cericit burung gereja mengusik pagi ini.Mungkin juga mengiringi langkah kerianganku mendorong gerobak keliling kampung berisi bubur . dengan langkah agak tertatih kupaksakan untuk terus melangkah .Sesekali aku mengetuk mangkuk untuk memanggil para pembeli.Nikmat juga meski terasa berat ." ting!!!!Ting!!!!.Suara lengkingan mangkok yang aku ketuk . merayu para Ibu-Ibu untuk membelikan sarapan untuk bayi-bayinya tercinta.Ku hentikan berobagku ketika ada yang membeli bubur ." Neng beli buburnya".Ku lempar senyum semanis mungkin. Pembeli adalah raja, sedangkan aku sebagai penjual adalah pelayan.Akan aku berikan pelayanan terbaik kepada pembeli supaya mereka puas dan tentunya mau membeli bubur lagi.Menjual bubur adalah salah satu aktifitasku disela-sela kesibukan kuliah dan mengajar anak-anak di madrasah.Aku hanya membantu Bibi yangh mulai renta di makan usia.Tak tega juga membiarkan bibi berjalan tertatih mennjajakan bubur .Sejak Ibu meninggalkan kami semua.Kammi tiga bersaudara tinggal dengan bibi.Bibi yang menjadi orang tua kami.Makanya sepertinya kurang pantas kalau tak membantunya.Meski pun aku seorang wanita aku mersa mampu untuk melakukan itu.Terasa juga langkah ini terasa berat.ternyata pagi telah mengantarkanku untuk bersua denag para pembeli.Tak ada salahnya aku rehat sejenak.Kusandarkan gerobak. ku arahkan langkahku menuju salah satu pohon rindang . aku ingin sejenak menghirup udara alam.Biarlah sejenak ku nikmati karunia Allah yang tak terkira indahnya ini.Kusandarkan tubuhku pada pohon itu.Kuhirup udara segar pagi ini. "Ahhh nikmatnya!!!!!".
"Teh beli bubur"ada anak kecil yang mau membeli bubur.
" Ya, sebentar ya adik manis"
ku hampiri anak kecil itu. to be continued
"
Wah belum selesai nih cerpen buanyak gangguan
BalasHapussok lah teraskeun,,,,,,pengen tau bubur cinta versi kang Hanif gimana....hehe
BalasHapusea siap . apa ni Mbak Rima ya
BalasHapus