ketika diri berazam untuk berkarya,sebagai wujud aktualisasi diri,kerana diri ini punya potensi yang harus di asah dan di uji
Sabtu, 27 Agustus 2011
Selasa, 23 Agustus 2011
Dalam perjalanan pulang
Kerimduan yang mengantarlam aku untuk bersegera kembali ke kampung halaman.Itu juga kenapa au menolak ajakan Pakdhe untuk pulang lusa depan.
"Wis besok saja tho mudiknya,istirahat barang sehari atau dua hari di sini.Apa kamu tidak cape apa?"Tanya Padhe ketika berusaha mengurungan niatku.
"Ndak Dhe,aku sudah nda sabar.Bayangan di jawa sudah menggelayut di mataku.Au juga kasihan Bapak sama Ibu.Merea sudah merinduan kehadiran anak anaknya.Padhe kan tahu,kaa dan adiku nda bisa pulang.Aku ta ingin kesedihan orang tuau bertambah karena aku nda kunjung pulang."
"Yo sudah ndak apa apa kalau kamu sudah nda sabar,ati ati aja di jalan"
"Ya Dhe ,maaf sekali aku nda bisa pulang bersama besok lusa".
"Udah jangan di pikirkan"
Prapto berangat sore itu juga.Dia pulang menggunakan Kereta Api ekonomi karena alasan ongkos yang murah meriah.Apa lagi sekarang ada pembatasan penumpang,hingga kemungkinan berdesak desakkan dengan penumpang lain sangat sedikit.Meski juga ada kemungkinan dia tidak aan ebagian tiket karena pembatasan itu.Dari awal Prapto aam mudik bareng dengan Ahmad yang biasa di panggil Pakdhe.Padhe adalah teman satu kerja di Pabri Textil tempat Prapto bekerja.Tapi rencana itu Dia batalkan serelah dia mendapat telepon dari Bapaknya .Sang Bapak mengabarkan kalau Ibunya sangat bersedih karena anaknya tidak bisa pulang semua pada lebaran kali ini.Hati Prapto tak mau melihat dan mendengar kesedihan Ibunya berlarut larut.Dia pun memutuskan untuk pulang lebih awal dari rencana semula supaya bisa secepat mungkin hadir menemui Ibunya untul sedikit menghiburnya.
Ini adalah lebaran yang keseian kalinya.Dan lebaran kali ini pun saudara kandung ta ada yang bisa pulang.Sisri kakaknya Prapto ta bisa pulang karena sedang hamil tua.di tambah tak ada beaya untuk membawa suami dan ketiga anaknya.Merantau Ke Bandung dengan niat memperbaiki kehidupan ekonomi ,tapi malas membuatnya terdampar di Kota itu.Padahal Sisri sudah berusaha dengan keras untuk mengumpulan pundi pundi uang,tapi selalu kesulitan untuk mengumpulkannya.Bahan lebih sering kurang daripada cukupnya untuk memenuhi kehidupan keluarganya.Apalagi sekarang dia sedang mengandung ana ke empatnya.Dalam kandungannya yang mulai membesar Dia sidah tak mampu membantu suaminya untuk mencari nafkah.Dan kini hanya mengandalkan suaminya yang jualan bakso keliling..Prapto pun tida bisa memaksa kakanya untuk pulang.
Sebelum pulang Prapto menyempatkan mampir ke rumah adiknya.
"Tahun kemarin kamu ndak pulang,mbol di usahakan tahun ini bisa pulang tho dik.Ibu sudah kangen sama cucunya yang lucu itu."Bujuk Prapto pada adiknya.
"Sebenarnya aku juga pingin banget pulang mas,putri juga dari kemaren sudah merengek renge padaku minta pulang ke jawa.Pingin ketemu sama neneknya ,tapi ta pikir pikir biayanya ndak cukup untuk membawa anak dan istriku .Kalau aku belum punya anak istri mungkin aku pulang naik kereta Ekonomi"
"Lha memang apa bedanya,kamu sekarang juga bisakan membawa anak istrimu naik kereta ekonomi?"
"Aku ndak tega mas,melihat anak isteimu berdesak desakan di dalam kereta.Dan kalau aku naik Bis pasti omgkosnya membengkak hingga seratus persen lebih.Nanti saja kalau lebaran haji aku usahakan pulang."
Prapto juga tak bisa meyakinkan adiknya untuk pulang.Mereka sudah terlarut dengan masala mereka sendiri dan tidak mau berkorban untuk Orang tua mereka yang sangat merindukan kehadiran mereka.Padahal orang tua merela tidak mengharapan di berian harta ,tapi hanya mengharapkan kehadiran mereka di hari yang penuh kemenangan nanti.Hari Raya Idul Fitri nanti.
Sore itu Prapto menuju Ke Stasion Padalarang untu memesan tiket kereta ekonomi Kahuripan.Sengaja dia berangkat sore hari untuk menghindari antrian dan bisa mendapat tempat duduk.Karena menjelang Lebaran biasanya PT.Kereta Api menjual tiket dengan bebas tempat duduk.Dengan begitu siapa yang datang lebih awal kemungkinan mendapat tempat duduk juga akan semakin besar.Tanpa butuh waktu lama Prapto sudah mengantongi tiket seharga tiga puluh satu ribu rupiah.Harga yang sangat murah meriah bila di bandingkan dengan jenis angkutan yang lain.Hati Prapto sudah tidak sabar ingin segera sampai ke kampung halaman.Dia sudah membayangkan suasana yang panas,pepes ikan asin buatan Ibunda tercinta.Dia memang sengaja tidak memberitahu keberangkatannya pada Ibunya,karena Prapto akan memberian kejutan.Hatinya semakin berdebar ketika kereta yang akan di tumpanginya telah datang.Dia langsung naik dan berharap segera sampai ke kampung halaman.
Menikmati suara kereta di saat sang surya mulai mengintip di ufuk sana.pagi ini kereta sudah sampai di stasiun Tugu Yogyakarta.Sekitar satu jam lagi sampai di stasiun jebres Solo.Hatinya semakin berdesir apa lagi sejak tadi malam hapenya mati,karena baterainya habis.Sehingga menahan dirinya untuk menghubungi Ibunya.
Satu jam telah berlalu.Prapto sudah sampai Di Stasiun jebres.Perjalanan mash lumayan lama.Dia harus naik bis lagi untuk mencapai kampung halamannya."Ah nanti charger hapenya di rumah saja" pikir Prapto."Aku sudah nda sabar ketemu Ibu.
Dari kejauhan sudah tampak atap Rumahnya."kiri mas"Prapto memberi Isyarat kepada tukang ojeg untuk berhenti.Melihat rumahnya Prapto segera menghampiri."Assalamualikum" Prapto mengetuk pintu.Di ulangnya beberapa kali tapi tak kunjung ada yang membukaan pintu."Weh Mas Prapto pulang tho?"Dari belakang Sumi tetangganya mengagetkannya.
"Iya Sum,kamu lihat bapa dan Ibuku ndak?".
"Kemarin Bapak dan Ibunya Mas Prapto berangkat Ke Bandung,serelah mendapat kabar kalau mabak Sisri Melahirkan,Kemarin katanya sudah menghubungi Mas Prapto tapi atanya Hapenya tidak aktif."
Aku hanya tertindu lesu mendengar semua itu.Dan menahan kebahagiaan yang sudah menbuncah dalam hatiku
"Wis besok saja tho mudiknya,istirahat barang sehari atau dua hari di sini.Apa kamu tidak cape apa?"Tanya Padhe ketika berusaha mengurungan niatku.
"Ndak Dhe,aku sudah nda sabar.Bayangan di jawa sudah menggelayut di mataku.Au juga kasihan Bapak sama Ibu.Merea sudah merinduan kehadiran anak anaknya.Padhe kan tahu,kaa dan adiku nda bisa pulang.Aku ta ingin kesedihan orang tuau bertambah karena aku nda kunjung pulang."
"Yo sudah ndak apa apa kalau kamu sudah nda sabar,ati ati aja di jalan"
"Ya Dhe ,maaf sekali aku nda bisa pulang bersama besok lusa".
"Udah jangan di pikirkan"
Prapto berangat sore itu juga.Dia pulang menggunakan Kereta Api ekonomi karena alasan ongkos yang murah meriah.Apa lagi sekarang ada pembatasan penumpang,hingga kemungkinan berdesak desakkan dengan penumpang lain sangat sedikit.Meski juga ada kemungkinan dia tidak aan ebagian tiket karena pembatasan itu.Dari awal Prapto aam mudik bareng dengan Ahmad yang biasa di panggil Pakdhe.Padhe adalah teman satu kerja di Pabri Textil tempat Prapto bekerja.Tapi rencana itu Dia batalkan serelah dia mendapat telepon dari Bapaknya .Sang Bapak mengabarkan kalau Ibunya sangat bersedih karena anaknya tidak bisa pulang semua pada lebaran kali ini.Hati Prapto tak mau melihat dan mendengar kesedihan Ibunya berlarut larut.Dia pun memutuskan untuk pulang lebih awal dari rencana semula supaya bisa secepat mungkin hadir menemui Ibunya untul sedikit menghiburnya.
Ini adalah lebaran yang keseian kalinya.Dan lebaran kali ini pun saudara kandung ta ada yang bisa pulang.Sisri kakaknya Prapto ta bisa pulang karena sedang hamil tua.di tambah tak ada beaya untuk membawa suami dan ketiga anaknya.Merantau Ke Bandung dengan niat memperbaiki kehidupan ekonomi ,tapi malas membuatnya terdampar di Kota itu.Padahal Sisri sudah berusaha dengan keras untuk mengumpulan pundi pundi uang,tapi selalu kesulitan untuk mengumpulkannya.Bahan lebih sering kurang daripada cukupnya untuk memenuhi kehidupan keluarganya.Apalagi sekarang dia sedang mengandung ana ke empatnya.Dalam kandungannya yang mulai membesar Dia sidah tak mampu membantu suaminya untuk mencari nafkah.Dan kini hanya mengandalkan suaminya yang jualan bakso keliling..Prapto pun tida bisa memaksa kakanya untuk pulang.
