sendiri.Dalam kesendirianku jujur aku merindui seorang teman ,seorang patner bernama Istri tapi aku kesulitan untuk sekedar memilih atau menentukan pasangan ku kelak.Yah memang aku kebingunan sendiri,sebenarnya patner seperti apa yang aku cari??Ya itu juga pertanyaan yang tak bisa aku jawab."Kamu ini mempersulit diri kamu sendir"Itu komentar teman aku dengan sikapku yang nggak jelas itu.Yah untuk urusan ini memang aku bukan pujangga yang pandai merangkai kata.Aku selalu sulit untuk memulai dan mementujan.Ada apa denganku?????
Minggu, 10 Juli 2011
MENYAKITI HATI YANG LUKA
Tak terpikirkan olehku ,aku kan berucap sepeti itu.Aku tak tersadarkalau aku telah membuat hatinya luka....
Maafkan aku ,Itu yang bisa aku ucapkan berkali kali untuk menunjukkan rasa bersalahku dan penyesalan yang teramat dalam.Tak ada maksud dalam diriku untuk membuatmu terluka .Tak sedikitpun.Dalam malam yang mulai hening itu aku terpaku ,menyesal.Yang membuatku semakin merasa bersalah,ketika dia berucap sedang menghadapi masalah yang sangat rumit untuk diurai,dan kinia ku malah menambahinya dengan luka.Ah,,,betapa bodohnya diriku telah berucap seperti itu.tersadar memang lidah ini tak terjaga,mulut initak pandai berucap,yang ada hanya menggores luka,dan terus mnggores luka.maafkan aku,,,,,,,,,,
Maafkan aku ,Itu yang bisa aku ucapkan berkali kali untuk menunjukkan rasa bersalahku dan penyesalan yang teramat dalam.Tak ada maksud dalam diriku untuk membuatmu terluka .Tak sedikitpun.Dalam malam yang mulai hening itu aku terpaku ,menyesal.Yang membuatku semakin merasa bersalah,ketika dia berucap sedang menghadapi masalah yang sangat rumit untuk diurai,dan kinia ku malah menambahinya dengan luka.Ah,,,betapa bodohnya diriku telah berucap seperti itu.tersadar memang lidah ini tak terjaga,mulut initak pandai berucap,yang ada hanya menggores luka,dan terus mnggores luka.maafkan aku,,,,,,,,,,
Minggu, 19 Juni 2011
senyum dan pengemis
Sebenarnya sudah lama ingin aku kisahkan pada teman semua yang barangkali mau sejenak membaca tulisan ini.Tak ada maksud apapun kecuali hanya ingin berbagi dan berkisah.Dan inilah yang aku kisahkan pada teman semua.
Berawal dari keputusanku untuk jakil (jalan kaki,minjem istilah dari teman yang di lampung) karena sepeda motor aku istirahatkan di Kampung halaman.Dan ternyata jakil itu menyenangkan.Banyak hal yang tak terduga yang aku jumpai dalam acara jalan kaki ini.Melewati area persawahan ,gang gang sempit dan tentunya berpapasan dengan berbagai macam manusia lengkap dengan karakternya.Seperti yang aku jumpai di gang sempit ,tepatnya jalan setapak ,atau jalan alternatif menuju kompleks Industri Dimana aku bekerja di salah satu Pabrik yang berdiri di kawasan Industri itu.Seorang kakek Tua dengan pakain lusuh ,dan wajah yang melow,pokoknya melas banget dan memang itu modal utama seorang yang berprofesi menjadi seorang pengemis.Maaf kalau aku menggunakan kata profesi untuk pengemis ini.Karena pengemis itu sebuah pekerjaan yang mudah tapi menghasilkan banyak uang.Cukup dengan modal pakaian lusuh dan wajah melow, anda semua sudah bisa menjalani profesi ini.Berminat????.Sekiranya masih mampu berusaha jauhi itu kalau tak ingin wajah mu hilang di Akherat kelak.Maaf sekali lagi kalau aku seolah tidak suka atau subyektif berbicara tentang profesi ini.Jangan tersinggung ya untuk yang memilih profesi ini.......
Awalnya aku sedikit kasihan dan terbawa mellow dengan keadaannya.Makanya meskipun receh,jatuh juga uang ini ke dalam mangkuk kecil yang sengaja di pajang di depan Pengemis itu.Sehari ,dua hari aku masih melihat Bapak bapak itu di situ ."Hemm,,,sepertinya memang bapak itu mangkal di tempat ini "Pikirku.Setelah itu tak pernah aku jatuhkan barang sepeserpun berganti dengan senyum.Entah dapat ide dari mana.Tapi bukankah senyum itu ibadah.Mungkin itu cara yang lebih halus untuk menunjukkan rasa ketidak sujkaanku pada profesi ini.Dan jadilah senyum itu sebagai irama yang mengiringi setiap ketrokan mangkuk yang di bunyikan pengemis itu.Bapak pengemis itu selalu mengacungkan mangkuk kecil berisis beberapa uang receh dan di ayun ayunkan sehingga meninbulkan bunyi "cring,,,cring,,cring".Dan akupun hanya tersenyum dengan sodoran itu.Uang receh itu hanya pancingan saja,untuk menambah nuansa mellow.Sering aku lihat pengemis itu menghitung uang kertas yang lumayan banyak,dan yang membuatku tak habis pikir Pengemis itu dengan santainya menikmati sebatang rokok.Dan terlihat sangat menikmatinya.
sampai hari ini aku tetap berjalan kaki,dan pengemis itu masih aja dan tetap mengacungkan sebuah mangkuk kecil berisi recehan uang dan mengayun ngayunkannya.dan aku pun tetap tersenyum untuk melengkapi melodi pagi itu.jadilah senyum dan pengemis menjadi satu irama dalam acara jakilku
Berawal dari keputusanku untuk jakil (jalan kaki,minjem istilah dari teman yang di lampung) karena sepeda motor aku istirahatkan di Kampung halaman.Dan ternyata jakil itu menyenangkan.Banyak hal yang tak terduga yang aku jumpai dalam acara jalan kaki ini.Melewati area persawahan ,gang gang sempit dan tentunya berpapasan dengan berbagai macam manusia lengkap dengan karakternya.Seperti yang aku jumpai di gang sempit ,tepatnya jalan setapak ,atau jalan alternatif menuju kompleks Industri Dimana aku bekerja di salah satu Pabrik yang berdiri di kawasan Industri itu.Seorang kakek Tua dengan pakain lusuh ,dan wajah yang melow,pokoknya melas banget dan memang itu modal utama seorang yang berprofesi menjadi seorang pengemis.Maaf kalau aku menggunakan kata profesi untuk pengemis ini.Karena pengemis itu sebuah pekerjaan yang mudah tapi menghasilkan banyak uang.Cukup dengan modal pakaian lusuh dan wajah melow, anda semua sudah bisa menjalani profesi ini.Berminat????.Sekiranya masih mampu berusaha jauhi itu kalau tak ingin wajah mu hilang di Akherat kelak.Maaf sekali lagi kalau aku seolah tidak suka atau subyektif berbicara tentang profesi ini.Jangan tersinggung ya untuk yang memilih profesi ini.......
Awalnya aku sedikit kasihan dan terbawa mellow dengan keadaannya.Makanya meskipun receh,jatuh juga uang ini ke dalam mangkuk kecil yang sengaja di pajang di depan Pengemis itu.Sehari ,dua hari aku masih melihat Bapak bapak itu di situ ."Hemm,,,sepertinya memang bapak itu mangkal di tempat ini "Pikirku.Setelah itu tak pernah aku jatuhkan barang sepeserpun berganti dengan senyum.Entah dapat ide dari mana.Tapi bukankah senyum itu ibadah.Mungkin itu cara yang lebih halus untuk menunjukkan rasa ketidak sujkaanku pada profesi ini.Dan jadilah senyum itu sebagai irama yang mengiringi setiap ketrokan mangkuk yang di bunyikan pengemis itu.Bapak pengemis itu selalu mengacungkan mangkuk kecil berisis beberapa uang receh dan di ayun ayunkan sehingga meninbulkan bunyi "cring,,,cring,,cring".Dan akupun hanya tersenyum dengan sodoran itu.Uang receh itu hanya pancingan saja,untuk menambah nuansa mellow.Sering aku lihat pengemis itu menghitung uang kertas yang lumayan banyak,dan yang membuatku tak habis pikir Pengemis itu dengan santainya menikmati sebatang rokok.Dan terlihat sangat menikmatinya.
sampai hari ini aku tetap berjalan kaki,dan pengemis itu masih aja dan tetap mengacungkan sebuah mangkuk kecil berisi recehan uang dan mengayun ngayunkannya.dan aku pun tetap tersenyum untuk melengkapi melodi pagi itu.jadilah senyum dan pengemis menjadi satu irama dalam acara jakilku
Minggu, 29 Mei 2011
SANG PENODONG
Ku lihat kalender .Angka 2 yang tertera dalam kalender itu.Jauh jauh hari telah aku lingkari dengan spidol hitam.Itu aku sengaja untuk mengingatkan diriku bahwa tanggal itu sangat menyenangkan hatiku.GAJIAN.
Sebagai karyawan di sebuah toko ,itu merupakan hari yang paling menyenangkan.Setelah sebisa mungkin menghemat uang mengunci mulut menahan jajan karena tanggal tua kini aku mendapat dana segar dari kerja kerasku selama satu bulan ini.Corat coret di buku sudah siap,sebagai petunjuk barang apa yang aku butuhkan selama satu bulan ke depan.Kalau tidak aku lakukan bisa habis gajian ku bulan ini karena keasyikan belanja.Aku kapok,dan tak mau kejadian itu terulang.Aku memang suka keasyikan kalau sudah melihat barang barang terpapar di depanku.Aku pernah benar benar kehabisan uang,hingga harus berhutang kesana kemari.Huft!!!!! pengalaman yang menyedihkan.Dan aku tak mau jatuh dalam lubang dua kali.Makanya sekarang aku buat daftar belanja.
Dalam suka cita itu sebenarnya tersirat kegundahan dan ketakutan.Bukan karena Ibu kost yang sudah berada di depan kamar kontrakan atau karena ada dep kolektor yang menagih setoran ,ketakutan itu hanya bentuk kekhawtiran atau sebuah insting yang akan merusak keceriaan ku setiap aku menerima gaji.Aku sebenarnya tidak terlalu keberatan ketika dia datang .Toh kalau pun ada yang bisa aku bantu pasti aku akan membantunya,tapi aku cuma tidak suka karena sikap murah hati itu menjadikannya benalu dalam kehidupanku yang membuat aku tak nyaman dan serba salah.Itu yang membuatku gelisah dan berujung ketakutan kalau nanti sampai di rumah kontrakan aku bertemu dengannya.Dan bisa ku tebak kedatangannya.
Senja telah berpelukan erat dengan peraduan.Di sana warna orange semburat menandakan kalau siang kan segera berakhir dan berganti oleh malam yang penuh misteri.Tak bisa di tafsirkan bahwa malam adalah gelap ,malam adalah muram,tapi entahlah apa malam ini adalah pertanda yang membuat hatiku muram seperti apa yang aku takutkan tadi siang.Dengan menjinjing dua tas kresek berisi barang barang kebutuhanku selama satu bulan.Dari peralatan mandi sampai stock mie instant telah masuk dalam daftar belanjaanku.Berat juga ternyata,tapi tangan kekar ini tak keberatan membawa barang barang itu.
Gelisah itu semakin menderu dendam dalam hatiku dan berubah jadi phobia.Aku menoleh sebuah tempat kontrakan.Terlihat ada penghuni di situ yang sedang menonton tv.Aku terus melangkah dan agak mempercepat langkahku untuk segera sampai di kamar kontrakakanku.Agak sedikit lega ketika tadi ku lihat kamar kontrakan itu ada penghuninya.Berati dia tidak sedang menunggu kehadiranku di depan kontrakan seperti yang sudah sudah.Aku senang bercampur bingung.Tidak biasanya.Entah apa dia tersadar akan ulahnya yang tak membuatku nyaman,atau tadi dia sudah menunggu tapi aku tak kunjung datang ,jadi dia pulang.Ah entah lah aku tak mau memikirkan itu.Aku ingin segera sampai kamar kontrakan menaruh barang barang itu dan isturahat.Hampir seharian aku berkeliling muter muter mencari barang yang aku butuhkan.Dan sekarang waktunya istirahat.
Orang yang aku maksud adalah kakaku sendiri .Dia ngontrak di dekat tempatku ngontrak,jadi memang tak terlalu jauh.Kamar kontrakan yang aku perhatikan tadi adalah kamar kontrakan kakakku yang di huni bertiga dengan suami dan anaknya.Suaminya hanya pedagang bakso keliling dan dia sendiri jualan jamu ,dan kerja serabutan untuk membantu mencukupi kebutuhannya.Aku salut dengan perjuangannya.Dia kuat dan tak mudah menyerah.Berbuat apapun untuk mencukupi kebutuhannya.Satu hal yang membuatku agak menjauh.Dia tak bisa di percaya dan terlalu meremehkan segala sesuatu.Menganggap enteng semua urusan yang kadang juga membuatku jengah.Hampir setiap bulan dia itu datang kepadaku dan meminjam uang dengan berbagai alasan.Untuk bayar sekolah anaknya lah ,untuk tambahan modal dagang suaminya lah.Dan yang membuatku sangat tak nyaman ketika dia dengan enteng bilang."Gampang ,,,minggu depan kau bayar" dan biar terkesan meyakinkkan dia membual berbicara bahwa minggu depan dia dapat uang lumayan banyak dan akan di bayarkan kepadaku.walau aku tahu itu semua hanya bualan karena aku tahu tak mungkin dia mendapatkan uang untuk membayar utang,untuk memenuhi kebutuhan saja kadang tak cukup.Yang membuat aku semakin muak ketika dia mendoktrinku bahwa saudara harus saling membantu ,saling menolong."Saling?" tanya ku dalam hati.Selama ini dia yang selalu meminta bantuan kepadaku.Di mana kata saling itu bisa dia gunakan?.Aku benar benar tak habis pikir dengan perkataan itu.Ada saatnya aku begitu iba dengan keadaanya kakaku memang tak seberuntung diriku,walau kondisiku sendiri tak jauh beda dengan kakaku.Meski aku punya gaji lumayan tapi setengah dari gaji ku aku sisihkan untuk angsuran sepeda motor yang masih lama selesainya.Suatu saat aku sangat memendam amarah pada kakaku itu.Di saat aku sedang kesulitan dana dan sebentar lagi jatuh tempo setoran akan habis dia malah pinjam uang itu ,padahal sudah aku kasih alasan bahwa uang itu akan aku gunakan untuk angsuran sepeda motor tapi dia memaksa dan berjanji nanti pas jatuh tempo uang itu akan di kembalikan.Aku sudah cemas kalau dia sudah berkata seperti itu.Seperti yang aku katakan kakakku itu tak bisa aku percaya,Janji nya tak pernah di tepati dan ketika uang itu akan di tagih dia mengiba dan merengek ,menceritakan kepedihan hidupnya.Dan itu memang mujarab.Aku luluh.Akhirnya aku harus jatuh bangun mencari pinjaman ke teman temanku.Rasa marah yang terus bertumpuk dan bertumpuk itu terus saja terus mengendap dalam hatiku tak mungkin aku keluarkan.Bagaimanapun dia tetap saudara kandungku sendiri.Tak mungkin aku berbuat tega ,yang bisa aku lakukan hanya memendam kekesalan dan amarah ini dan berupaya untuk membuat semua itu terhenti.Tanpa ada konflik yang membuat ikatan darah ini terputus.Aku berusaha berbesar hati."tok tok tok".Ada suara pintu di ketuk mebuyarkan pikiranku.dadaku berdegup kencang dan semakin kencanh terbayang di balik pintu itu adalah monster yang siap mencabik cabik diriku.Dengan gigi taringnya yang tajam dan kukunya yang siap menghabisi nyawaku.Pintu ku buka.."Pinjam uang untuk tambah modal dagang mas mu" dahiku mengeryit dan kedua alisku bersatu.Dan ketakutanku benar terjadi
Minggu, 22 Mei 2011
WARUNG LELAKI
Temaram masih membungkus pagi ini,meski semburat orange menggantung di ufuk sana.Pagi ini memang masih buta,menyisakan para pemalas yang tak mungkin terjaga,kecuali bila alarm di hapenya sudah berteriak teriak entah yang ke berapa kali...
Tapi aku tak mau terbawa suasana hipnotis itu.Aku harus segera terjaga.Menunaikan kewajiban dan beraktifitas sesegera mungkin.Bagi buruh sepertiku waktu adalah pecut,yang siap melesatkan hukuman bila tak bersegera menyambutnya.Tetangga ku yang hampir semua masih melajang,tak sesibuk diriku,mereka masih merasa eman,untuk menghabiskan pagi ini,dengan aktifitas."Ah ngapain capek capek bikin sarapan,mending beli nasi kuning saja Di warungnya Mak titin,Tinggal pesan,bayar dan perut kenyang deh".Kilah mereka ketika aku ajak untuk menyiapkan sarapan sendiri.Sebenarnya Gaji ku sebagai buruh pabrik mencukupi untuk hidup dengan cara seperti itu,bahkan lebih.Aku melakukan itu bukan semata untuk menghemat anggaran,tapi lebih dari itu.Aku ingin lebih bisa menghargai jerih payahku,mandiri,dan memanfaatkan waktu sebaik mungkin.Dan sudah barang tentu kita bisa menjamin kebersihan dari asupan makanan yang kita makan.Selain juga kita bisa makan apa yang kita inginkan."Bosen kale kalau setiap hari sarapan nasi kuning".Sungutku pada teman teman kos ku yang pemalas itu.Setelah mencuci beras dan menanaknya dalam rice cooker.Aku berniat untuk belanja sayuran ke warung langgananku.Tempat itu lumayan dekat dari tempat kos ku.Tak butuh waktu lama bagiku untuk sampai ke tempat itu.Hanya tinggal ke depan,melewati jalan umum dan sedikit masuk gang.Dari gang itu sudah terlihat warung sederhana yang menjual aneka sayur mayur dan anak buahnya.Komplit,,,walau tak sekumplit di pasar.Mang Iman pemilik warung itu.Kami sudah sangat akrab karena sejak pertama kali aku bekerja di Bandung ini aku sudah berbelanja di tempat itu.Aku tak perlu sungkan berbelanja di tempat itu.Karena memang penjualnya lelaki dan konsumennya juga para lelaki yang suka masak seperti diriku.Kami sepakat memberi gelar warung itu dengan julukan "Warung Lelaki".Pun pagi ini sudah berjejal puluhan lelaki yang sudah meyemut di Warung itu.Ada yang sekefar sarapan gorengan ,beli rokok,bahkan ada yang ikut nimbrung sembari menikamati segelas kopi.Aku heran juga melihat suasana di Warung Mang Iman pagi ini.Geli juga ku lihat seorang Bapak yang menggendong anak kecil,belanja sayuran ."Kemana Istrinya pak?".Tanyaku dalam hati.Tak berani aku tanyakan langdung,takut tersinggung,tohk itu hanya pertanyaan iseng dan tak perlu dijawab.Terpikir juga ,sepertinya memang aktifitas memasak dan berbelanja telah bergeser.Seingat ku dulu waktu kecil warung sayur identik dengan Ibu Ibu,dan para gadis,Sekarang semua itu telah tergerus jaman."Ah,,,,untung saja hamil dan melahirkan tak berpindah tempat kepada kaum Adam ini."Keluhku semabri aku tingkahi senyum geli." he he he"."Mau belanja apa Mas?"Tanya Mang Iman,setelah batang hidungku tampak dalam warung itu."Ehmmmm....Apa ya mang?? Pindang tongkol aja deh,satu sama cabenya merah ya,,,"Pinta ku.Transaksi yang tak ribet dan cepat ,tanpa ada embel embel gosip yang biasa di lakukan kaum Hawa ketika berbelanja.
Warung lelaki memang membuang sekat tabu kaum lelaki untuk memasak.Tak ada sangkaan bahwa lelaki yang suka masak itu banci,bencong ,ah,,entah kata apa lagi yang di sematkan padaku dulu waktu aku pertama kali memasak.Yang ada adalah kebanggan bisa mandiri,dan kelak tak memenjarakan istri untuk terus beraktifitas di Dapur,sementara kita sebagai lelaki astik ongkang ongkang di teras sambil menikmati segelas teh.Ah sungguh tak adil menurutku.Dengan lelaki bisa masak,Aktifitas di dapur bisa di lakikan bersama sama,atau bergantian,di sesuaikan dengan kesibukan masing masing.Ehm sebuah patnership yang sederhana tapi berjejak begitu dalam di hati pasangan,karena tidak ada yang merasa di tindas atau yang menindas.Yang ada adalah sebuah kebersamaan yang menyatukan..Ehmmmmm mulai berkhayal nihhh he he hehehe
Masih banyak waktu ketika aku pulang dari Warung Lelaki.Hari ini aku mau membuat menu Pindang balado Ala Mas Supri.Pagi itu suara cobek sudah membentuk nada untuk menghaluskan bumbu balado,ulek terus,sambil kepala ini bergoyang karena kuping ini di jejali earphone yang aku sambungkan ke hape untulk mendengarkan lagu kesukaan.Apalagi kalau bukan Campur Sari Stasiun Balapannya Didi Kempot.Lagu itu yang selalu membangkitkan niatku untuk Pulang Kampung Saban Lebaran tiba,.Mulut ku komat kamit ikut menyanyikan lagu Stasiun balapan itu."Neng stasiun Balapan Kutho Solo sing dadi kenangan Kowe karo aku......".
Tepat jam tujuh Pindang Balado selesai aku buat."Ehmmmmm,,,harum,,,,,"Sudah tak sabar aku ingin mencicipinya.Tapi aku harus mandi dulu,sebelum kamar mandi antri.Ketika hendak menuju kamar mandi.Aku berpapasan sama Tohir yang baru saja bangun."Eh pangeran kelinci baru bangun,,,,,gak takut rezekinya di patok ayam?"Candaku padanya."Biarin,baru jam tujuh ini,toh kerja masih jam delapan entar,,buat apa sibuk bangun pagi"dia pun tak mau kalah menyindir diriku.Ah biarlah berlalu.Nafsi nafsi aja.he he he.Aku senang memasak,apalagi ketika aku baca sebuah artikel di surat kabar,bahwa kaum Urban yang ada di kota sana,juga lagi suka memasak,dari kaum esmud sampai buruh pabrik sepertiku.Dan seorang lelaki yang suka masak malah di bilang keren oleh sebagian kaum hawa ..Prikitiw.Pertanda kan segera datang jodohku.Nah lho apa hubungannya ya???Dan yang lebih membuatku senang ketika banyak dari teman kerja yang perempuan tak bisa memasak.Hemm,,,aku pun bersungut bangga.Setelah mandi dan sarapan,aku pun membungkus bekal makana untuk makan siang nanti di Pabrik.Dan sekarang saatnya bekerja.Tetap semangat!!!!!
Tapi aku tak mau terbawa suasana hipnotis itu.Aku harus segera terjaga.Menunaikan kewajiban dan beraktifitas sesegera mungkin.Bagi buruh sepertiku waktu adalah pecut,yang siap melesatkan hukuman bila tak bersegera menyambutnya.Tetangga ku yang hampir semua masih melajang,tak sesibuk diriku,mereka masih merasa eman,untuk menghabiskan pagi ini,dengan aktifitas."Ah ngapain capek capek bikin sarapan,mending beli nasi kuning saja Di warungnya Mak titin,Tinggal pesan,bayar dan perut kenyang deh".Kilah mereka ketika aku ajak untuk menyiapkan sarapan sendiri.Sebenarnya Gaji ku sebagai buruh pabrik mencukupi untuk hidup dengan cara seperti itu,bahkan lebih.Aku melakukan itu bukan semata untuk menghemat anggaran,tapi lebih dari itu.Aku ingin lebih bisa menghargai jerih payahku,mandiri,dan memanfaatkan waktu sebaik mungkin.Dan sudah barang tentu kita bisa menjamin kebersihan dari asupan makanan yang kita makan.Selain juga kita bisa makan apa yang kita inginkan."Bosen kale kalau setiap hari sarapan nasi kuning".Sungutku pada teman teman kos ku yang pemalas itu.Setelah mencuci beras dan menanaknya dalam rice cooker.Aku berniat untuk belanja sayuran ke warung langgananku.Tempat itu lumayan dekat dari tempat kos ku.Tak butuh waktu lama bagiku untuk sampai ke tempat itu.Hanya tinggal ke depan,melewati jalan umum dan sedikit masuk gang.Dari gang itu sudah terlihat warung sederhana yang menjual aneka sayur mayur dan anak buahnya.Komplit,,,walau tak sekumplit di pasar.Mang Iman pemilik warung itu.Kami sudah sangat akrab karena sejak pertama kali aku bekerja di Bandung ini aku sudah berbelanja di tempat itu.Aku tak perlu sungkan berbelanja di tempat itu.Karena memang penjualnya lelaki dan konsumennya juga para lelaki yang suka masak seperti diriku.Kami sepakat memberi gelar warung itu dengan julukan "Warung Lelaki".Pun pagi ini sudah berjejal puluhan lelaki yang sudah meyemut di Warung itu.Ada yang sekefar sarapan gorengan ,beli rokok,bahkan ada yang ikut nimbrung sembari menikamati segelas kopi.Aku heran juga melihat suasana di Warung Mang Iman pagi ini.Geli juga ku lihat seorang Bapak yang menggendong anak kecil,belanja sayuran ."Kemana Istrinya pak?".Tanyaku dalam hati.Tak berani aku tanyakan langdung,takut tersinggung,tohk itu hanya pertanyaan iseng dan tak perlu dijawab.Terpikir juga ,sepertinya memang aktifitas memasak dan berbelanja telah bergeser.Seingat ku dulu waktu kecil warung sayur identik dengan Ibu Ibu,dan para gadis,Sekarang semua itu telah tergerus jaman."Ah,,,,untung saja hamil dan melahirkan tak berpindah tempat kepada kaum Adam ini."Keluhku semabri aku tingkahi senyum geli." he he he"."Mau belanja apa Mas?"Tanya Mang Iman,setelah batang hidungku tampak dalam warung itu."Ehmmmm....Apa ya mang?? Pindang tongkol aja deh,satu sama cabenya merah ya,,,"Pinta ku.Transaksi yang tak ribet dan cepat ,tanpa ada embel embel gosip yang biasa di lakukan kaum Hawa ketika berbelanja.
Warung lelaki memang membuang sekat tabu kaum lelaki untuk memasak.Tak ada sangkaan bahwa lelaki yang suka masak itu banci,bencong ,ah,,entah kata apa lagi yang di sematkan padaku dulu waktu aku pertama kali memasak.Yang ada adalah kebanggan bisa mandiri,dan kelak tak memenjarakan istri untuk terus beraktifitas di Dapur,sementara kita sebagai lelaki astik ongkang ongkang di teras sambil menikmati segelas teh.Ah sungguh tak adil menurutku.Dengan lelaki bisa masak,Aktifitas di dapur bisa di lakikan bersama sama,atau bergantian,di sesuaikan dengan kesibukan masing masing.Ehm sebuah patnership yang sederhana tapi berjejak begitu dalam di hati pasangan,karena tidak ada yang merasa di tindas atau yang menindas.Yang ada adalah sebuah kebersamaan yang menyatukan..Ehmmmmm mulai berkhayal nihhh he he hehehe
Masih banyak waktu ketika aku pulang dari Warung Lelaki.Hari ini aku mau membuat menu Pindang balado Ala Mas Supri.Pagi itu suara cobek sudah membentuk nada untuk menghaluskan bumbu balado,ulek terus,sambil kepala ini bergoyang karena kuping ini di jejali earphone yang aku sambungkan ke hape untulk mendengarkan lagu kesukaan.Apalagi kalau bukan Campur Sari Stasiun Balapannya Didi Kempot.Lagu itu yang selalu membangkitkan niatku untuk Pulang Kampung Saban Lebaran tiba,.Mulut ku komat kamit ikut menyanyikan lagu Stasiun balapan itu."Neng stasiun Balapan Kutho Solo sing dadi kenangan Kowe karo aku......".
Tepat jam tujuh Pindang Balado selesai aku buat."Ehmmmmm,,,harum,,,,,"Sudah tak sabar aku ingin mencicipinya.Tapi aku harus mandi dulu,sebelum kamar mandi antri.Ketika hendak menuju kamar mandi.Aku berpapasan sama Tohir yang baru saja bangun."Eh pangeran kelinci baru bangun,,,,,gak takut rezekinya di patok ayam?"Candaku padanya."Biarin,baru jam tujuh ini,toh kerja masih jam delapan entar,,buat apa sibuk bangun pagi"dia pun tak mau kalah menyindir diriku.Ah biarlah berlalu.Nafsi nafsi aja.he he he.Aku senang memasak,apalagi ketika aku baca sebuah artikel di surat kabar,bahwa kaum Urban yang ada di kota sana,juga lagi suka memasak,dari kaum esmud sampai buruh pabrik sepertiku.Dan seorang lelaki yang suka masak malah di bilang keren oleh sebagian kaum hawa ..Prikitiw.Pertanda kan segera datang jodohku.Nah lho apa hubungannya ya???Dan yang lebih membuatku senang ketika banyak dari teman kerja yang perempuan tak bisa memasak.Hemm,,,aku pun bersungut bangga.Setelah mandi dan sarapan,aku pun membungkus bekal makana untuk makan siang nanti di Pabrik.Dan sekarang saatnya bekerja.Tetap semangat!!!!!
Sabtu, 14 Mei 2011
DALAM SEBUAH PERJALANAN
Jauh jauh hari sudah aku rencanakan,ketika aku tahu akan ada Book fair.Ku lihat dana keuangan,ternyata ada uang ngganggur yang bisa di manfaatkan untuk beli buku di pameran nanti.Itung itung refresing, atau mencari suasana yang baru karena akhir akhir ini hampir seluruh waktuku tersita oleh pekerjaan.Aku syukuri semua itu,tapi pada suatu waktu aku merasakan kejenuhan yang luar biasa.Bosen,suntuk,,dan males itu tanda tanda kalau aku tidak ada gairah untuk bekerja.
Ku putuskan untuk datang ke book fair sabtu siang ,setelah pulang kerja.Karena kalau hari minggu aku masuk lembur dan tak mungkin memaksakan waktu karena kalau lembur hari minggu aku pulang jam empat sore.Dan kalau aku paksakan pasti tidak akan cukup waktunya.Karena perjalanan yang lumayan jauh dari tempatku bekerja dengan tempat di selengggarakan book fair.Belum di tambah macet.Waktu Ternyata mendukung niatku itu.Sabtu terasa cepat berlalu.Perasaan baru beberapa jam bekerja ternyata sudah jam satu siang.Artinya aku harus segera menyudahi pekerjaanku.Aku tak langsung pulang,tapi bersegera menuju tempat book fair itu.Di Bandung Weekend adalah macet.Dan akhirnya memang aku harus lama bertahan di jalan,karena terjebak macet.Perut yang belum terisi di tambah kemacetan yang tak terurai membuat kepalaku seolah berputar.Tapi demi mendapatkan kan bukumtak akan aku menyerah.Sekali layar terlembang pantang surut kembali.Semangat pantang menyerah kan???.Untung dalam perjalanan itu musisi jalanan bisa memberikan hiburan yang sangat menghibur.Satu persatu sang musisi itu datang dan pergi mendengangkan lagu.Mereka memang kreatif,tidak modal nekat tapi memang totali dalam bermusik,,ada yang lengkap dengan biola,,suara nya mendayu dayu,menggetarkan jiwa.Nimat banget.
Ternyata nikmat juga menikmati hiruk pikuk di dalam bis kota.Semuanya begitu nyaman dan menyenang,bagi orang itu menjemukan tapi bagiku itu sangat berkesan.Langit menetes,menghambur butiran butiran air mengguyur,suasana sore itu begitu sendu dan sepi.Bis kota pelan dan berhenti sejenak.Saya pikir ada penumpang yang mau naik.Dan memang benar adanya.Sekilas ku lihat ada seoarang ibu mengendong sesuatu dan menggandeng seorang anak kecil.Aku sangka Ibu itu penumpang,tapi ternyata dugaanku salah."Assalamualikum warahmatullahi wabarakatuh.Selamat jalan para penumpang semua menuju kota bandung,perkenankan kami mendendangkan beberapa buah lagu".Kata Ibu itu setengah berteriak.Aku baru ngeh kalau Ibu itu juga sang musisi jalanan."Perdamain ,,,perdamaian..."Ibu itu dengan lembut meyanyikan lagu Qosidah yang pernah di populerkan oleh GIGI..Aku jadi teringat masa kecilku ,lagu itu begitu familaiar terdengar oleh anak anak seusiaku waktu itu.Bahkan di acara HALAL BI HALAL itu jadi lagu wajib.Ibu iu terus mengalunkan suaranya.Sekali lagi aku terkesan.Bukan karena iba,tapi salut.Salut dengan keberanianya.Bagiku itu lebih mulia dan lebih terhormat dari pada meminta minta.Ibu itu tak lekas tururn dari Bus Kota.Dia memilih duduk sejenak di dekat pintu."Alhamdulillah ,lumayan,,cukup untuk makan hari ini".Jawab Ibu itu ketika ada yang menanyakan.Aku sangat jelas mendengar percakapan itu,karena posisi dudukku tak jauh dari tempat itu."Lumayan,,,bisa memenuhi kebutuhan,,kalau mengandalkan penghasilan suami nggak cukup,makanya Ibu ngamen ".Ibu itu bercerita.Hemm..aku jadi malu dengan sikap tegar Ibu itu,dalam kesulitannya dia tak mau menhinakan diri untuk meminta minta,tapi kesulitan itu membuatnya terpacu untuk kreatif dan berusahaAh betapa malunya aku,,,
Ku putuskan untuk datang ke book fair sabtu siang ,setelah pulang kerja.Karena kalau hari minggu aku masuk lembur dan tak mungkin memaksakan waktu karena kalau lembur hari minggu aku pulang jam empat sore.Dan kalau aku paksakan pasti tidak akan cukup waktunya.Karena perjalanan yang lumayan jauh dari tempatku bekerja dengan tempat di selengggarakan book fair.Belum di tambah macet.Waktu Ternyata mendukung niatku itu.Sabtu terasa cepat berlalu.Perasaan baru beberapa jam bekerja ternyata sudah jam satu siang.Artinya aku harus segera menyudahi pekerjaanku.Aku tak langsung pulang,tapi bersegera menuju tempat book fair itu.Di Bandung Weekend adalah macet.Dan akhirnya memang aku harus lama bertahan di jalan,karena terjebak macet.Perut yang belum terisi di tambah kemacetan yang tak terurai membuat kepalaku seolah berputar.Tapi demi mendapatkan kan bukumtak akan aku menyerah.Sekali layar terlembang pantang surut kembali.Semangat pantang menyerah kan???.Untung dalam perjalanan itu musisi jalanan bisa memberikan hiburan yang sangat menghibur.Satu persatu sang musisi itu datang dan pergi mendengangkan lagu.Mereka memang kreatif,tidak modal nekat tapi memang totali dalam bermusik,,ada yang lengkap dengan biola,,suara nya mendayu dayu,menggetarkan jiwa.Nimat banget.
Ternyata nikmat juga menikmati hiruk pikuk di dalam bis kota.Semuanya begitu nyaman dan menyenang,bagi orang itu menjemukan tapi bagiku itu sangat berkesan.Langit menetes,menghambur butiran butiran air mengguyur,suasana sore itu begitu sendu dan sepi.Bis kota pelan dan berhenti sejenak.Saya pikir ada penumpang yang mau naik.Dan memang benar adanya.Sekilas ku lihat ada seoarang ibu mengendong sesuatu dan menggandeng seorang anak kecil.Aku sangka Ibu itu penumpang,tapi ternyata dugaanku salah."Assalamualikum warahmatullahi wabarakatuh.Selamat jalan para penumpang semua menuju kota bandung,perkenankan kami mendendangkan beberapa buah lagu".Kata Ibu itu setengah berteriak.Aku baru ngeh kalau Ibu itu juga sang musisi jalanan."Perdamain ,,,perdamaian..."Ibu itu dengan lembut meyanyikan lagu Qosidah yang pernah di populerkan oleh GIGI..Aku jadi teringat masa kecilku ,lagu itu begitu familaiar terdengar oleh anak anak seusiaku waktu itu.Bahkan di acara HALAL BI HALAL itu jadi lagu wajib.Ibu iu terus mengalunkan suaranya.Sekali lagi aku terkesan.Bukan karena iba,tapi salut.Salut dengan keberanianya.Bagiku itu lebih mulia dan lebih terhormat dari pada meminta minta.Ibu itu tak lekas tururn dari Bus Kota.Dia memilih duduk sejenak di dekat pintu."Alhamdulillah ,lumayan,,cukup untuk makan hari ini".Jawab Ibu itu ketika ada yang menanyakan.Aku sangat jelas mendengar percakapan itu,karena posisi dudukku tak jauh dari tempat itu."Lumayan,,,bisa memenuhi kebutuhan,,kalau mengandalkan penghasilan suami nggak cukup,makanya Ibu ngamen ".Ibu itu bercerita.Hemm..aku jadi malu dengan sikap tegar Ibu itu,dalam kesulitannya dia tak mau menhinakan diri untuk meminta minta,tapi kesulitan itu membuatnya terpacu untuk kreatif dan berusahaAh betapa malunya aku,,,
Minggu, 08 Mei 2011
ojo di gawe susah
Terlalu ngoyo mungkin,dan mem ang memaksakana.Aji mumpung.Mumpung ada kesempatan di tempat yang lain dan melupakan,aktifitas di tempat yang lain.Ya sedikit gambaran kan ketidak mampuanku untuk mengorganisir aktifitasku.Ya, jadiya ada yang tertinggal dan terbengkalai,,padahal itu juga sama pentingnya dalam kehidupanku.Hem,,yo wis ben,,,saiki yo coba aku sempatkan untu dan menari dan mencuri waktu,,biar semua nya tetap bisa beriringan.Seperti saat ini,,meski ahad ini tak ada acara libur,,aku manfaatkan watu seulang kerja untuk mampir sejenak ke Warnet.Dan memulai aktifitasku yang lalu sempat terbengkalai.Dari tadi sebenarnya membicarakan apa sih,,,sepertinya lebay banget.Sebenarnya aku tadi sedang membicarakan aktiftas ang mungkin jaarang sekali orang yang gemar dengan aktifitas itu.Ah kagak usah bertele tele,menulis yang aku maksudkan sebenarnya.Aktifitas yang mungkin menjemukan,tap sangat mengasyikkan bagiku,,.Sangat menyenangkan.Dengan menulis seolah aku berpetualang,,,mencari pengalaman,,menyelam ,lautan,menyibak belukar.Dan di situlah letak kenikmatan menulis yang sebenarnya.
Sudah ku rengkuh kenikmatan itu.Berdasarkan hukum alam,aasda awal pasti ada akhir dan itupun yang akan aku lakukan,menyudahi apa yang harus di s udahi,,,ya dengan kepuasaan au sudahi tulisan ini,dan,,,,,,Tetap berkarya,,,,,,,
Ahad ini sepulang kerja,aku sengaja mampir Warnet Niatnya untuk sekedar menulis ,waau memang tak bertema,melatih jemari ii untuk tetap liha untuk bercumbu dengan tuts tuts komputer,,,setidaknya tangan tergerak,dan ku biarlkan semuaa mengalir dan terus mengalir.Dan memang tanpa aku sadari telah berapa kata telah aku tulis,dan ada saja stock kata yang berkelindan dalam kepala ini,,memang liar dan aku biarkan liar,karena memang aku tak lagi berniat membuat sebuah cerita,,ku biarkan ,ku bebaskan apa yang ada dalam kepalaku bercerita.Aku biarkan kata demi kata bercerita sendiri sendiri berdasar tafsir yang dia pahami,tanpa harus tepaut ,tanpa harus terkait satu sama lain.Aku memberikan hak otonomi sepenuhnya dalam tangan ini yang ingin menulis,meski kepala ini tetap berusaha mengarahkan,tapi tidak memerintah.Berbeda kan ???.entah lah,,,aku sendiri juga tak begitu ngeh dengan apa yang aku tulis saatini.Dan bukankah telah aku jelaskam bahwa yang aku tulis bukan merupakan ra ngkanan cerita,tapi kata kata itu bercerita berdasar keinginan kata kata itu sendiri.Kata kata itu bercerita dengan gaya dan karakter masing masing.Dan mungkin jadi un ik dengan ke khasan itu.Dan untuk judulpun aku biarkan berdiri sendiri tanpa mewakili isi yang ada di dalamnya,,Judul hanya komandan yang bertugas mengatur dan mengawasi anak buahnya untuk tetap rapi dalam barisan,tapi tak bisa mengatur apa yang mereka pikirkan.Kata kata itu telah berimajinasi dengan angan masing masing.
