"Wuih.....dingin banget!!".Kupaksakan kakiku melangkah,meski dingin
menusuk tulang.Minggu ini aku dapat giliran shift malam.Memasuki musim kemarau
malam hari memanglah terasa dingin.Kalau bukan karena butuh takkan mau aku relakan
malam kujadikan siang untuk mengais rizki.Dan akupun tak bisa berbuat banyak
karena itu sudah kebijakan dari perusahaan.Aku harus memakai pakaian dobel.plus
jaket supaya dingin tak terlalu menusuk tulang.Tapi tetap saja itu tak terlalu
membantuku mengusir dingin.Ku gesek-gesek tanganku supaya terasa hangat.
Di tengah malam yang dingin aku harus berjalan kaki sendirian,melewati areal persawahan yang cukup luas.Sebenarnya ada angkot,tapi aku pilih jalan pintas ini karena tempat kerjaku nangung,nggak terlalu jauh dan nggak terlalu dekat.Kalau naik angkot aku bingung ngasih ongkosnya.Mau di kasih seribu minta kembaliannya malu,mau di kasih lima ratus."Hari gini mana berarti uang segitu mas!".Komentar itu pasti keluar dari mulut Pak sopir.Akupun tak tega ngasih uang segitu, mengingat BBM yang terus merangkak naik.Sudahlah dari pada bingung mendingan aku jalan kaki aja.Itung-itung pengiritan.
Takut juga sih malam-malam begini harus lewat areal persawahan yang cukup luas.Sudah gelap sepi lagi.Semilir angin membuat suasana semakin mencekam.Parahnya aku malah teringat film horor yang kutonton.Bulu kudukku merinding,takut kalau tiba-tiba di depanku ada "penampakan".Mau lari kemana aku."Ih..... serem!!!!".aku bernyanyi nyanyi,untuk mengusir ketakutanku.
Sayup sayup aku seperti mendengar suara tangisan bayi.Aku terdiam.Ku buka lebar-lebar daun telingaku.Ternyata memang ada suara tangisan bayi."deg" jantungku terasa berhenti berdetak.Aku panik dan ketakutan."Amit amit jangan sampai aku sampai ketemu".Ku percepat langkahku,tapi suara itu malah semakin keras,membuat aku semakin takut.Tanpa sadar aku lari sekencang-kencangnya .tanpa menghiraukan sekelilingku.Dalam pikiran saya ingin cepat-cepat meninggalkan area persawahan ini."Gubrag!!!"Sialnya aku malah terjungkal,terjerembab ke dalam sawah.Tubuhku penuh luka gores karena terkena tanah persawahan yang mengeras.Tak ku hiraukan rasa sakitku yang penting sekarang lari sekencang -kencangnya menjauh dari tempat ini.Parahnya suara itu semakin keras dan arah suaranya tepat di depanku."Mati aku!,mau lari kemana lagi aku".Tak banyak yang bisa aku lakukan,selain pasrah dan memberanikan diri. Kata pak ustadz kalau kita berani maka hantu malah takut sama kita.Kupaksakan mataku melihat ke tempat suara itu.Sedikit demi sedikit ku buka mataku. aku belum siap jika penampakan yang ku lihat nanti sangatlah seram.Ku lihat sekotak kardus teronggok di pematang sawah tepat di depanku.Ku pastikan itu asal suara tangisan bayi yang menakutiku.Entah kenapa ketakutan yang tadi menghantui perasaanku berubah jadi keberanian dan rasa penasaran.Ku hampiri kardus itu ,ku buka pelan-pelan."Masya Allah" ku lihat samar samar sesosok bayi yang sangat mengenaskan keadaanya.Tak ada sehelai kainpun yang menutupi tubuhnya,hanya plastik yang digunakan untuk membungkus bayi itu."Sungguh biadab orang yang tega membuang darah dagingnya sendiri.Maunya enaknya saja".gerutuku. Tampaknya si pembuang bayi itu berharap supaya bayinya cepat mati.Nafasnya mulai tersengal sengal karena kedinginan.Karena takut terjadi apa apa ,lansung saja ku bawa bayi ini ke rumah sakit.Tak peduli dengan tubuhku yang penuh lumpur.Untungnya ada rumah sakit yang dekat dengan lokasi penemuan bayi ini.Setelah bayi itu dirawat aku bergegas memberi tahu polisi tentang penemuan bayi ini.Aku tak mau terjadi masalah dengan penemuan bayi ini.
Kurang lebih setengah jam akhirnya polisi datang dan langsung mengiterogasi aku.Akupun bicara apa adanya walau agak takut.Maklum baru kali ini aku berurusan dengan polisi.Dengan keterangan yang aku berikan polisi langsung mengamankan daerah TKP.