Sebelum pulang Prapto menyempatkan mampir ke rumah adiknya.
"Tahun kemarin kamu ndak pulang,mbol di usahakan tahun ini bisa pulang tho dik.Ibu sudah kangen sama cucunya yang lucu itu."Bujuk Prapto pada adiknya.
"Sebenarnya aku juga pingin banget pulang mas,putri juga dari kemaren sudah merengek renge padaku minta pulang ke jawa.Pingin ketemu sama neneknya ,tapi ta pikir pikir biayanya ndak cukup untuk membawa anak dan istriku .Kalau aku belum punya anak istri mungkin aku pulang naik kereta Ekonomi"
"Lha memang apa bedanya,kamu sekarang juga bisakan membawa anak istrimu naik kereta ekonomi?"
"Aku ndak tega mas,melihat anak isteimu berdesak desakan di dalam kereta.Dan kalau aku naik Bis pasti omgkosnya membengkak hingga seratus persen lebih.Nanti saja kalau lebaran haji aku usahakan pulang."
Prapto juga tak bisa meyakinkan adiknya untuk pulang.Mereka sudah terlarut dengan masala mereka sendiri dan tidak mau berkorban untuk Orang tua mereka yang sangat merindukan kehadiran mereka.Padahal orang tua merela tidak mengharapan di berian harta ,tapi hanya mengharapkan kehadiran mereka di hari yang penuh kemenangan nanti.Hari Raya Idul Fitri nanti.
Sore itu Prapto menuju Ke Stasion Padalarang untu memesan tiket kereta ekonomi Kahuripan.Sengaja dia berangkat sore hari untuk menghindari antrian dan bisa mendapat tempat duduk.Karena menjelang Lebaran biasanya PT.Kereta Api menjual tiket dengan bebas tempat duduk.Dengan begitu siapa yang datang lebih awal kemungkinan mendapat tempat duduk juga akan semakin besar.Tanpa butuh waktu lama Prapto sudah mengantongi tiket seharga tiga puluh satu ribu rupiah.Harga yang sangat murah meriah bila di bandingkan dengan jenis angkutan yang lain.Hati Prapto sudah tidak sabar ingin segera sampai ke kampung halaman.Dia sudah membayangkan suasana yang panas,pepes ikan asin buatan Ibunda tercinta.Dia memang sengaja tidak memberitahu keberangkatannya pada Ibunya,karena Prapto akan memberian kejutan.Hatinya semakin berdebar ketika kereta yang akan di tumpanginya telah datang.Dia langsung naik dan berharap segera sampai ke kampung halaman.
Menikmati suara kereta di saat sang surya mulai mengintip di ufuk sana.pagi ini kereta sudah sampai di stasiun Tugu Yogyakarta.Sekitar satu jam lagi sampai di stasiun jebres Solo.Hatinya semakin berdesir apa lagi sejak tadi malam hapenya mati,karena baterainya habis.Sehingga menahan dirinya untuk menghubungi Ibunya.
Satu jam telah berlalu.Prapto sudah sampai Di Stasiun jebres.Perjalanan mash lumayan lama.Dia harus naik bis lagi untuk mencapai kampung halamannya."Ah nanti charger hapenya di rumah saja" pikir Prapto."Aku sudah nda sabar ketemu Ibu.
Dari kejauhan sudah tampak atap Rumahnya."kiri mas"Prapto memberi Isyarat kepada tukang ojeg untuk berhenti.Melihat rumahnya Prapto segera menghampiri."Assalamualikum" Prapto mengetuk pintu.Di ulangnya beberapa kali tapi tak kunjung ada yang membukaan pintu."Weh Mas Prapto pulang tho?"Dari belakang Sumi tetangganya mengagetkannya.
"Iya Sum,kamu lihat bapa dan Ibuku ndak?".
"Kemarin Bapak dan Ibunya Mas Prapto berangkat Ke Bandung,serelah mendapat kabar kalau mabak Sisri Melahirkan,Kemarin katanya sudah menghubungi Mas Prapto tapi atanya Hapenya tidak aktif."
Aku hanya tertindu lesu mendengar semua itu.Dan menahan kebahagiaan yang sudah menbuncah dalam hatiku
Langganan:
Postingan (Atom)
"Gatel rasanya kalau lihat kamera,pinginnya di Foto terus"..Memang tampang bukan satu satunya orang bisa pede .Buktinya aku yang punya tampang pas pasan ini selalu ingin di Foto.Dan hasilnya juga nggak kalah dengan para model profesinal kan?.Hehe tanpa ada maksud Riya atau apapun ,semua ini hanya iseng mumpung ada alatnya,.Ndak papa kan? ya udah catatannya mah dikit aja,yang penting dan yang wajib kamu semua harus lama lama melottin tampang aku,,lama lama kamu akn terpesona melihat ketampananku,hwakakakakkakakakakak