Selasa, 22 Februari 2011

Aku pergi

Berjalan dalam belantara ketidak pastian.Rancu ,bias,,.Aku berihtiar,aku berusaha, untuk tak putus asa.Ada keyakinan.Ya.... ada sebuah keyakinan yang berdentam hebat dalam sanubariku.Dengan keyakinan seperti itu aku selalu berharap hatimu akan luluh dan menerimaku sebagai pendamping hidupku.Nekat ,ndableg,mungkin aku terkesan seperti itu.Yah memang seperti itu diriku,bila aku sudah yakin akan sesuatu,aku akan berusaha keras untuk mendapatkanya.Aku tak akn berhenti sampai nyawa ini terputus dari ragaku.Ku tulis kata kat itu dalam catatan di FB.Smua itu sebagai bentuk keseriusanku untuk meluluhkan hatimu...Tahukah kamu kenapa aku senekad dan sendableg itu,karena aku kagum,aku cinta,aku suka,sikap mu,jutekmu,keteguhan hatimu,itu semua sudah aku rasakan sejak aku pertama bersua denganmu.Aku cinta mati denganmu...Ahhh......sepertinya aku sudah bener-bener gila...

Dan memang semuanya terbukti.Aku kalah,aku tak mampu meluluhkan hatimu.Aku telah gagal,,Tapi aku salut ,aku menghargai keputusanmu.Ketika aku berusaha jujur untuk mengungkapkan semua nya,kamu malah tak berkenan dan menghukumku.Sejak peristiwa itu kamu tak lagi mau berbalas sms,ku coba  dan berusaha untuk tetap berkirim sms,tapi tak pernah kau balas.Dalam suatu kesempatan ada balasan sms." Dah deh bang jangan ganggu aku lagi,aku mau nikah".Seketika itu seolah nyawaku lepas dari ragaku.Aku shock,tapi aku berusaha menguasai diri,karena memang aku belum percaya dengan apa yang dia kabarkan.Ku berusaha mencari kepastian,dan memang seperti itu kenyataannya,dia sudah sangat terganggu dengan sikap hanif yang mungkin menurut dia sudah keterlaluan.Yahh dan memang itu yang sebenarnya terjadi,aku harus menerima semua itu,dan memang harus aku ahrus mundur,ketika dia menjelaskan nanti bulan april di mau di khitbah ma seorang pria dari tasik.Memang aku tak rela,dia dia sudah memilih dan mengambil keputusan.Aku harus menerima semua itu dan merelakan semua.

Aku benar benar shock dan tak karuan pikiranku ini.Aku tak semangat sekali pagi ini untuk memulai aktifitas,aku ingin menangis,tapi aku tak bisa menangis,ada perasaan enggan,.Dan akhirnya aku memang ahrus merelakan semu itu hilang dari hidup ku.dan ku tuliskan sebuah kata,kaena memang aku harus pergi ."Azzura,maafkan aku bila ternyata selam ini menganggumu.Okey,,, karena kamu telah memilih dan memutuskan dan akan segera di khitbah.Ada baiknya mang aku harus menjauh,,,,.Ehm,,,memang benar laki-laki baik itu untuk wanita baik,,,Aq sadar aku bukan laki-laki itu.Kita tak sekufu dalam berbagai hal.Kau lebih mulia ,karena kamu mencintai ilmu.Maafkan aku yang ndabkeg dan tak tahu diri.Syukron atas kesan kesan yang tak pernah aku lupakan.Jangan lupa undang hanif,,yaa..Azzura aku pergiii"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar