Minggu, 24 April 2011

Kau pergi,,,,,,,,,,,

Sesal di kemudian hari apa gunanya??????
ya ...apa gunanya??? tohk dia sudah pergi meninggalkanmu sendirian dalam kecamuk penyesalan.Dia tersakiti dan pergi .Tak ku sadari dan tak terbayangkan kejadian tempo hari membuat semua ini begitu cepat berlalu dan meninggalkan diriku.Ehm.....kini hanya tuts tuts komputer ini yang bisa mengerti betapa besar sesalku.Aku tak berharap ini semua kan belalu.Ternyata memahami seorang  teman lebih sulit dari pada memahami diri sendiri,atau mungkin aku yang egois menutup mata dan mengukur sesorang dengan kerah bajuku sendiri.Kenapa dia begitu dalam terluka padahal aku hanya mengatakan apa yang bisa aku katakan dengan tetap menghargai pendapat dia yang mungkin tak sepaham dengan diriku dan setelah itu aku sudah melupakan semua itu dan mengganggap itu semua telah berlalu.Hingga aku tahu ternyata dia begitu terluka denga sikap dan pendapatku.Jujur aku tak pernah berniat untuk membuatnya merasa terpojok,atau berusaha memojokkan dia dan Aku juga tidak memposisikan dia sebagai lawan yang harus di pojokkan, karena kita hanya bertukar pikiran dan aku hanya mengemukakan pendapat ku itu saja.Kenapa dia bisa sejauh itu berpikir bahwa aku kan memojokkan dia atau apapun itu.Aku tak habis pikir kalau dia sejauh itu berpikir.Bagaimanapun aku kan berusaha menghargai keputusannya untuk bersikap seperti itu,meski aku belum sepenuhnya menerima sikapnya yang terlalu tergesa-gesa mengambil keputusan untuk pergi.Ya sudah lah semoga itu menjadi pilihan terbaikmu.Tapi biar aku jelaskan sekali lagi,tak ada niat hati ini untuk memposisikan dia sebagai seorang musuh atau sebagai lawan yang harus di kalahkan atau di pojokkan,,semoga kelak jika engkau membaca tulisan ini kamu kan tahu apa yang sebenarnya .

**************
"Tapi aku merasa Mas Ilham kurang tegas Mas".jawabnya dalam suatu percakapan via ponsel malam itu.
"Iya aku juga sepakat kalau mas Ilham memang kurang tegas ,kita semua tahu itu,tapi kenapa kamu sebagai adiknya tak berusaha untuk memberi sebuah solusi,dan motivasi supaya mas Ilham bisa segera mengambil sikap Ras." aku berusaha memberi pendapat.
"Iya ,tapi paling tidak Mas Ilham juga harus punya sikap untuk menyelesaikan masalahnya,aku sebagai adiknya hanya bisa memberi saran saja,supaya Mas Ilham tidak bergantung sama orang lain,dia sudah dewasa kan Mas.Ini baru mau memulai menjalani hidup berumah tangga saja sudah tidak tegas,bagaimana kalau nanti sudah menjalani rumah tangga?"Raras berusaha mengurai pendapatnya
" Sekali lagi aku juga sepakat dengan uraianmu itu Ras,tapi sekali lagi tak ada salahnyakan kalau kita bisa membantu  dengan apapun yang bisa kita bantu,dari pada kita hanya mencibir dan memposisikan Mas Ilham sebagai manusia gagal"Ku juga berusaha memberiakn pendapat.
"Iya aku juga sepakat mas,kita hanya membantu memberi solusi,selebihnya kita serahkan kepada yang akan menjalani,ya sudah ya mas aku pamit dulu sudah malam nih".
" ya sudah kalau begitu,met tidur"
Raras adalah sahabatku ,meski kami belum pernah bertemu tapi kami sangat akrab.Sering aku yang curhat dan berbagi beban,tak jarang dia pun berbagi beban.Ya kedekatan yang berbatas ,karena memang kami tak pernah berjumpa secara fisik aku yang ada di Bandung dan Raras yang ada di Surabaya tak memungkinkkan untuk berjumpa.Bisa di katakan  persahabatan bobotoh PERSIB dengan BONEK Persebaya.Karena memang aku adalah bobotoh diapun juga Bonek,,sama sama pecinta sepak bola.Tadi kami bercakap tentang sikap kakaknya Raras ,Mas Ilham yang kurang tegas untuk segera memutuskan untuk menikah calonnya Mas Ilham sudah siap dan Keluarga juga sudah menyetujui,tapi sepertinya Mas Ilham masih merasa ragu untuk memutuskan semua itu.Raras sebagai adiknya merasa sikap Mas Ilham itu kurang tegas,Raras pun meradang  dan akhirnya pun di ceritakan padaku.Aku berusaha untuk netral tak memihak Raras juga tak memihak sikap Mas Ilham,tapi mencoba mencari jalan tengah.Dan mencoba melihat masalah itu dari banyak sisi,supaya bisa terurai dengan bijak..sepertinya malam ini sudah larut,,,mata ini juga sudah berisyarat untuk segera terkatup dan terlelap.
**************
Hari ini libur kerja karena kalender berwarna merah.Entah libur untuk memperingati hari apa,sejak aku lulus sekolah tak pernah aku hiraukan lagi tanggal merah itu.Yang aku tahu kalau tanggal merah iu yang libur kerja,dan biasanya aku di dera rasa suntuk berkepanjangan karena tak ada aktifitas  hampir sepanjang  hari aku di kamar tidur tiduran sembari membaca buku.Sebenarnya tidak aku baca,aku hanya membolak balik halaman buku saja untuk menghilangkan rasa jenuh.Setelah sore menjelang tak kuat juga akhirnya aku mengurung diri di kamar.Ku putuskan untuk keluar sejenak membunuh waktu."Mending OL saja  
" pikirku.Aku pun beranjak ke Warnet terdekat untuk OL.Buka Fb sembari nulis sepertinya menyenangkan .Dan memang itu yang akan aku lakukan.Ku lihat Obrolan ternyata Raras juga sedang Ol "Hai Ras,,,tumben jam segini OL?"Ku sapa dia dalam obrolan di FB.Lama aku tunggu ,tak ada respon.Aku tunggu sejenak,siapa tahu dia lagi ngetik.Tapi tak juga muncul sebuah respon.Dia malah Off.Beribu tanya bergumul dalam benakku.Ku coba mencari tahu,Hape ini aku daulat sebagai delegasi untuk menyampaikan pesan."Ras kok off?? ada apa??".Sms pun berhasil aku kirim."G d pa" kok,aku cuma mrsa agak terpojok saja.Tenyata selama in aku orang yg egois.Aq sllu menganggap benar tnpa pernah memposisikan diriq pd posisi orang lain"..Sebuah jawaban yang membuatku heran dan terhenyak.Aku berpikir sesaat.Dan aku menemukan sebuah jawaban,ini pasti masih bersangkutan dengan obrolan malam itu."Ada apa sih Ras? apa ini masih ada kaitannya dengan obrolan semalam?" tanyaku.Hpae ku kembali aku daulat untuk menjadi delegasi.Hpe ku bergetar tanda ada pesan masuk "Enggak usah di bahas ,aku lagi males".Singkat dan padat jawaban itu ,tapi berisyarat bahwa yang empunya pesan sedang meradang .Aku tahu itu,segera aku ketik sebuah balas" Ras......g ada yang memojokkan kamu kok,q tak ada niat sedikitpun,q hanya berkomentar dari secuil informasi darimu,,sekiranya tidak berkenan lupakan & jgn jadi beban,, ya"Ku berusaha mengikis sala paham ini.Semua telah bisa terselesaikan dengan baik.Tapi aku tetap merasa tak enak hati kerana telah menyakiti sahabatku dengan kata ktaku.Aku paling sedih dan tak enak hati bila apapun yang ada ddalam jasad ini melukai orang.Aku cuma berharap moga Raras mau menerima maafku dengan hatinya.Aku segera off karena sayup ku dengar adzan telah berkumandang.

Ku jalani hari ini seperti biasa pagi hari ku awali rutinitasku kerja dan kerja.Saat istirahat tiba ku coba menyapa Raras,aku tahu saat ini dia juga lagi rehat.Ku ketik sebuah kata,dam ki kirim ke sana.Sekali tak ada jawaban, dua kali sampai sepuluh kalipesan aku kirim.Tak ada jawaban.Tak ada yang aku pikirkan kecuali hanya satu Raras sudah tak mau berteman sama aku lagi dan dia pergi karena tersakiti oleh tajamnya lidah ini...

Minggu, 17 April 2011

Satpam Online

Berteman dalam dunia maya memang menyenangkan.Tak ada sekat,Tak ada hijab,tapi kita juga harus tahu adab.Sebagai manusia yang beradab tentunya.Syahdan suatu saat aku berkenalan dengan seorang wanita,lebih tepatnya seorang Ahwat.Aku lebih suka menyebutnya seperti itu,sebagai pembeda antara dia yang berhijab dan wanita biasa yang doyan mengumbar aurat.Tapi jangn bilang aku seorang yang rasis,atau apapun,aku hanya ingin memuliakan para jilbaber itu.Ku mulai percakapan dengan beruluk salam.Dalam ranah dunia maya.Aku berusaha sebisa mungkin untuk menjaga kepercayaan orang yang aku ajak bicara.Karena dunia maya adalah rimba,Bila tak berhati-hati bisa tersesat diriku.Dengan beruluk salam sebenarnya aku juga meyakinkan dia bahwa aku juga oarng baik baik yang murni ingin mencari hikmah dalam pengembaraanku di dunia maya ini.Ku perkenalkan diriku  apa adanya .Dan memang itu jujur.Tak ada penipuan atau apapun.
 "Afwan ya,Ana off dulu"Katanya dalam tempo perkenalan kami yang belum ada lima menit."Lho ada apa?" Tanyaku dengan nada heran."Ada yang lagi keliling".Aku semakin heran di buatnya.Ada apa ini .sepertinya dia sangat ketakutan."Sebenarnya  ada apa tho?"Tanya ku semakin heran."Afwan..."Tanda hijau yang menandakan dia masih terhubung dalam obrolanku pun telah berubah warna.Itu berarti Dia memang sudah benar benar off dan meninggalkan sekalung beban pertanyaan.Tak ada yang bisa ku lakukan,selain berharap bisa kembali bertemu di udara.

                         ##################

 Perkenalan yang singkat itu tak urung meninggalkan tanya yang tak mungkin bisa aku jawab tanpa ada penjelasan dari Dia.Ahwat yang aku kenal di dunia maya itu.Berhati-hari aku berharap,tapi tak kunjung aku temukan sebuah jawab.Pun tak jua ku temui di udara.Sepertinya memang ada sesuatu yang membuat dia ketakutan hingga tak sempat menjelaskan.Ah   apa peduliku,kenapa aku malah terbebani dengan semua itu.Itu sikap putus asaku karena tak jua ku bisa mendapat jawab.Mungkin sudah hampir satu bulan sejak perkenalan itu tak pernah ku lihat dia Ol,,Entah lah...Aku berusaha menafikan rasa ingin tahu itu dan mencoba terlarut dalam keasyikaku menulis.Sedap banget kalau semua mengalir seperti ini.




Sabtu malam ini purnama begitu indah bersolek.Indah....Indah banget.Gumintangpun  seolah genit mengerdipkan matanya.menggoda jiwa jiwa sepi seperti diriku ini.Maklum sebagai manusia lajang malam minggu menjadi sesuatu yang istimewa bagi kalangan lajang.Mereka menyebutnya "mamingan".Tapi itu tak berlaku bagi diriku.Aku lebih suka menghabiskan malam panjang itu untuk berlama -lama Ol.Sepertinya halnya malam minngu ini aku memang sudah menjadualkan sabtu ini untuk ngedit salah satu cerpenku.Sekalian buka FB.Beberapa saat tak kusadari,tapi....Ternyata setelah beberapa minggu tak bersua di udara,malam minggu ini aku bersua dengannya di udara.Tak ingin kehilangan moment,aku bergegas menyapanya."Assalamualaikum Ukhti".Tak lama berselang terlahir sebuah jawab "Waalaikumussalam".Ku tanyakan tentang kejadian beberapa waktu yang lampau,tentang sikapnya yang menurutku aneh.Alih alih tak menjawab tapi malah bertanya "Afwan,,antum punya YM nggak?"."Punya "Jawabku singkat."Kita YMan saja,nanti ana ceritakan kenapa kemarin ana  buru-buru off.".Aku pun menyanggupi permintaannya.Dan berharap moga lekas aku dapatkan sebuah jawab atas kejadian waktu itu.Setelah YM kami terhubung."Afwan sebelumnya,kalau beberapa saat yang lalu ana  buru-buru off karena ada yang mengawasi aktifitas kami,jadi kami para ahwat yang tergabung dalam organisasi dakwah selalu di pantau untuk menjaga adab dalam bergaul dalam dunia maya" " Trus" tanyaku penasaran."Iya kami selau di tegur bila di rasa sudah melanggar peraturan dari organisasi kami.Kami menyebutnya Satpam online.".Aku terkekeh mendengar penjelasan itu.Memang sih sebenarnya tidak lucu,dan aku yakin dia memang sedang tidak melucu tapi yang membuatku geli istilah yang di pakai,Satpam online terdengar geli ternyata satpam sudah kehabisan tempat di dunia nyata,hingga bermigrasi ke dunia maya.Ah,,,tapi memang aku setuju saja,,di manapun dan kapanpun memang harus ada orang yang senantiasa mengingatkan untuk menjaga adab dalam bergaul pun di dunia maya..


DIA YANG MEMBUAT HATIKU BERHARAP


Oleh Ajeng Fairuz Zakiyah & Hanifangga

Memulai pagi sepertinya tak afdol kalau tak bersentuhan dengan sang surya.Hemm...memang pagi ini terasa sempurna.Mentari begitu bermurah hati menebar cahaya,menghangatkan jagad.Aku berusaha menikmati itu semua.Memang hangat terasa pagi ini,ketika mentari sepengalan naik,membuat bayang  tubuh ini seolah mengikutiku.Ada sunah yang harus tertunai,Dhuha.Akupun bergegas,menunaikannya.Tapi.......Mukena ku tertinggal di Sekretariat ahwat.Tak urung aku pun berjalan ke sana.Berniat mengambil mukena ku.Berjalan menyusuri selasar masjid,yang melewati ruang utama Masjid.Sayup ku dengar lantunan indah,,Begitu kusyuk,damai terdengar..Lantunan kalam  itu menyejukkan jiwa jiwa yang kering, menggetarkan hati hati para pencari Tuhan.Hati bertanya "Siapa gerangan Orang yang membaca begitu indah Kalimat Agung itu?".Tubuhku bereaksi mencari jawab,ku longokkan kepalaku,mengintip dari jendela berkaca.Seorang Ikhwan Kusyuk melantunkan Kalimat Agung itu.Ternyata Mas Irfan,Teman seperjuangan dalam dakwah.Sebenarnya aku sudah lama kagum sama pribadinya yang santun dan selalu memberikan perhatian yang lebih untuk dakwah.Dia orang yang lembut,tapi tegas dalam mempertahankan prinsip.Ohhh....Tiba tiba hati ini mendesir kagum,,Sungguh terasa berbeda.Anganku berharap,,Mungkinkah????.Ah,,,sepertinya aku tak yakin ,,,ku coba menepis angan,meski aku berharapkan menjadi nyata.Aku ingat kalau niatku tadi ingin ke sekretariat ahwat mengambil mukena.Ku tunaikan niat itu,,dan ku coba kusyuk dalam dhuha.
 **********
 
Aku mendapat amanah sebagai salah satu penanggung jawab kesekretariatan. Ya, saat itu lembaga kami sedang mengadakan acara talk show bersama salah seorang nara sumber yang sedang naik daun saat itu. Aku yang mengurusi administrasi peserta akhwat yang menghadiri acara itu, sedangkan Irfan jadi penanggungjawab ikhwan.