Kali ini aku harus menginap di rumah sakit menunggui bayi itu.Aku kasihan dengan nasib bayi itu.baru lahir saja sudah menderita.Aku benar benar nggak ngerti pola berpikir orang yang tega membuang darah dagingnya sendiri.Saya yakin ini adalah bayi hasil hubungan gelap.Karena malu orang tuanya tega membuang buah hatinya."Ternyata orang zina itu masih punya malu juga ya, tapi kenapa pas melakukan perbuatan bejat itu tak sedikitpun malu?". tanyaku dalam hati bak seorang detektif.Kulihat bayi itu di balik kaca. kuperhatikan ternyata bayi itu lucu banget jiwa ke bapakanku muncul dan ingin melindunginya.
Esok harinya......
Aku menemui dokter yang merawat bayi itu.Ku tanyakan keadaannya sampai kemungkinan boleh tidaknya aku adopsi. jujur saja rasa kasihan itu telah berubah menjadi rasa kasih sayang dan keinginan untuk merawatnya.Alhamdulillah kondisi bayi itu semakin membaik.Kata dokter kalau saja saya terlambat beberapa menit saja membaya bayi itu bisa dipastikan bayi itu tak dapat di selamatkan lagi.Beruntungnya aku.Tapi aku belum mendapatkan kepastian untuk mendapatkan hak mengadopsi bayi itu. Aku harus menunggu hasil penyidikan polisi.Dan selama kasus ini belum selesai bayi itu di rawat di rumah sakit.
********************************
Sebulan ,dua bulan aku mengikuti perkembangan kasus ini.Akhirnya polisi menutup kasus ini karena tak ada bukti yang cukup untuk mencari tahu siapa dalang pembuang bayi tersebut.Di duga pelaku orang yang berdomisili jauh dari tempat ini.Dan masalah bayi tersebut di serahkan sepenuhnya oleh polisi kepada pihak rumah sakit.Aku menawarkan kembali untuk mengadopsi bayi itu.Pihak rumah sakit sempat ragu ,karena statusku yang masih single.Tapi setelah aku yakinkan pihak rumah sakitpun mengizinkan dengan syarat aku harus benar-benar merawat bayi ini dengan baik.Setelah mengurus semua administrasinya aku membawa pulang bayi ini.Jauh hari sudah aku persiapkan segala sesuatu yang di butuhkan untuk merawat bayi, bahkan aku telah menyiapkan acara syukuran untuk menyambut kedatangan bayi ini. Aku sangat terbantu dengan kepedulian para tetanggaku yang membantuku baik tenaga waktu maupun dana.Hari ini aku sangat bahagia.Sampai di rumah para tetanggaku sudah berjubel menyambut gembira kedatangan bayi ini.Yang di dapurpun tak mau ketinggalan mereka tinggalkan sejenak pekerjaan mereka mempersiapkan makanan untuk syukuran nanti malam hanya untuk melihat bayi ini.Bak menyambut raja.Mereka penasaran ingin melihat langsung kondisi bayi itu.Ku gendong erat seolah tak mau ku lepas.Karena terganggu bayi itu menangis . aku panik. "Mbak Sri gimana nih?".Mbak Sri ,kakakku yang sudah punya pengalaman menjadi ibu langsung meraih bayinya untuk ditenangkan.
Malamnya......
Acara syukuran kecil-kecilanpun di gelar.aku undang semua tetanggaku baik yang sama-sama ngontrak maupun pribumi.Ucapan selamatpun tak henti hentinya mereka ucapkan.Malam ini aku juga akan memberikan sebuah nama pada anakku.Banyak usulan nama yang di berikan padaku.Akupun juga sudah mengantongi beberapa nama yang akan ku berikan.Setelah ku seleksi ada sebuah nama yang sangat cocok untuknya.Setelah lantunan doa doa selesai dan para tetangga menikmati hidangan aku mengumumkan nama yang akan kuberikan kepada anakku tercinta."Assalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.Mohon perhatian kepada bapak ibu semua. Bersyukur diri ini atas anugerah tak terkira dari sang Kholik.Pada kesempatan kali ini saya akan memberi tahukan kepada bapak ibu sekalian.Bahwa pada malam hari ini saya akan menyematkan sebuah nama pada anakku tercinta. Ku namakan Dia TEGUH LELAKU. Dengan harapan supaya anak ini selalu teguh dalam memegang prinsip sebagai seoarng muslim. teguh dalam menjalani hidup yang kadang tidak menyenagkan seperti apa yang dialaminya.sekarang di terlantarkan oleh orang tuanya.Terima kasih kepada semua warga yang telah membantu. sekali lagi terima kasih .Wasalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh".Riuh tepuk tangan mengiringi penyematan nama itu.Plong sudah hati ini,bertambahlah kebahagianku.Aku tak menyangka akan mendapatkan anugerah seindah ini.Aku berharap bisa mejadi orang tua yang baik .mencurahkan kasih sayang meski bukan orang tua aslinya.Bisa membimbingnya menjadi manusia yang manfaat buat agama dan negaranya."Anakku tetaplah tabah dan teguh dalam menjalani hidup seperti namamu TEGUH LELAKU".