Minggu, 24 April 2011
Kau pergi,,,,,,,,,,,
Sesal di kemudian hari apa gunanya??????ya ...apa gunanya??? tohk dia sudah pergi meninggalkanmu sendirian dalam kecamuk penyesalan.Dia tersakiti dan pergi .Tak ku sadari dan tak terbayangkan kejadian tempo hari membuat semua ini begitu cepat berlalu dan meninggalkan diriku.Ehm.....kini hanya tuts tuts komputer ini yang bisa mengerti betapa besar sesalku.Aku tak berharap ini semua kan belalu.Ternyata memahami seorang teman lebih sulit dari pada memahami diri sendiri,atau mungkin aku yang egois menutup mata dan mengukur sesorang dengan kerah bajuku sendiri.Kenapa dia begitu dalam terluka padahal aku hanya mengatakan apa yang bisa aku katakan dengan tetap menghargai pendapat dia yang mungkin tak sepaham dengan diriku dan setelah itu aku sudah melupakan semua itu dan mengganggap itu semua telah berlalu.Hingga aku tahu ternyata dia begitu terluka denga sikap dan pendapatku.Jujur aku tak pernah berniat untuk membuatnya merasa terpojok,atau berusaha memojokkan dia dan Aku juga tidak memposisikan dia sebagai lawan yang harus di pojokkan, karena kita hanya bertukar pikiran dan aku hanya mengemukakan pendapat ku itu saja.Kenapa dia bisa sejauh itu berpikir bahwa aku kan memojokkan dia atau apapun itu.Aku tak habis pikir kalau dia sejauh itu berpikir.Bagaimanapun aku kan berusaha menghargai keputusannya untuk bersikap seperti itu,meski aku belum sepenuhnya menerima sikapnya yang terlalu tergesa-gesa mengambil keputusan untuk pergi.Ya sudah lah semoga itu menjadi pilihan terbaikmu.Tapi biar aku jelaskan sekali lagi,tak ada niat hati ini untuk memposisikan dia sebagai seorang musuh atau sebagai lawan yang harus di kalahkan atau di pojokkan,,semoga kelak jika engkau membaca tulisan ini kamu kan tahu apa yang sebenarnya .
**************
"Tapi aku merasa Mas Ilham kurang tegas Mas".jawabnya dalam suatu percakapan via ponsel malam itu.
"Iya aku juga sepakat kalau mas Ilham memang kurang tegas ,kita semua tahu itu,tapi kenapa kamu sebagai adiknya tak berusaha untuk memberi sebuah solusi,dan motivasi supaya mas Ilham bisa segera mengambil sikap Ras." aku berusaha memberi pendapat.
"Iya ,tapi paling tidak Mas Ilham juga harus punya sikap untuk menyelesaikan masalahnya,aku sebagai adiknya hanya bisa memberi saran saja,supaya Mas Ilham tidak bergantung sama orang lain,dia sudah dewasa kan Mas.Ini baru mau memulai menjalani hidup berumah tangga saja sudah tidak tegas,bagaimana kalau nanti sudah menjalani rumah tangga?"Raras berusaha mengurai pendapatnya
" Sekali lagi aku juga sepakat dengan uraianmu itu Ras,tapi sekali lagi tak ada salahnyakan kalau kita bisa membantu dengan apapun yang bisa kita bantu,dari pada kita hanya mencibir dan memposisikan Mas Ilham sebagai manusia gagal"Ku juga berusaha memberiakn pendapat.
"Iya aku juga sepakat mas,kita hanya membantu memberi solusi,selebihnya kita serahkan kepada yang akan menjalani,ya sudah ya mas aku pamit dulu sudah malam nih".
" ya sudah kalau begitu,met tidur"
Raras adalah sahabatku ,meski kami belum pernah bertemu tapi kami sangat akrab.Sering aku yang curhat dan berbagi beban,tak jarang dia pun berbagi beban.Ya kedekatan yang berbatas ,karena memang kami tak pernah berjumpa secara fisik aku yang ada di Bandung dan Raras yang ada di Surabaya tak memungkinkkan untuk berjumpa.Bisa di katakan persahabatan bobotoh PERSIB dengan BONEK Persebaya.Karena memang aku adalah bobotoh diapun juga Bonek,,sama sama pecinta sepak bola.Tadi kami bercakap tentang sikap kakaknya Raras ,Mas Ilham yang kurang tegas untuk segera memutuskan untuk menikah calonnya Mas Ilham sudah siap dan Keluarga juga sudah menyetujui,tapi sepertinya Mas Ilham masih merasa ragu untuk memutuskan semua itu.Raras sebagai adiknya merasa sikap Mas Ilham itu kurang tegas,Raras pun meradang dan akhirnya pun di ceritakan padaku.Aku berusaha untuk netral tak memihak Raras juga tak memihak sikap Mas Ilham,tapi mencoba mencari jalan tengah.Dan mencoba melihat masalah itu dari banyak sisi,supaya bisa terurai dengan bijak..sepertinya malam ini sudah larut,,,mata ini juga sudah berisyarat untuk segera terkatup dan terlelap.
**************
Hari ini libur kerja karena kalender berwarna merah.Entah libur untuk memperingati hari apa,sejak aku lulus sekolah tak pernah aku hiraukan lagi tanggal merah itu.Yang aku tahu kalau tanggal merah iu yang libur kerja,dan biasanya aku di dera rasa suntuk berkepanjangan karena tak ada aktifitas hampir sepanjang hari aku di kamar tidur tiduran sembari membaca buku.Sebenarnya tidak aku baca,aku hanya membolak balik halaman buku saja untuk menghilangkan rasa jenuh.Setelah sore menjelang tak kuat juga akhirnya aku mengurung diri di kamar.Ku putuskan untuk keluar sejenak membunuh waktu."Mending OL saja
" pikirku.Aku pun beranjak ke Warnet terdekat untuk OL.Buka Fb sembari nulis sepertinya menyenangkan .Dan memang itu yang akan aku lakukan.Ku lihat Obrolan ternyata Raras juga sedang Ol "Hai Ras,,,tumben jam segini OL?"Ku sapa dia dalam obrolan di FB.Lama aku tunggu ,tak ada respon.Aku tunggu sejenak,siapa tahu dia lagi ngetik.Tapi tak juga muncul sebuah respon.Dia malah Off.Beribu tanya bergumul dalam benakku.Ku coba mencari tahu,Hape ini aku daulat sebagai delegasi untuk menyampaikan pesan."Ras kok off?? ada apa??".Sms pun berhasil aku kirim."G d pa" kok,aku cuma mrsa agak terpojok saja.Tenyata selama in aku orang yg egois.Aq sllu menganggap benar tnpa pernah memposisikan diriq pd posisi orang lain"..Sebuah jawaban yang membuatku heran dan terhenyak.Aku berpikir sesaat.Dan aku menemukan sebuah jawaban,ini pasti masih bersangkutan dengan obrolan malam itu."Ada apa sih Ras? apa ini masih ada kaitannya dengan obrolan semalam?" tanyaku.Hpae ku kembali aku daulat untuk menjadi delegasi.Hpe ku bergetar tanda ada pesan masuk "Enggak usah di bahas ,aku lagi males".Singkat dan padat jawaban itu ,tapi berisyarat bahwa yang empunya pesan sedang meradang .Aku tahu itu,segera aku ketik sebuah balas" Ras......g ada yang memojokkan kamu kok,q tak ada niat sedikitpun,q hanya berkomentar dari secuil informasi darimu,,sekiranya tidak berkenan lupakan & jgn jadi beban,, ya"Ku berusaha mengikis sala paham ini.Semua telah bisa terselesaikan dengan baik.Tapi aku tetap merasa tak enak hati kerana telah menyakiti sahabatku dengan kata ktaku.Aku paling sedih dan tak enak hati bila apapun yang ada ddalam jasad ini melukai orang.Aku cuma berharap moga Raras mau menerima maafku dengan hatinya.Aku segera off karena sayup ku dengar adzan telah berkumandang.
Ku jalani hari ini seperti biasa pagi hari ku awali rutinitasku kerja dan kerja.Saat istirahat tiba ku coba menyapa Raras,aku tahu saat ini dia juga lagi rehat.Ku ketik sebuah kata,dam ki kirim ke sana.Sekali tak ada jawaban, dua kali sampai sepuluh kalipesan aku kirim.Tak ada jawaban.Tak ada yang aku pikirkan kecuali hanya satu Raras sudah tak mau berteman sama aku lagi dan dia pergi karena tersakiti oleh tajamnya lidah ini...
Minggu, 17 April 2011
Satpam Online
Berteman dalam dunia maya memang menyenangkan.Tak ada sekat,Tak ada hijab,tapi kita juga harus tahu adab.Sebagai manusia yang beradab tentunya.Syahdan suatu saat aku berkenalan dengan seorang wanita,lebih tepatnya seorang Ahwat.Aku lebih suka menyebutnya seperti itu,sebagai pembeda antara dia yang berhijab dan wanita biasa yang doyan mengumbar aurat.Tapi jangn bilang aku seorang yang rasis,atau apapun,aku hanya ingin memuliakan para jilbaber itu.Ku mulai percakapan dengan beruluk salam.Dalam ranah dunia maya.Aku berusaha sebisa mungkin untuk menjaga kepercayaan orang yang aku ajak bicara.Karena dunia maya adalah rimba,Bila tak berhati-hati bisa tersesat diriku.Dengan beruluk salam sebenarnya aku juga meyakinkan dia bahwa aku juga oarng baik baik yang murni ingin mencari hikmah dalam pengembaraanku di dunia maya ini.Ku perkenalkan diriku apa adanya .Dan memang itu jujur.Tak ada penipuan atau apapun. 