Ponselku bergetar diiringi nasyidnya Ummi Sammi Yusuf. "Afwan, Teh kwitansi untuk pembayaran acara masih ada? bisa ana minta?" Ternyata Mas Irfan yang mengirim sms.Meski hatiku menderu dendam tapi aku berusaha bersikap biasa. "Insya Allah masih ada, nanti ana antarkan ke atas." Balasku sebisa mungkin menahan rasa yang aku simpan. "Syukran" Balasnya lagi. Acara ini dilaksanakan di Auditorium kampus, berhubung pendaftaran ikhwan dan akhwat dipisah agak jauh jadi aku harus mengantarkan sendiri kwitansi yang beliau minta. Dengan menahan semua keindahan hati ini melalui istighfar, akupun menemuinya. kami tidak bertatap muka langsung, meskipun satu organisasi kami tetap saling menjaga.

"Afwan Akh Irfan." Aku memanggilnya sambil membalikkan sedikit wajahku agar tak terlihat jelas olehnya. "Ini kwitansi yang antum minta." Dengan posisi masih mengalihkan sedikit pandanganku, berkomunikasi dengan dia adalah hal yang aku hindari, serasa memasuki ruang pengap tanpa udara, sesak nafas yang ditimbulkan bukan karena memang hampa udara, namun karena semua detakan hatiku yang tak bisa aku hentikan. Aku menjulurkan tanganku memberikan barang yg ia butuhkan.
"Oh iy, syukron ukhti." Jawabnya. Huft, alhamdulillah. Aku segera berbalik badan dan ingin segera menenangkan hatiku ditempatku semula. Namun..
"Afwan, ana lupa tadi format untuk rekapan peserta ada di antum?" Deg, suara lembutnya itu memanggilku kembali. Astagfirullahhaladzim, ujian ini benar-benar bisa menghentikan detak jantungku. dengan terpaksa aku berbalik lagi sebagian, demi menghormati dia.
"Iya masih di ana. Antum buth sekarang?"
"Iya ana butuh sekarang."
"Insya Allah nanti diantarkan lagi."
"Afwan ana merepotkan."
"Na'am tidak apa-apa." Jawabku langsung berbalik dan kembali ke tempat semula.
Aku memilih jalan aman untuk hatiku, aku minta tolong akhwat lain untuk mengantarkan format rekapan itu

                                                     ******************** 
--> Sesunyi syair melow,,malam ini begitu sepi,di tingkahi genericik tangisan langit,yang sejak tadi sore terus saja menangis.Tak ada niat sama sekali untuk beraktifitas.Sejak tadi sore aku memilih mengurung diri di kamar membolak-balki buku meski tak aku baca.Aku lebih tertarik menghampiri notebookku, dan OL.Ku buka blog pribadiku.Aku sangat ingin menuliskan sesutu tentangmu dalam blog ku ini.   
          Entah kamu tau atau tidak, aku pernah dekat dengan ketua departemenku sendiri. Jangan pikir aku pacaran ya, tentunya tidak. Kami hanya kurang menjaga hijab saja antara aku dan Imran. Entah karena aku yang mudah terperdaya atau bagaimana, aku begitu cair dengannya. Aku berusaha meyakinkan dia agar jangan sampai pacaran karena amanah yang ia pegang sangat penting dan tugas kita sebagai pengemban amanah dakwah adalah tidak menyentuh ranah pacaran. Ternyata aku lebih dulu kecolongan, Imran tidak menganggap usahaku selama ini untk memepertahankan agar ia tidak menyentuh ranah itu. Jelas aku kecewa, harapanku saat aku memiliki seorang ketua adalah ia bisa amanah di tugas dakwahnya. Tapi ternyata tidak, hingga saat ini bahkan detik ini aku seperti kehilangan kepercayaan padanya. Aku dengan dia seperti perang dingin. Tidak ada komunikasi itu lagi. Bukan aku merindukan kesalahan komunikasi itu, tapi aku tidak ingin seolah-olah aku adalah mantan pacar yang harus dijauhi.