Di tengah malam yang dingin aku harus berjalan kaki sendirian,melewati areal persawahan yang cukup luas.Sebenarnya ada angkot,tapi aku pilih jalan pintas ini karena tempat kerjaku nangung,nggak terlalu jauh dan nggak terlalu dekat.Kalau naik angkot aku bingung ngasih ongkosnya.Mau di kasih seribu minta kembaliannya malu,mau di kasih lima ratus."Hari gini mana berarti uang segitu mas!".Komentar itu pasti keluar dari mulut Pak sopir.Akupun tak tega ngasih uang segitu, mengingat BBM yang terus merangkak naik.Sudahlah dari pada bingung mendingan aku jalan kaki aja.Itung-itung pengiritan.
Takut juga sih malam-malam begini harus lewat areal persawahan yang cukup luas.Sudah gelap sepi lagi.Semilir angin membuat suasana semakin mencekam.Parahnya aku malah teringat film horor yang kutonton.Bulu kudukku merinding,takut kalau tiba-tiba di depanku ada "penampakan".Mau lari kemana aku."Ih..... serem!!!!".aku bernyanyi nyanyi,untuk mengusir ketakutanku.
Sayup sayup aku seperti mendengar suara tangisan bayi.Aku terdiam.Ku buka lebar-lebar daun telingaku.Ternyata memang ada suara tangisan bayi."deg" jantungku terasa berhenti berdetak.Aku panik dan ketakutan."Amit amit jangan sampai aku sampai ketemu".Ku percepat langkahku,tapi suara itu malah semakin keras,membuat aku semakin takut.Tanpa sadar aku lari sekencang-kencangnya .tanpa menghiraukan sekelilingku.Dalam pikiran saya ingin cepat-cepat meninggalkan area persawahan ini."Gubrag!!!"Sialnya aku malah terjungkal,terjerembab ke dalam sawah.Tubuhku penuh luka gores karena terkena tanah persawahan yang mengeras.Tak ku hiraukan rasa sakitku yang penting sekarang lari sekencang -kencangnya menjauh dari tempat ini.Parahnya suara itu semakin keras dan arah suaranya tepat di depanku."Mati aku!,mau lari kemana lagi aku".Tak banyak yang bisa aku lakukan,selain pasrah dan memberanikan diri. Kata pak ustadz kalau kita berani maka hantu malah takut sama kita.Kupaksakan mataku melihat ke tempat suara itu.Sedikit demi sedikit ku buka mataku. aku belum siap jika penampakan yang ku lihat nanti sangatlah seram.Ku lihat sekotak kardus teronggok di pematang sawah tepat di depanku.Ku pastikan itu asal suara tangisan bayi yang menakutiku.Entah kenapa ketakutan yang tadi menghantui perasaanku berubah jadi keberanian dan rasa penasaran.Ku hampiri kardus itu ,ku buka pelan-pelan."Masya Allah" ku lihat samar samar sesosok bayi yang sangat mengenaskan keadaanya.Tak ada sehelai kainpun yang menutupi tubuhnya,hanya plastik yang digunakan untuk membungkus bayi itu."Sungguh biadab orang yang tega membuang darah dagingnya sendiri.Maunya enaknya saja".gerutuku. Tampaknya si pembuang bayi itu berharap supaya bayinya cepat mati.Nafasnya mulai tersengal sengal karena kedinginan.Karena takut terjadi apa apa ,lansung saja ku bawa bayi ini ke rumah sakit.Tak peduli dengan tubuhku yang penuh lumpur.Untungnya ada rumah sakit yang dekat dengan lokasi penemuan bayi ini.Setelah bayi itu dirawat aku bergegas memberi tahu polisi tentang penemuan bayi ini.Aku tak mau terjadi masalah dengan penemuan bayi ini.
Kurang lebih setengah jam akhirnya polisi datang dan langsung mengiterogasi aku.Akupun bicara apa adanya walau agak takut.Maklum baru kali ini aku berurusan dengan polisi.Dengan keterangan yang aku berikan polisi langsung mengamankan daerah TKP.
Kali ini aku harus menginap di rumah sakit menunggui bayi itu.Aku kasihan dengan nasib bayi itu.baru lahir saja sudah menderita.Aku benar benar nggak ngerti pola berpikir orang yang tega membuang darah dagingnya sendiri.Saya yakin ini adalah bayi hasil hubungan gelap.Karena malu orang tuanya tega membuang buah hatinya."Ternyata orang zina itu masih punya malu juga ya, tapi kenapa pas melakukan perbuatan bejat itu tak sedikitpun malu?". tanyaku dalam hati bak seorang detektif.Kulihat bayi itu di balik kaca. kuperhatikan ternyata bayi itu lucu banget jiwa ke bapakanku muncul dan ingin melindunginya.