"Afwan ya,Ana off dulu"Katanya dalam tempo perkenalan kami yang belum ada lima menit."Lho ada apa?" Tanyaku dengan nada heran."Ada yang lagi keliling".Aku semakin heran di buatnya.Ada apa ini .sepertinya dia sangat ketakutan."Sebenarnya ada apa tho?"Tanya ku semakin heran."Afwan..."Tanda hijau yang menandakan dia masih terhubung dalam obrolanku pun telah berubah warna.Itu berarti Dia memang sudah benar benar off dan meninggalkan sekalung beban pertanyaan.Tak ada yang bisa ku lakukan,selain berharap bisa kembali bertemu di udara.
##################
Perkenalan yang singkat itu tak urung meninggalkan tanya yang tak mungkin bisa aku jawab tanpa ada penjelasan dari Dia.Ahwat yang aku kenal di dunia maya itu.Berhati-hari aku berharap,tapi tak kunjung aku temukan sebuah jawab.Pun tak jua ku temui di udara.Sepertinya memang ada sesuatu yang membuat dia ketakutan hingga tak sempat menjelaskan.Ah apa peduliku,kenapa aku malah terbebani dengan semua itu.Itu sikap putus asaku karena tak jua ku bisa mendapat jawab.Mungkin sudah hampir satu bulan sejak perkenalan itu tak pernah ku lihat dia Ol,,Entah lah...Aku berusaha menafikan rasa ingin tahu itu dan mencoba terlarut dalam keasyikaku menulis.Sedap banget kalau semua mengalir seperti ini.
Sabtu malam ini purnama begitu indah bersolek.Indah....Indah banget.Gumintangpun seolah genit mengerdipkan matanya.menggoda jiwa jiwa sepi seperti diriku ini.Maklum sebagai manusia lajang malam minggu menjadi sesuatu yang istimewa bagi kalangan lajang.Mereka menyebutnya "mamingan".Tapi itu tak berlaku bagi diriku.Aku lebih suka menghabiskan malam panjang itu untuk berlama -lama Ol.Sepertinya halnya malam minngu ini aku memang sudah menjadualkan sabtu ini untuk ngedit salah satu cerpenku.Sekalian buka FB.Beberapa saat tak kusadari,tapi....Ternyata setelah beberapa minggu tak bersua di udara,malam minggu ini aku bersua dengannya di udara.Tak ingin kehilangan moment,aku bergegas menyapanya."Assalamualaikum Ukhti".Tak lama berselang terlahir sebuah jawab "Waalaikumussalam".Ku tanyakan tentang kejadian beberapa waktu yang lampau,tentang sikapnya yang menurutku aneh.Alih alih tak menjawab tapi malah bertanya "Afwan,,antum punya YM nggak?"."Punya "Jawabku singkat."Kita YMan saja,nanti ana ceritakan kenapa kemarin ana buru-buru off.".Aku pun menyanggupi permintaannya.Dan berharap moga lekas aku dapatkan sebuah jawab atas kejadian waktu itu.Setelah YM kami terhubung."Afwan sebelumnya,kalau beberapa saat yang lalu ana buru-buru off karena ada yang mengawasi aktifitas kami,jadi kami para ahwat yang tergabung dalam organisasi dakwah selalu di pantau untuk menjaga adab dalam bergaul dalam dunia maya" " Trus" tanyaku penasaran."Iya kami selau di tegur bila di rasa sudah melanggar peraturan dari organisasi kami.Kami menyebutnya Satpam online.".Aku terkekeh mendengar penjelasan itu.Memang sih sebenarnya tidak lucu,dan aku yakin dia memang sedang tidak melucu tapi yang membuatku geli istilah yang di pakai,Satpam online terdengar geli ternyata satpam sudah kehabisan tempat di dunia nyata,hingga bermigrasi ke dunia maya.Ah,,,tapi memang aku setuju saja,,di manapun dan kapanpun memang harus ada orang yang senantiasa mengingatkan untuk menjaga adab dalam bergaul pun di dunia maya..
DIA YANG MEMBUAT HATIKU BERHARAP

Memulai pagi sepertinya tak afdol kalau tak bersentuhan dengan sang surya.Hemm...memang pagi ini terasa sempurna.Mentari begitu bermurah hati menebar cahaya,menghangatkan jagad.Aku berusaha menikmati itu semua.Memang hangat terasa pagi ini,ketika mentari sepengalan naik,membuat bayang tubuh ini seolah mengikutiku.Ada sunah yang harus tertunai,Dhuha.Akupun bergegas,menunaikannya.Tapi.......Mukena ku tertinggal di Sekretariat ahwat.Tak urung aku pun berjalan ke sana.Berniat mengambil mukena ku.Berjalan menyusuri selasar masjid,yang melewati ruang utama Masjid.Sayup ku dengar lantunan indah,,Begitu kusyuk,damai terdengar..Lantunan kalam itu menyejukkan jiwa jiwa yang kering, menggetarkan hati hati para pencari Tuhan.Hati bertanya "Siapa gerangan Orang yang membaca begitu indah Kalimat Agung itu?".Tubuhku bereaksi mencari jawab,ku longokkan kepalaku,mengintip dari jendela berkaca.Seorang Ikhwan Kusyuk melantunkan Kalimat Agung itu.Ternyata Mas Irfan,Teman seperjuangan dalam dakwah.Sebenarnya aku sudah lama kagum sama pribadinya yang santun dan selalu memberikan perhatian yang lebih untuk dakwah.Dia orang yang lembut,tapi tegas dalam mempertahankan prinsip.Ohhh....Tiba tiba hati ini mendesir kagum,,Sungguh terasa berbeda.Anganku berharap,,Mungkinkah????.Ah,,,sepertinya aku tak yakin ,,,ku coba menepis angan,meski aku berharapkan menjadi nyata.Aku ingat kalau niatku tadi ingin ke sekretariat ahwat mengambil mukena.Ku tunaikan niat itu,,dan ku coba kusyuk dalam dhuha.
**********Aku mendapat amanah sebagai salah satu penanggung jawab kesekretariatan. Ya, saat itu lembaga kami sedang mengadakan acara talk show bersama salah seorang nara sumber yang sedang naik daun saat itu. Aku yang mengurusi administrasi peserta akhwat yang menghadiri acara itu, sedangkan Irfan jadi penanggungjawab ikhwan.
Ponselku bergetar diiringi nasyidnya Ummi Sammi Yusuf. "Afwan, Teh kwitansi untuk pembayaran acara masih ada? bisa ana minta?" Ternyata Mas Irfan yang mengirim sms.Meski hatiku menderu dendam tapi aku berusaha bersikap biasa. "Insya Allah masih ada, nanti ana antarkan ke atas." Balasku sebisa mungkin menahan rasa yang aku simpan. "Syukran" Balasnya lagi. Acara ini dilaksanakan di Auditorium kampus, berhubung pendaftaran ikhwan dan akhwat dipisah agak jauh jadi aku harus mengantarkan sendiri kwitansi yang beliau minta. Dengan menahan semua keindahan hati ini melalui istighfar, akupun menemuinya. kami tidak bertatap muka langsung, meskipun satu organisasi kami tetap saling menjaga.
"Afwan Akh Irfan." Aku memanggilnya sambil membalikkan sedikit wajahku agar tak terlihat jelas olehnya. "Ini kwitansi yang antum minta." Dengan posisi masih mengalihkan sedikit pandanganku, berkomunikasi dengan dia adalah hal yang aku hindari, serasa memasuki ruang pengap tanpa udara, sesak nafas yang ditimbulkan bukan karena memang hampa udara, namun karena semua detakan hatiku yang tak bisa aku hentikan. Aku menjulurkan tanganku memberikan barang yg ia butuhkan.
"Oh iy, syukron ukhti." Jawabnya. Huft, alhamdulillah. Aku segera berbalik badan dan ingin segera menenangkan hatiku ditempatku semula. Namun..
"Afwan, ana lupa tadi format untuk rekapan peserta ada di antum?" Deg, suara lembutnya itu memanggilku kembali. Astagfirullahhaladzim, ujian ini benar-benar bisa menghentikan detak jantungku. dengan terpaksa aku berbalik lagi sebagian, demi menghormati dia.
"Iya masih di ana. Antum buth sekarang?"
"Iya ana butuh sekarang."
"Insya Allah nanti diantarkan lagi."
"Afwan ana merepotkan."
"Na'am tidak apa-apa." Jawabku langsung berbalik dan kembali ke tempat semula.
Aku memilih jalan aman untuk hatiku, aku minta tolong akhwat lain untuk mengantarkan format rekapan itu.
********************
Entah kamu tau atau tidak, aku pernah dekat dengan ketua departemenku sendiri. Jangan pikir aku pacaran ya, tentunya tidak. Kami hanya kurang menjaga hijab saja antara aku dan Imran. Entah karena aku yang mudah terperdaya atau bagaimana, aku begitu cair dengannya. Aku berusaha meyakinkan dia agar jangan sampai pacaran karena amanah yang ia pegang sangat penting dan tugas kita sebagai pengemban amanah dakwah adalah tidak menyentuh ranah pacaran. Ternyata aku lebih dulu kecolongan, Imran tidak menganggap usahaku selama ini untk memepertahankan agar ia tidak menyentuh ranah itu. Jelas aku kecewa, harapanku saat aku memiliki seorang ketua adalah ia bisa amanah di tugas dakwahnya. Tapi ternyata tidak, hingga saat ini bahkan detik ini aku seperti kehilangan kepercayaan padanya. Aku dengan dia seperti perang dingin. Tidak ada komunikasi itu lagi. Bukan aku merindukan kesalahan komunikasi itu, tapi aku tidak ingin seolah-olah aku adalah mantan pacar yang harus dijauhi.
Apa kau tau cerita itu?
Tapi tahukah kamu? Ternyata aku jauh lebih dekat denganmu. Kedekatan kita kedekatan yang terjaga, kedekatan yang saling mendukung dan men-support. Tidak ada komunikasi yang berlebihan diantara kita. Yang kita komunikasikan benar-benar masalah kader dan dakwah yang kita jalani.
Ingat tidak, ketika aku bertanya tentang adik binaanmu yang pacaran dengan teman adik binaanku? Aku menghubungimu untuk membahas masalah itu, kamu pun memberi respon positif padaku. Kita membahas hal yang memang harus dibahas.