Apa kau tau cerita itu?

Tapi tahukah kamu? Ternyata aku jauh lebih dekat denganmu. Kedekatan kita kedekatan yang terjaga, kedekatan yang saling mendukung dan men-support. Tidak ada komunikasi yang berlebihan diantara kita. Yang kita komunikasikan benar-benar masalah kader dan dakwah yang kita jalani.

Ingat tidak, ketika aku bertanya tentang adik binaanmu yang pacaran dengan teman adik binaanku? Aku menghubungimu untuk membahas masalah itu, kamu pun memberi respon positif padaku. Kita membahas hal yang memang harus dibahas.

Lalu, saat aku nge-chat via FB menanyakan tentang sahabat ikhwan kita kang Hasan yang jarang terlihat saat rapat dan agenda-agenda lain. Kamu memang tidak membalas chat-ku, tapi kamu langsung send SMS kn? Dan kitapun memulai membahas hal itu, ditambah dengan aku memberitahu tentang ketua departemenku yang akhirnya memiliki pacar. Kamu menenangkan aku, ya itu yang bisa aku tangkap saat kita membahas masalah itu. Kamu tidak memperbesar masalah yang angkatan kita hadapi.

Sampai, saat aku mengabarkan aku kehilangan ayahku. Kamu adalah satu dari dua ikhwan yang aku beri kabar langsung. Kamu tahu SMS penguat darimu merupakan SMS yang aku simpan. Cara mu menyebut nama ku dengan kata "ukh", membuatku bahagia. Tidak dipungkiri, aku memang bahagia.
Tangisan langit mereda,berganti dengan dinginya udara yang menusuk tulang saat tulisan itu selesai aku buat.Sesungging senyum ku ukir setelah ku baca tulisan ini,andai engkau tahu semua itu..ah....aku kembali berangan.dan memang angan itu menghantarkanku pada peraduan dan terlelap.
   pagi ini aku merasa semua begitu indah.Hatiku berdesir.Entah apa yang akan terjadi.Pagi ini aku sangat bersemangat untuk pergi ke Kampus.Meski aku kuliah siang,tapi aku sengaja berangkat pagi.Karena ada tugas di sekretariat ahwat yang harus aku selesaikan.Sesampai di sana ternyata sudah hadir Murrobiku yang akrab aku sapa Bu Murr."Assalamualikum,,Bu "Ku sapa beliu.Agak heran juga aku, kenapa sepagi ini Bu Murr sudah ada di sini." Waalaikumus salam warahmatullahi wabarakatuh,,Aku tahu pagi ini pasti kamu kan kesini,makanya aku sengaja datang kesini  lebih awal supaya ada banyak waktu untuk bercakap."."Memang ada apa Bu???"Aku semakin heran dengan sikap Bu Mur yang memang agak aneh pagi ini.Tak seperti biasanya.Gerangan apa yang akan di katakannya."Cobalah kamu duduk ,ada sesuatu yang akan aku sampaikan padamu".Aku menurut saja.Aku duduk si samping Bu Mur."Seperti yang sudah aku bilang tadi ada sesuatu yang akan aku sampaikan padamu.Ini menyangkut masa depanmu.Memang sebelumnya aku tidak menyarankan semua ini.Kemaren ada seorang Murrabi menyampaikan pesan padaku,bahwa ada anak didiknya yang tertarik padamu,dan dia ingin mengkhitbahmu.Sebenarnnya aku ingin menolak meningat amanah yang meski kamu emban masih banyak,tapi setelah menimbang maslahat dan mudharatnya,lebih banyak maslahatnya.Toh setelah kamu di khitbahpun kamu masih bisa mengemban amanah dakwah ini." Sontak aku terkejut mendengar perkataan Bu Mur.Tapi berusaha aku sembunyikan.Aku hanya menunduk malu,menahan semua rasa yang berkecamuk."Orang yang ingin mengkhitbahmu adalah orang yang telah engkau kenal,kalau kamu bersedia aku akan menyampaikan pada Beliau"."Siapakah dia Bu Mur"."Ini Murabinya menitipkan sebuah photo untuk mengetahui siapa dia"Bu Mur menyodorkan sebuah fhoto.Ku terima dengan beribu rasa yang tak dapat aku tafsirkan.Pelan ku lihat.Hatiku semakin berdesir,jantungku semakin kencang berdetak."Kang Irfan?".belum hilang rasa terkejutku hapeku bergetar,,senandungnya membangunkan lelapku.Memang aku pasang alarm ktika shubuh tiba.Sayup ku dengar Adzan shubuh berkumandang.Aku bermimpi.Ku sandarkankan tubuhku sejenak untuk mengembalikan ruh yang terpencar,,Aku hanya bisa tersenyum dan kembali berharap..Andai mimpi itu nyata.
                                                                                        

