MENEMUKAN CARA INDAH KETIKA KITA DI TIMPA MASALAH
Mungkin kata kata di atas terkesan klise ,tapi bagiku itu sebuah kata kata motivasi yang membesarkan hatiku untuk terus bertahan melanjutkan hidupwalau badai ujian silih berganti menghampiriku.Berawal dari keluhan dimataku yang beberapatahun silam aku rasakan.Awalnya aku membiarkan semua itu,karena yakin akan segera berakhir dan sembuh seperti sedia kala..Memang benar dugaanku kalau keluhan di mata itu lambat laun mulai menghilang dan kembali normal,tapi tak lama berselang ternyata keluhan itu datang lagi .Kali ini lumayan agak parah,karena penglihatanku mulai buram dan agak kacau.Ada sedikit kekhwatiran tapi lebih banyak tak aku hiraukan,karena aku juga masih tak peka dengan semua itu dan berharap akan kembali sembuh.Kejadian itu berulang dan terus berulang,hingga aku tak mau mengambil resiko.Aku bawa keluhan ini ke Dokter spesialis mata,dari keluhan itu dokter belum bisa mendiaknosa penyakitku ini aku di minta untuk kembali ke sana satu minggu yang akan datang.
Belum genap satu minggu ternyata mataku mulai membaik dengan sendirinya.Alhamdulillah.Alhasil aku urungkan niatku untuk kembali ke spesialis mata.
Berjalannya waktu ternyata penyakit itu tak kunjung hilang,bahkan kalau kumat malah semakin parah,Mata kiriku tak bisa melihat apapun ,hanya seberkas cahaya yang mampu aku tangkap.Aku mulai panik,dan membawa keluha ini ke Rumah sakit mata Cicendo di Bandung .Sama seperti di dokter spsialis,Aku di minta rutin seminggu sekali untuk kontrol dan memantau perkembangan penyakit yang aku derita ini..Hampir tiga bulan aku mengikuti saran dokter untuk rutin kontrol ke rumah sakit itu atau lebih tepatnya berobat jalan.Selama itu pula dokter yang menangani penyakitku ini berganti ganti..Memang aku di rawat di ruangan infeksi,tapi dokter yang menangani selalu berganti,hingga keterangan yang mereka berikan selalu berbeda.Ada yang diam tanpa memberi penjelasan,ada juga yang memvonis bahwa penyakit ini tak ada penyebabnya.Mustahil bagiku kalau penyakit tak ada penyebanya.
Ada juga pendapat dokter bahwa penyakit yang aku derita ini di akibatkan oleh penyakit yang lain Istilah yang mereka pakai adalah Penyakit sitemik,Jadi penyakit yang aku derita ini adalah efek dari penyakit yang lain.Para dokter itu mencurigaiku terkena penyakit TB,hingga mereka menyarankan untuk cek ke Dokter penyakit dalam.Dari situ di sarankan untuk rongent,sebagai cara untuk memastikan kebenaran itu.Aku menurut saja dengan saran dokter penyakit dalam itu.Dari hasil rongent itu ternyata tidak di temukan bahwa aku mengidap TB,Akias paru paru ku baik baik saja.
Memang agak aneh dengan apa yang aku alami itu.Dari hasil yang membingunkan itu aku putuskan untuk tidak melanjutkan penobatan di rumah sakit itu.Aku membiarkan semua itu menjadi siklus dalam kehidupanku,bukan sebagai bentuk rasa putus asa tapi lebih kepada bingung mencari krsrmbuhan.Dari kebingungan itu aku larike pengobatan alternati.Berdasarkan informasi dan saran dari teman aku datangi sebuah pengabatan alternatif.Metode penyembuhannya adalah pijat dan urut .Ku coba jalani itu walaupun awalnya aku ragu.Alasannya adalah tidak mau terjebak dalam praktek sirik .Karena dalam pandangan saya pengobatan alternatif lebih condong ke praktek perdukunan dan itu sangat di larang oleh agama yang aku yakini.Ya itu kembali ke masalah prinsip.Aku cuma tak mau terjebak dalam suasana menghalalkan segala cara untuk mendapat kesembuhan.karena saya yakin nanti hasilnya kurang baik dan bisa jadi bukan kesembuhan yang aku dapatkan,tapi malah laknat Allah SWT.Naudzubillah.
Setelah aku coba datang ke tempat itu ternyata memang jauh dari suasana klenik,Tempat itu hanya sebuah rumah biasa,cuma yang berbeda hanya pasien yang datang ke sana untuk berobat..Seperti yang telah aku katakan di awal,penobatan ini menggunakan metode pijat dan urut tanpa embel embel apa pap,mungkin lebih tepatnya penobatan tradisional ya..Dengan niat semata mencari kesmbuhan dan yang hanya bisa memberi kesembuhan hanya Allah semata.Bismillah ku jalani pengobatan itu.