Lalu, saat aku nge-chat via FB menanyakan tentang sahabat ikhwan kita kang Hasan yang jarang terlihat saat rapat dan agenda-agenda lain. Kamu memang tidak membalas chat-ku, tapi kamu langsung send SMS kn? Dan kitapun memulai membahas hal itu, ditambah dengan aku memberitahu tentang ketua departemenku yang akhirnya memiliki pacar. Kamu menenangkan aku, ya itu yang bisa aku tangkap saat kita membahas masalah itu. Kamu tidak memperbesar masalah yang angkatan kita hadapi.
Sampai, saat aku mengabarkan aku kehilangan ayahku. Kamu adalah satu dari dua ikhwan yang aku beri kabar langsung. Kamu tahu SMS penguat darimu merupakan SMS yang aku simpan. Cara mu menyebut nama ku dengan kata "ukh", membuatku bahagia. Tidak dipungkiri, aku memang bahagia.Tangisan langit mereda,berganti dengan dinginya udara yang menusuk tulang saat tulisan itu selesai aku buat.Sesungging senyum ku ukir setelah ku baca tulisan ini,andai engkau tahu semua itu..ah....aku kembali berangan.dan memang angan itu menghantarkanku pada peraduan dan terlelap.
pagi ini aku merasa semua begitu indah.Hatiku berdesir.Entah apa yang akan terjadi.Pagi ini aku sangat bersemangat untuk pergi ke Kampus.Meski aku kuliah siang,tapi aku sengaja berangkat pagi.Karena ada tugas di sekretariat ahwat yang harus aku selesaikan.Sesampai di sana ternyata sudah hadir Murrobiku yang akrab aku sapa Bu Murr."Assalamualikum,,Bu "Ku sapa beliu.Agak heran juga aku, kenapa sepagi ini Bu Murr sudah ada di sini." Waalaikumus salam warahmatullahi wabarakatuh,,Aku tahu pagi ini pasti kamu
Sabtu, 09 April 2011
Dia yang mengingatkanku
Melihat belantara jalan begitu padat,males sebenarnya untuk pergi jauh.Apalagi harus berkendara.Tapiiii.......Aku harus tetap beranjak,karena celana ini harus segera di jahit.Malu rasanya bila terlihat ma teman teman.Bisa jadi bahan olokan seharian.Mau nggak mau aku harus ke Sayati,mencari tukang permak celana,untuk menambal celana ini.Itu juga berarti aku harus menelusuri belantara jalan yang begitu padat dengan kuda besi.Serangga berkaki empatpun berjubel menjadikan jalan itu penuh sesak tak bergerak.Tak kalah ruwet si hijau pun parkir sembarangan berebut penumpang.Aku pun jadi salah satu orang yang jadi rebutan itu.Aku terpaksa naik dan berharap kan segera sampai Sayati.Semua melata, merayap ,pelan..pelan sekali,membuat aku sangat jengah.si hijau terus saja merayap dan terus merayap,hingga si sebuah gang, si hijau berhenti.Ada calon penumpang,yang sepertinya ingin menggunakan jasanya.Ku lihat ada dua wanita,yang satu setengah baya, dan satunya lagi sepertinya masih gadis,karena dari cara berpakaian yang stylish,aku bisa memastikan kalau memang dia masih belia.
Dan memang benar dugaanku.aku kurang tahu apakah mereka anak Ibu ,atau saudara.dan memang aku tak perlu tahu itu..Gadi itu sangat modis dan menarik.Sejenak membuat jengah ku sirna."Ya,,,mungkin sedikit mengusir jengahku,lumayan juga untuk cuci mata."Pikirku.He he he he he.
"Lek,,,,,,mau Anik titip kon nukokne jaket sisan yen neng Sayati.Mau Sms karo aku".Aku terperangah,,,kaget,,mungkin juga senang.Dialek jawa begitu faseh keluar dari mulut kedua wanita tadi.Aku merasa senang aja bisa bersua dengan sesama perantau,tapi aku diam,berusaha menyembunyikan identitasku sebagai orang Jawa.Sungguh bukan karena malu,aku cuma menjaga sikap saja.Kan nggak asyik kalau aku SKSD,Sok kenal sok dekat dengan mereka.Tapi aku juga agak segan untuk sekedar memperkenalkan diri,walau keinginan itu begitu membuancah dalam dada.Aku cuma terdiam dan terus menyimak obrolan mereka.Sebenarnya nggak enak juga, tapi karena aku paham bahasa itu,mau tidak mau aku pun begitu jelas mendengar obrolan mereka.Dan memang aku sangat menikmati ,sejenak afmosfer jawa di angkutan itu.Serasa diri ini terhantar ke Kampung halaman,di daerah Wonogiri yang selalu ku rindukan.Gunung Gajah Mungkur yang selalu ku singgahi ketika aku mudik,sampai Obyek Wisata batu seribu,berseliweran dalam memoriku.Masih segar dalam ingatanku, waktu itu aku bersama teman-teman sepermainan waktu kecil, reunian Hiking ke Gunung Gajah Mungkur,rasa bahagia itu begitu menbuncah,tak bisa tertuangkan dalam sebuah ungkapan.Canda tawa,guyonan,olok2an,smua membuat acara reunian itu menjadi ajang kangen .Sepanjang pendakian kami saling bercerita tentang masa kecil kami yang sangat menyenangkan,,,.Kesempatan itu juga kami manfaatkan untuk berkisah tentang perjalanan hidup masing masing yang menghantar menjadi manusia urban.Iwan sahabat kecilku,yang tetap kecil ini bercerita tentang kelahiran pertamanya."Sebelum puasa kemaren Anakku lahir ,,wah cuakepe seperti bapaknya, he he he he".Dengan bangganya Iwan mengenalkan anaknya itu."Iya asal ngga hitam dan pendek kaya bapaknya".Celetuk Imran,yang di sambut gelak tawa kami semua."Hamdulillah,puasa kemaren aku mengkhitbah wanita idamanku.Insyaalloh nati habis lebaran akad nikah dan walimahannya.Ilyaspun tak mau kalah untuk berbagi kebahagianya.Kami semua mengucapkan selamat Barakallahu laka wa baroka alaika wa jama'a baina kuma fi khoir.Yang di amini begitu dalam oleh Ilyas.Imran pun yang sudah dulu berumah tangga bercerita tentang prestasi anak sulungnya yang menjadi juara satu lomba bulu tangkis tingkat Provinsi.Selang beberapa detik,semua mata tertuju padaku,tatapan mereka begitu dalam ,seolah mengharap sebuah jawaban.Aku juga tahu maksud dari tatapan mereka itu.Tatapan mereka,seolah bertanya." Kamu kapan menyusul?????".Ah ... tak akan aku jawab,dan memang tak perlu aku jawab."Wah ,,, tuh lihat air terjun itu,,indah banget, mandi dulu yuk,biar tak terlalu gerah",Ajakku untuk mengalihkan tanya tersirat mereka,yang memang sangat sulit aku jawab,untuk urusan yang satu ini aku memang kurang beruntung di bandingkan dengan sohib-sohibku ini.Aku sering gagal untuk melanjutkan sebuah proses ta'aruf menjdi sebuah khitbah,,berkali-kali aku coba,tapi aku selalu gagal,untuk melanjutkannya.Entah kenapa seperti itu,mungkin aku yang terlalu tinggi membuat kriteria,atau memang aku orang yang sulit untuk mencintai,tak lazim sepertinya kalau aku ceritakan di sini.Dan acara hiking kangen pun bertabur kebahagiaan.hanya satu gundah di sela bahagia itu,sebuah tanya yang belum bisa aku jawab.Kapan Nikah????.Hem...aku jadimelantur menceritakan kisahku,,semua terisnpirasi dari afmosfer jawa yang tercipta dalam angkot ini.Mungkin ada baiknya aku berterima kasih pada mereka berdua.Tapi belum sempat ku ucap sepatah kata."Kiri mang".mereka turun dari angkutan itu,meninggalkan sebuah kesan,walau aku tak pernah mengenal mereka,tapi mereka telah membantu ku untuk mengenang sejenak kebersamaan dengan sahabatku,yang kini tak bisa sewaktu -waktu aku bisa berkumpul dengan mereka.Aku pun turun dari angkot dan mencari tukan permak celana yang,berjejer di antara kios kios di Pasar Tradisional Sayati.....
Jumat, 25 Maret 2011
Membunuh rasa...
"Waduhhh,,,,kok malam ini dia Ol sih".Jantungku langsung berdetak hebat.Begitu cepat,,,serasa bumi ini berputar ,dan menhantamku ke dinding tembok.meluluh lantakkan tubuh ini.Serasa lebih dasyat dari gempa dan tsunami yang terjadi di Jepang.Kenapa ???Kanapa rasa ini begitu dasyat terasa?.Aku tak bisa menjawabnya.Aku memang belum bisa menjawab.Padahal kalau aku bersua dengan dia di Kampus,tak ada rasa yang sedasyat itu.Biasa-biasa saja.Apa ini sebuah efek??Entah lah.Yang jelas saat ini aku belum mau rasa ini hadir,hinggap dalam sanubariku.Merusak sebua prioritas dan target yang telah aku pancang.Itu sebuah tekad.Dan aku harus bisa.Aku telah berjani pada Murrabiku untuk fokus pada amanah yang di berikan padaku.
Malam ini hujan tak jua mau memberi waktu tanah untuk menyerap curahan airnya.Terus saja gemericik,hingga luapan airnya ,menggenang .Sebenarnya aku ingin barang sebentar keluar,membeli camilan untuk menemani OL malam ini,tapi hujan menghalangi niat ku itu.Laptop sudah aku nyalakan,modem sudah aku pasang."Ah,,mau YMan aja, aku takut kalau buka FB,nanti kalau dia juga lagi Ol,bisa copot jantungku." Niatku.Aku tidak mau kejadian tempo lalu terjadi lagi malam ini.Handphone,yang aku simpan di dekatku menyala dan bersenandung, pertanda ada pesan masuk."Assalamualaikum,May ,penggalangan dana,untuk anak Yatim jadi ya, kamu jadi bendaharanya,,".Kali ini jantungku benar-benar terasa berhenti berdetak.Ini sms dari dia,seseorang yang ingin aku jauhi.Seseorang yang sebenarnya sangat aku kagumi,tapi tak ingin rasa ini hadir untuk saat ini,waktunya belumlah tepat.Aku kagum dengan dia karena sikap dan akhlaqnya.Dia ikhwan sempurna dalam pandanganku,Andai saja aku telah lulus kuliah dan dia pun telah lulus ,dan bekerja.aku tak kan berlama-lama.Aku akan meminta Murrobiku menjadi perantara."Astaggfirullah,,aku malah berandai-andai.Tidak boleh,,,berandai-andai adalah cara syetan untuk mengelabui hati ini".Aku harus kembali Fokus.Aku balas sms seperlunya saja,walau jantung ini masih terasa berhenti berdetak.