Sabtu, 09 April 2011

Dia yang mengingatkanku

Melihat belantara jalan begitu padat,males sebenarnya untuk pergi jauh.Apalagi harus berkendara.Tapiiii.......
Aku harus tetap beranjak,karena celana ini harus segera di jahit.Malu rasanya  bila terlihat ma teman teman.Bisa jadi bahan olokan seharian.Mau nggak mau aku harus ke Sayati,mencari tukang permak celana,untuk menambal celana ini.Itu juga berarti aku harus menelusuri belantara jalan yang begitu padat dengan kuda besi.Serangga berkaki empatpun  berjubel menjadikan jalan itu penuh sesak tak bergerak.Tak kalah ruwet si hijau pun parkir sembarangan berebut penumpang.Aku pun jadi salah satu orang yang jadi rebutan itu.Aku terpaksa naik dan berharap kan segera sampai Sayati.Semua melata, merayap ,pelan..pelan sekali,membuat aku sangat jengah.si hijau terus saja merayap dan terus merayap,hingga si sebuah gang, si hijau berhenti.Ada calon penumpang,yang sepertinya ingin menggunakan jasanya.Ku lihat ada dua wanita,yang satu setengah baya, dan satunya lagi sepertinya masih gadis,karena dari cara berpakaian yang stylish,aku bisa memastikan kalau memang dia masih belia.
Dan memang benar dugaanku.aku kurang tahu apakah mereka anak Ibu ,atau saudara.dan memang aku tak perlu tahu   itu..Gadi itu sangat modis dan menarik.Sejenak membuat jengah ku sirna."Ya,,,mungkin sedikit  mengusir jengahku,lumayan juga untuk cuci mata."Pikirku.He he he he he.
"Lek,,,,,,mau Anik titip kon nukokne jaket sisan yen neng Sayati.Mau Sms karo aku".Aku terperangah,,,kaget,,mungkin juga senang.Dialek jawa begitu faseh keluar dari mulut kedua wanita tadi.Aku merasa senang aja bisa bersua dengan sesama perantau,tapi aku diam,berusaha menyembunyikan identitasku sebagai orang Jawa.Sungguh bukan  karena malu,aku cuma menjaga sikap saja.Kan nggak asyik kalau aku SKSD,Sok kenal sok dekat dengan mereka.Tapi aku juga agak segan untuk sekedar memperkenalkan diri,walau keinginan itu begitu membuancah dalam dada.Aku cuma terdiam dan terus menyimak obrolan mereka.Sebenarnya nggak enak juga, tapi karena aku paham bahasa itu,mau tidak mau aku pun begitu jelas mendengar obrolan mereka.Dan memang aku sangat menikmati ,sejenak afmosfer jawa di angkutan itu.Serasa diri ini terhantar ke Kampung halaman,di daerah Wonogiri yang selalu ku rindukan.Gunung Gajah Mungkur yang selalu ku singgahi ketika aku mudik,sampai Obyek Wisata batu seribu,berseliweran dalam memoriku.Masih segar dalam ingatanku, waktu itu aku bersama teman-teman sepermainan waktu kecil, reunian Hiking  ke Gunung Gajah Mungkur,rasa bahagia itu begitu menbuncah,tak bisa tertuangkan dalam sebuah ungkapan.Canda