Esok harinya......
Aku menemui dokter yang merawat bayi itu.Ku tanyakan keadaannya sampai kemungkinan boleh tidaknya aku adopsi. jujur saja rasa kasihan itu telah berubah menjadi rasa kasih sayang dan keinginan untuk merawatnya.Alhamdulillah kondisi bayi itu semakin membaik.Kata dokter kalau saja saya terlambat beberapa menit saja membaya bayi itu bisa dipastikan bayi itu tak dapat di selamatkan lagi.Beruntungnya aku.Tapi aku belum mendapatkan kepastian untuk mendapatkan hak mengadopsi bayi itu. Aku harus menunggu hasil penyidikan polisi.Dan selama kasus ini belum selesai bayi itu di rawat di rumah sakit.
********************************
Sebulan ,dua bulan aku mengikuti perkembangan kasus ini.Akhirnya polisi menutup kasus ini karena tak ada bukti yang cukup untuk mencari tahu siapa dalang pembuang bayi tersebut.Di duga pelaku orang yang berdomisili jauh dari tempat ini.Dan masalah bayi tersebut di serahkan sepenuhnya oleh polisi kepada pihak rumah sakit.Aku menawarkan kembali untuk mengadopsi bayi itu.Pihak rumah sakit sempat ragu ,karena statusku yang masih single.Tapi setelah aku yakinkan pihak rumah sakitpun mengizinkan dengan syarat aku harus benar-benar merawat bayi ini dengan baik.Setelah mengurus semua administrasinya aku membawa pulang bayi ini.Jauh hari sudah aku persiapkan segala sesuatu yang di butuhkan untuk merawat bayi, bahkan aku telah menyiapkan acara syukuran untuk menyambut kedatangan bayi ini. Aku sangat terbantu dengan kepedulian para tetanggaku yang membantuku baik tenaga waktu maupun dana.Hari ini aku sangat bahagia.Sampai di rumah para tetanggaku sudah berjubel menyambut gembira kedatangan bayi ini.Yang di dapurpun tak mau ketinggalan mereka tinggalkan sejenak pekerjaan mereka mempersiapkan makanan untuk syukuran nanti malam hanya untuk melihat bayi ini.Bak menyambut raja.Mereka penasaran ingin melihat langsung kondisi bayi itu.Ku gendong erat seolah tak mau ku lepas.Karena terganggu bayi itu menangis . aku panik. "Mbak Sri gimana nih?".Mbak Sri ,kakakku yang sudah punya pengalaman menjadi ibu langsung meraih bayinya untuk ditenangkan.
Malamnya......
Acara syukuran kecil-kecilanpun di gelar.aku undang semua tetanggaku baik yang sama-sama ngontrak maupun pribumi.Ucapan selamatpun tak henti hentinya mereka ucapkan.Malam ini aku juga akan memberikan sebuah nama pada anakku.Banyak usulan nama yang di berikan padaku.Akupun juga sudah mengantongi beberapa nama yang akan ku berikan.Setelah ku seleksi ada sebuah nama yang sangat cocok untuknya.Setelah lantunan doa doa selesai dan para tetangga menikmati hidangan aku mengumumkan nama yang akan kuberikan kepada anakku tercinta."Assalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.Mohon perhatian kepada bapak ibu semua. Bersyukur diri ini atas anugerah tak terkira dari sang Kholik.Pada kesempatan kali ini saya akan memberi tahukan kepada bapak ibu sekalian.Bahwa pada malam hari ini saya akan menyematkan sebuah nama pada anakku tercinta. Ku namakan Dia TEGUH LELAKU. Dengan harapan supaya anak ini selalu teguh dalam memegang prinsip sebagai seoarng muslim. teguh dalam menjalani hidup yang kadang tidak menyenagkan seperti apa yang dialaminya.sekarang di terlantarkan oleh orang tuanya.Terima kasih kepada semua warga yang telah membantu. sekali lagi terima kasih .Wasalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh".Riuh tepuk tangan mengiringi penyematan nama itu.Plong sudah hati ini,bertambahlah kebahagianku.Aku tak menyangka akan mendapatkan anugerah seindah ini.Aku berharap bisa mejadi orang tua yang baik .mencurahkan kasih sayang meski bukan orang tua aslinya.Bisa membimbingnya menjadi manusia yang manfaat buat agama dan negaranya."Anakku tetaplah tabah dan teguh dalam menjalani hidup seperti namamu TEGUH LELAKU".

Tidak ada komentar:
Posting Komentar