Pagi ini aku agak malas pergi ke Kampus.Karena pagi ini pasti aku kan bertemu dengannya.Apalagi hari ini aku harus duduk satu ruangan denganya.Rapat untuk baksos."Hemmm,,dia tahu nggak sih,kalau aku menaruh hati padanya.Ku harap jangan tahu ,bisa berabe, kalau sampai dia tahu, apa yang sebenarnya aku rasakan.Ah,,,aku kok jadi mikirin itu sih,,harusnya aku sudah berangkat ke kampus nih"Aku bergegas meninggalkan rumah.aku sudah terlambat setengah jam."Ah,,,,,kenapa aku bisa sekacau ini".Sampai di Kampus, setengah berlari,ku harap dosen belum datang."May,,,jangan lupa ya,,entar istirahat kita ngumpul sebentar,mematangkan apa yang sudah kita bicarakan tempo hari via sms".Langlahku terhenti,tak sedikitpun aku menoleh.Aku sangat hafal suara itu.Dia,,,dia adalah seseorang yang membuatku jatuh hati,,dia orang yang mengoyak-koyak hati ini.Aku hanya mengangguk,dan memutuskan untuk segera masuk ruangan kuliah.Tak ingin malu,karena salah tingkah dekat dengan dia.Aku berusaha, menguasai diriku, yang gelagapan,karena kehadirannya yang sangat mengejutkanku.Ku coba ,sebisa mungkin,untuk bersikap biasa saja, tapi hati ini telah kacau,,tak beraturan.Dan" Gubragggg!!!!",aku terpeleset,karena kakiku menyenggol tempat sampah.Niat hati ingin bersikap biasa, malah celaka.Betapa malunya aku..Aku semakin tak berani melihatnya.Kutinggalkan segera ,tempat itu.Aku yakin dia cekikikna melihat polahku barusan." Hufttttt, "
********
Entah ini hari yang ke berapa,aku merasakan dasyatnya rasa ini menyentak nyentak pembuluh darahku,membuat jantungku berdegup tidak karuan.Ketika gumintang menyapa indah jagad malam ini,tak jua bisa menghilangkan rasa aneh yang menggangguku khiar-akhir ini .Ketika rembulan begitu ayu memamer keayuannya pun tak mampu mengeliminasi derita yang menggelayut.Kenapa aku harus tersiksa dengan semua ini??.Sebenarnya apa yang salah ? bukankah rasa itu fitrah??,apa iya aku harus membunuh rasa yang hadir ini,,atau hanya menunda saja, dan mencari waktu yang tepat untuk mengutarakanya.Aku bimbang,,,,..Ohhh,,,kenapa aku harus terjerat derita ini.Tapi benarkah apa yang ku rasakan saat ini adalah sebuah fitrah atau hanya jerat syetan untuk pembenaran atas nama cinta?????.sampai saat ini pun aku tak bisa menjawab,hingga kedua indra penglihatanku terkatup,dan sepenuhnya jiwaku ke serahkan pada Pemilik jiwa ini.Bismika Allohuma........
*********
Malam ini aku bertekad untuk sejenak tak bersentuhan dengan fb atau YM,Aku berusaha menata hati,karena tetap saja nuraniku berkata bahwa ada yang salah dengan apa yang aku rasakan saat ini.Ku biarkan Ayat ayat -Nya, mengalir dalam denyut nadi,dan menguatkan nuraniku,terbata ku ucap lirih kalimat kalimat Agung itu.Aura bening seolah menetes dalam sanubariku.Ada perasaan tenang.Damai.....
Beberapa saat aku termenung tentang apa yang saai ini menimpaku.Tentang apa yang aku rasakan saat ini.Tentang sesuatu yang dasyat yang meluluhlantakkan bathinku.Aku sadar rasa ini telah mengalir dalam hatiku.Rasa itu telah merasuk salam sanubariku.Aku sadar itu,bahwa semua itu fitrahku sebagai manusia .Tapi aku sadar juga ,kalau rasa itu belum saatnya hadir.Meski berat, aku harus berjuang.Meski rasa ini menderu dendam,aku harus bisa membunuhnya.Aku kan berbahagia,kalau dia segera menemukan pasangan hidup.dan aku harap itu bukan diriku.Maafkan aku yang tidak bisa membiarkan rasa itu hadir.Aku harus bisa.Janji itu telah terucap,,dan mulai saat itu aku harus tetapberjuang untuk membunuh rasa itu.Dan semua seolah menjadi begitu damai.Begitu indah.,,menghantarku dalam peraduan malam yang dingin ini....
Minggu, 20 Maret 2011
AsNul...
k
hujan rintik berdendang,menyanyikan melodi miris,,menjadikan malam ini begitu senyap,,,diam,,, dan sunyi.Mata ini sebenarnya sudah terhipnotis tuk terlelap.Tapi raga ini tak mau tuk secepat itu terlelap, masih terlalu sore untuk terlelap,dan memang sedari tadi perut ini belum terisi sesuap nasi pun.Itu berarti aku harus berbaikan dengan perut ini,supaya tak mendemo diriku,hingga melumpuhkan seluruh aktifitasku .Meski agak males,aku paksakan untuk berjalan ke depan ,membeli nasi goreng.Ada pepatah sambil memyelam minum air,Itupun berlaku untukku saat ini,sekalian ke depan beli makanan,sekalian saja mampir warnet,membuka blog dan menulis apa yang sudah lama tertimbun dalam pikiranku.Hem,,dan gayung pun bersambut ,sambil mendengarkan campur sari,aku tuliskan semua apa yang ingin aku tulis,wah rasane plong banget,semua terasa menyenagkan,dan membuat aku benar-benar merasa puas bisa menuliskan uneg-uneg ku.Ehm,,, baru kali ini aku merasa nikmat untuk menulis.Semuanya mengalir begitu saja,tak ada hambatan.Jemari ini selalau saja menuntunku untuk bersentuhan dengan tuts,tuts,komputer,dan menulis,dan terus menulis,..Memang saat ini tulisan ku tak bertema,ini hanya tulisan ngalor ngidul,tak tentu juntrungannya.Smua ini mang aku sengaja,untuk kembali melatih diri ini untuk meulis,.Masalahnya aku sudah lama banget vakum dari dunia literasi ini.Aku akan memulainya lagi,aku akan mencoba kembali aktif,dan membangun asa,,,.
hujan rintik berdendang,menyanyikan melodi miris,,menjadikan malam ini begitu senyap,,,diam,,, dan sunyi.Mata ini sebenarnya sudah terhipnotis tuk terlelap.Tapi raga ini tak mau tuk secepat itu terlelap, masih terlalu sore untuk terlelap,dan memang sedari tadi perut ini belum terisi sesuap nasi pun.Itu berarti aku harus berbaikan dengan perut ini,supaya tak mendemo diriku,hingga melumpuhkan seluruh aktifitasku .Meski agak males,aku paksakan untuk berjalan ke depan ,membeli nasi goreng.Ada pepatah sambil memyelam minum air,Itupun berlaku untukku saat ini,sekalian ke depan beli makanan,sekalian saja mampir warnet,membuka blog dan menulis apa yang sudah lama tertimbun dalam pikiranku.Hem,,dan gayung pun bersambut ,sambil mendengarkan campur sari,aku tuliskan semua apa yang ingin aku tulis,wah rasane plong banget,semua terasa menyenagkan,dan membuat aku benar-benar merasa puas bisa menuliskan uneg-uneg ku.Ehm,,, baru kali ini aku merasa nikmat untuk menulis.Semuanya mengalir begitu saja,tak ada hambatan.Jemari ini selalau saja menuntunku untuk bersentuhan dengan tuts,tuts,komputer,dan menulis,dan terus menulis,..Memang saat ini tulisan ku tak bertema,ini hanya tulisan ngalor ngidul,tak tentu juntrungannya.Smua ini mang aku sengaja,untuk kembali melatih diri ini untuk meulis,.Masalahnya aku sudah lama banget vakum dari dunia literasi ini.Aku akan memulainya lagi,aku akan mencoba kembali aktif,dan membangun asa,,,..Aku baru akan memulai,dan memang aku harus banyak belajar tentang kegagalanku yang lalu,,.Aku akan mencoba untuk kembali makin,aku kan coba berlatih dan terus berlatih untuk kembali bersemangat untuk menulis........
Sabtu, 12 Maret 2011
???????????????
Minggu, 06 Maret 2011
INGINKU........
![]() |
| jalan itu..... |
Hatiku mulai tersadar ,ada yang salah dengan kenyamananku selama ini.Kenyamanan yang ku rasakan membuatku mandul untuk memulai dan mewujudkan mimpi.Aku jadi males untuk melakukan apa yang aku impikan,,aku hanya terjebak dalam angan-angan yang sebenarnya membuatku semakin malas untuk merealiasasikannya menjadi sebuah tindakan nyata.......,Yah dan kini aku harus bisa memulainya,,,tak ada kata terlambat untuk memulai....Aku akn berusaha,,,,,,,Da.....aku yakin itu.....Bismillah....
Langganan:
Postingan (Atom)
"Gatel rasanya kalau lihat kamera,pinginnya di Foto terus"..Memang tampang bukan satu satunya orang bisa pede .Buktinya aku yang punya tampang pas pasan ini selalu ingin di Foto.Dan hasilnya juga nggak kalah dengan para model profesinal kan?.Hehe tanpa ada maksud Riya atau apapun ,semua ini hanya iseng mumpung ada alatnya,.Ndak papa kan? ya udah catatannya mah dikit aja,yang penting dan yang wajib kamu semua harus lama lama melottin tampang aku,,lama lama kamu akn terpesona melihat ketampananku,hwakakakakkakakakakak


