Dengan penuh harapan dan keyakinan aku kembali ke tempat itu hingga beberapa kali,ternyata hasilnya juga kurang memuaskan,penyakit ini selalu fatang dan pergi seolah enggan jauh jauh berpisah denganku.Intensitas kumatnya semakin hari semakin pendek saja,Biasanya sebualna bahkan dua bulan baru kumat,tapi belakangan dua minggu saja kadang sudah kumat lagi.
Masih teringat kejadian yang kurang mengenakkan terjadi padaku.Dan ini menjadi tanda akan seberapa parah penyakit yang aku derita ini.Saat itu dua minggu menjelang datangnya bulan Ramadhan.Aku masih ingat betul itu.Ketika sedang di tempat kerja.Entah itu memang akumulasi dari rasa lelah dan stres yang ku alami saat bekerja atau apa,tapi yang jelas saat itu aku merasakan migrain yang luar biasa menyiksaku.Selam ini aku tak pernah merasakan sakit kepala seprah itu,dan baru kali itu saja aku merskan migrain.Aku coba bertahan dengan keadaan itu karena posisiku masih di tempat kerja.sementara kalau mau izin pulang ,terasa nanggung karena sebentar lagi jam kerja akan berakhir.Dengan segala daya dan upayaku ku coba bertahan degan menahan rasa sakit yang luar biasa aku rasakan.
Sampai di kontrakan ternyata rasa sakit ini tak kunjung mereda bahkan terasa seamkin sakit dan tak karuan rasanya.Rasa sakit kepala yang seperti di tusuk paku,di tingkahi dengan rasa sesak di dada,seolah nyawa ini meregang mau meninggalkan jasadku.Aku merasa seperti orang yang mau berakhir kehidupannya,tapi aku berusaha bertahan ,dan menahan rasa yang luar biasa itu,mataku bengkak ,merah dan sakit luar biasa..Hampir semalaman tak bisa jua aku pejamkan mata ini.Sungguh teriksa.
Pagi harinya dengan sisa sisa energi yang tersisa aku di bawa ke klinik untuk mendapatkan perawatan.Dalam keadaan seperti itu aku berusaha untuk tetap bersyukurkarena masih di beri umur untuk melanjutkan hidup.Di klinik aku di beri obat pereda sakit kepala,meski obat itu bereaksi tapi rasa sakit ini masih terasa ketika efek dari obat itu habis,.Dan kejadian itu berulang dan berulang hampir tiga hari lamnya.Kondisiku mulai membaik,walau mata kiriku masih bengkak dan merah,pandangannya pun buram .Dalam kondisi yang belum sembuh totalaku paksakan untuk kerja,dengan segala daya dan upaya yang aku punya raga ini aku paksa untuk mengais rezeki,Tapi ternyata itu membuatku tak membaik malah membuatku kembali terkapar dan limbung sepulang kerja.Besoknya aku di bawa ke klinik kembali,Selang tiga hari aku mulai membaik tapi kembali sakit setelah aku aksakan masuk kerja,.
Dari kejadian itu ternyata menyisakan kekhawatiran dan rasa takut dan membayang,karena sejak saat itu mata sebelah kiri tak kunjung membaik,biasanya kalau aku lagi kumat,pandangan mata ini kabur,nanti beberapa hari kemudian berangsur angsur membaik,paling lama aku mengalaminya satu minggumsetelah itu membaik,meski nantinya kumat lagi,Tapi kini tak pernah terjadi.Mata kiriku masih buram dan tak mampu melihat dengan normal,hanya cahaya remang yang mampu menembus pandangan mata kiriku.Aku mulai panik setelah hampir tiga bulan tak kunjung berubah.Dan aku kembali ke cicendo untuk memastikan keadaan mataku.Dengan segala keluhn yang aku utarakan,akumalah medapat perlakuan kurang menyenangkan ,dalam arti sang dokter mrah karena aku di anggap serampngan dalam mengkomumsi obat.Memang aku akui aku tak konsultasi dulu dalam hal itu,aku hanya belajar dari engalaman sebelumnya bahwa obatyang aku minum di kurangi dosisnya setengah dari bat yang aku minum di minggu sebelumnya.
Itu pun kalau aku sedang kumat saja,kalau tidak paling aku hanya minum satu tablet dengan takaran 16 mgram.Entah itu ada kaitanya atau tidak,tapi menurut dokter itu ada kaitannya dengan penyakit mataku yang semakin parah.Alhasil setelah tiga kali aku ke sana dengan perlakuan yang sama ,aku putuskan untuk berhenti sementara ke sana,setelah salah satu dokter di sana mengatakan aku terkena gloukoma.Aku sering dengar nama penyakit itu,tapi aku belum tahu penyebab dan efek dari penyakit itu.Setelah aku searcing di Mba google atau istilah kerennya googling aku baru tahu penyebab dan dampak terburuk dari penyakit yang aku derita ini.
Dengan segala kendala yang aku punya aku kembali memeutuskan untuk berobat alternatif.Kali ini bukan pijat dan urut,tapi pengobatanya adalah terapi atau transfer energi positif untuk melancarkan peredaran darah.
