Sabtu, 14 Mei 2011

DALAM SEBUAH PERJALANAN

 Jauh jauh hari sudah aku rencanakan,ketika aku  tahu akan ada Book fair.Ku lihat dana keuangan,ternyata ada uang ngganggur yang bisa di manfaatkan untuk beli buku di pameran nanti.Itung itung refresing, atau mencari suasana yang baru karena akhir akhir ini hampir seluruh waktuku tersita oleh pekerjaan.Aku syukuri semua itu,tapi pada suatu waktu aku merasakan kejenuhan yang luar biasa.Bosen,suntuk,,dan males itu tanda tanda kalau aku tidak ada gairah untuk bekerja.



Ku putuskan untuk datang ke book fair sabtu siang ,setelah pulang kerja.Karena kalau hari minggu aku masuk lembur dan tak mungkin memaksakan waktu karena kalau lembur hari minggu aku pulang jam empat sore.Dan kalau aku paksakan pasti tidak akan cukup waktunya.Karena perjalanan yang lumayan jauh dari tempatku bekerja dengan tempat di selengggarakan book fair.Belum di tambah macet.Waktu Ternyata mendukung niatku itu.Sabtu terasa cepat berlalu.Perasaan baru beberapa jam bekerja ternyata sudah jam satu siang.Artinya aku harus segera menyudahi pekerjaanku.Aku tak langsung pulang,tapi bersegera menuju tempat book fair itu.Di Bandung Weekend adalah macet.Dan akhirnya memang aku harus lama bertahan di jalan,karena terjebak macet.Perut yang belum terisi di tambah kemacetan yang tak terurai membuat kepalaku seolah berputar.Tapi demi mendapatkan kan bukumtak akan aku menyerah.Sekali layar terlembang pantang surut kembali.Semangat pantang menyerah kan???.Untung dalam perjalanan itu musisi jalanan bisa memberikan hiburan yang sangat menghibur.Satu persatu sang musisi itu datang dan pergi mendengangkan lagu.Mereka memang kreatif,tidak modal nekat tapi memang totali dalam bermusik,,ada yang lengkap dengan biola,,suara nya mendayu dayu,menggetarkan jiwa.Nimat banget.

Ternyata nikmat juga menikmati hiruk pikuk di dalam bis kota.Semuanya begitu nyaman dan menyenang,bagi orang itu menjemukan tapi bagiku itu sangat berkesan.Langit menetes,menghambur butiran butiran air mengguyur,suasana sore itu begitu sendu dan sepi.Bis kota pelan dan berhenti sejenak.Saya pikir ada penumpang yang mau naik.Dan memang benar adanya.Sekilas ku lihat ada seoarang ibu mengendong sesuatu dan menggandeng seorang anak kecil.Aku sangka Ibu itu penumpang,tapi ternyata dugaanku salah."Assalamualikum warahmatullahi wabarakatuh.Selamat jalan para penumpang semua menuju kota bandung,perkenankan kami mendendangkan beberapa buah lagu".Kata Ibu itu setengah berteriak.Aku baru ngeh kalau Ibu itu juga sang musisi jalanan."Perdamain ,,,perdamaian..."Ibu itu dengan lembut meyanyikan lagu Qosidah yang pernah di populerkan oleh GIGI..Aku jadi teringat masa kecilku ,lagu itu begitu familaiar terdengar  oleh anak anak seusiaku waktu itu.Bahkan di acara HALAL BI HALAL  itu jadi lagu wajib.Ibu iu terus mengalunkan suaranya.Sekali lagi aku terkesan.Bukan karena iba,tapi salut.Salut dengan keberanianya.Bagiku itu lebih mulia dan lebih terhormat dari pada meminta minta.Ibu itu tak lekas tururn dari Bus Kota.Dia memilih duduk sejenak di dekat pintu."Alhamdulillah ,lumayan,,cukup untuk makan hari ini".Jawab Ibu itu ketika ada yang menanyakan.Aku sangat jelas mendengar percakapan itu,karena posisi dudukku tak jauh dari tempat itu."Lumayan,,,bisa memenuhi kebutuhan,,kalau mengandalkan penghasilan suami nggak cukup,makanya Ibu ngamen ".Ibu itu bercerita.Hemm..aku jadi malu dengan sikap tegar Ibu itu,dalam kesulitannya dia tak mau menhinakan diri untuk meminta minta,tapi kesulitan itu membuatnya terpacu untuk kreatif dan berusahaAh betapa malunya aku,,,

1 komentar:

  1. saat memandang dunia hendaknya kita lebih sering melihat kepada saudara-saudara kita yang berada di bawah(kurang beruntung). agar kita senantiasa terinspirasi untuk beersyukur. tapi sebaliknya saat memandang akhirat kita haruslah melihat pada saudara-saudara kita yang berada diatas(lebih baik/mulia),agar kita senantiasa terinspirasi untuk lebih baik lagi dan bersemangat untuk meningkatkan kadar keimanan kita. agar menjadi muslim 24 karat.

    BalasHapus