tawa,guyonan,olok2an,smua membuat acara reunian itu menjadi ajang kangen .Sepanjang pendakian kami saling bercerita tentang masa kecil kami yang sangat menyenangkan,,,.Kesempatan itu juga kami manfaatkan untuk berkisah tentang perjalanan hidup masing masing yang menghantar menjadi manusia urban.Iwan sahabat kecilku,yang tetap kecil ini bercerita tentang kelahiran pertamanya."Sebelum puasa kemaren Anakku lahir ,,wah cuakepe seperti bapaknya, he he he he".Dengan bangganya Iwan mengenalkan anaknya itu."Iya  asal ngga hitam dan pendek kaya bapaknya".Celetuk Imran,yang di sambut gelak tawa kami semua."Hamdulillah,puasa kemaren aku mengkhitbah wanita idamanku.Insyaalloh nati habis lebaran akad nikah dan walimahannya.Ilyaspun tak mau kalah untuk berbagi kebahagianya.Kami semua mengucapkan selamat Barakallahu laka wa baroka alaika  wa jama'a baina kuma fi khoir.Yang di amini begitu dalam oleh Ilyas.Imran pun yang sudah dulu berumah tangga bercerita tentang prestasi anak sulungnya yang menjadi juara satu lomba bulu tangkis tingkat Provinsi.Selang beberapa detik,semua mata tertuju padaku,tatapan mereka begitu dalam ,seolah mengharap sebuah jawaban.Aku juga tahu maksud dari tatapan mereka itu.Tatapan mereka,seolah bertanya." Kamu kapan menyusul?????".Ah ... tak akan aku jawab,dan memang tak perlu aku jawab."Wah ,,, tuh lihat air terjun itu,,indah banget, mandi dulu yuk,biar tak terlalu gerah",Ajakku untuk mengalihkan tanya tersirat mereka,yang memang sangat sulit aku jawab,untuk urusan yang satu ini aku memang kurang beruntung di bandingkan dengan sohib-sohibku ini.Aku sering gagal untuk melanjutkan sebuah proses ta'aruf menjdi sebuah khitbah,,berkali-kali aku coba,tapi aku selalu gagal,untuk melanjutkannya.Entah kenapa seperti itu,mungkin aku yang terlalu tinggi membuat kriteria,atau memang aku orang yang sulit untuk mencintai,tak lazim sepertinya kalau aku ceritakan di sini.Dan acara hiking kangen pun bertabur kebahagiaan.hanya satu gundah di sela bahagia itu,sebuah tanya yang belum bisa aku jawab.Kapan Nikah????.Hem...aku jadimelantur menceritakan kisahku,,semua terisnpirasi dari afmosfer jawa yang tercipta dalam angkot ini.Mungkin ada baiknya aku berterima kasih pada mereka berdua.Tapi belum sempat ku ucap sepatah kata."Kiri mang".mereka turun dari angkutan itu,meninggalkan sebuah kesan,walau aku tak pernah mengenal mereka,tapi mereka telah membantu ku untuk mengenang sejenak kebersamaan dengan sahabatku,yang kini tak bisa sewaktu -waktu aku bisa berkumpul dengan mereka.Aku pun turun dari angkot dan mencari tukan permak celana yang,berjejer di antara kios kios di Pasar Tradisional Sayati.....