Sudah tiga kali aku ke sana ,meski dampaknya belum terasa tapi sudah mulai ada perubahan ,pelan tapi pasti aku yakin pasti sembuh.Insya alloh.
Dalam keadaan yang seperti itu ternyata ada hal yang lain yang kurang menyenangkan aku alami,ternyata moment penyakit mata yang aku alami berdampak negatifdalam pekerjaanku.Aku di anggap sering melakukan kesalahan dan di anggap sudah tidak layak lagi untu menempati posisiku saat ini sebagai ADM
Agak miris memang kalau aku menceritakan kejadian itu,bukan maksud mrndramatisir tapi aku hanya menceritakan apa yang saya rasakan saja.Ini adalah cerita subyektif dari pandangan ku sebagai orang yang di anggap bersalah.Kejadianya sebelum Ramadhan juga tak terlalu jauh dengan kejadian yang aku ceritakan di atas.Aku kaui memang konsentrasiku mulai membuyar dan aku mendapati beberapa kesalan input data yang aku lakukan.Itu memnag aku akui,tapi yang menjadi rasa tak enak ketika masalah itu di besar besarkan dan berefek luar biasa.Reaksi yang menurutku terlalu berlebihan.Aku kurang paham apakah ini moment yang tepat untuk menghancurkan aku ,perbuatan yang di lakukan oleh orang orang yang kurang suka padaku,atau apa itu.Tapi menurutku itu tindakan berlebihan hingga aku harus di ganti.Sungguh hatiku benar benar luluh lantah,belum juga aku keluar dari satu masalah,ini datang lagi masalah yang lain,memang sebenarnya salin berkaitan.Aku berusaha melawan dengan segenap kemampuamnku,dan tidak terima dengan perlakuan seoalh aku narpidana atau tersangka yang merugikan perusahaan itu bermilyar milyar.
Aku katakan apa adanya ,kenapa akhir akhir ini aku seperti itu,biarlah mereka tahu yang sebenarnya,hingga tak memperlakukan aku seperti itu.Dari semua itu aku mendapat kesempatan tiga bulan untuk memperbaiki semua kekacauan itu.Beban yang ku rasa berat,kesempatan itu bukannya menambah semangatku tapi malah memunculkan ironi,mentalku jatuh berkeping,susah rasanya untuk bangkit,terpuruk dengan suasana hati yang tak menentu.Tapi bagaimanapun kondisinya aku harus tetap melanjutkan kehidupanku,ku paksakan semuanya untuk bertahan,tapi yang terjadi bukanya perbaikan malah semakin hancur,ada saja kesalahan kesalahan kecil yang aku lakukan,yang membuat diriku semakn di nilai buruk.Bahkan hina dina.parahnya mataku yangsebelah kana mengalami gangguan yang membuatku tak mampu membaca dengan sempurna.Akhirnya aku menyerah dan merotasi diri untuk banyak bekerja di lapangan dari pada jadi ADM,Awalnya itu hanya rotasi biasa yang aku lakukan kalau mataku kumat,tapi ternyata itu juga menjadi moment orang orang yang punya jabatan di atasku untuk menyingkirkanku dari ADM,dengan berjalannya waktu ternyata memang aku di rotasi ke lapangan dan tidak di percaya lagi untuk megang ADM,Dengan sendirinya aku menjadi orang lapangan yang sistem kerjanya di shift``````````````````.Sungguh menyesakkan dada bukan?Aku benar benar merasa di hancurkan sehancur hancurnya oleh mereka yang punya kuasa.Jujur aku tak menerima perlakuan itu,tapi aku berusaha positif thingking dan legowo,dalam arti tak mau membuat kaedaanku yang sudah terpuruk menjadi semakin terpuruk dengan keadaan seperti itu.Aku harus bisa bangkit dan terpecut dengan keadaan itu,dengan cara bermian cannti.Aku berusaha dalam diam ku untuk mencari celah celah alternatif kalu ternyata toh aku harus keluar dari tempat itu.Yang jelas aku tak ingin terpuruk dengan keadaan itu.Saat ini yang aku lakukan adalah menikmati semua itu sebagai episode hidup yang harus aku lalui dan berharap ada happy ending yang akan kau rasakan.Kadang sempat terbersit olehku ,Bahwa ini adalah colekan dari Ynag Maha Kuasa supaya aku tak terlena dengan zona nyaman yang selama ini terjadi padaku.Dan dengan keadaan yang seperti itu membuatku terlena seehingga anugerah terindah berupa otak menjadi tumpul tanpa melahirkan kreatifitas.Sia sia bukan? Otak yang di ciptakan Tuhan di sia si``a`kan begitu saja tanpa di maksimalkan.Mungkin ini hikmah yang bisa aku ambil,Bahwa aku harus keluar dari Zona nyaman dan berpikir kreatif,memaksimalkan otak yang luar biasa ini untuk menghasilakn karya yang luar biasa.Amin.Insya alloh.Semoga benar adanya yang aku simpilkan ini

Tidak ada komentar:
Posting Komentar