Sabtu, 12 Oktober 2013

Berburu sembuh

Jum'at siang ini terasa terik,entah sudah berapa botil air uaku habuiskan,rasanya haus ini tak mau enyah dari tenggorokanku.Sebenarnya malu diri ini untuk berkata kata sekedar meminta izin kepada atasanku ti u harus melakukannya karena menang aku tak punya pilihan.Aku ingin sembuh.
"Pak mohon maaf sebelumnya."
"Ya ada apa?"Jawab sang ataan dingin.
"Mau minta izin kerja setwngah hari..hari ini jadwal saya terapi"
"Ehmm ya sudah gak apa apa.awabnya tetap dengan muka dingin.
"O ya pak sekian nnti tangggal 21 dan 22  mau izin pulang kmpung"
"Memang ada apa?"
"Adik saya mau nikah pak."
"Ya sudah kalau gitu silakan saja."Tetap dengan wajah yang dingin seolah tak rwla memberikan izin.
Sungguh aku tak en hati tapi aku juga takbpunya pilihan lain karena aku pingin sembuh .
Aku sudah lama menderita penyakit mata.Sudah hampor dua tahum mata ini bermasalah.Bolak balok ke rimah sakit ke penhobatan alternatif sudah dijabanin.Hasil? tidak maksimal aliasbelum ada perkembangan.Terakhir setelah aku periksakan kembali ke rumah saki mata.aku di vonis terkena glaukoma.penyakit mata yang lumayan serius dampaknya kalau tak segera di tangani.Bisa berakibat fatal yaitu buta permanen.Sunggih tak sanggup rasanya bila itu terjadi.
Berdasar dari informasi dari teman ternyata pengobatan penykit gloukoma di rumah si memakan biaya yang tidak sedikit.Untuk laser mata saja membutuhkan dana sekitar 800ribu untik satu mata.Kalkulasikan sendiri berapa dana ang harus di keluarkan untuk laser dua mata.Sekittar 1.600ribu.Dari mana uang sebanyak itu aku dapat.Untuk ukuran buruh pabrik sepertiku uang segitu termasuk wow..aliaa luar biasa.Dan untuk mengatasinya aku mengambil jalan alternatif.Dan kali ini aku mengikuti pengobatan alternatif dengan metode penyaluran energi positif.Dengan penyakit yang aku derita ini memang butuh kesabaran untuk sembuh.Aku berharap dan haqul yakun Alloh akan mmberi kesembuhan.
Jumat siang yang terik.Matahari serasa bersemangat membakar manusia di bumi.Peluh ini tak henti hentinya bercucuran.Tadi selepas sholat jumat aku langsung meluncur ke daerah cimahi untuk melalukan terapi.Ini ki ke lima aku datang ke tempat ini.masih dengan harapan lewat terapi ini Alloh akan memberi kesembuhan.Teriknya hari ini tak menyurutkan langkahku untuk mencari kesembuhan.Bismillah smoga apa yang aku lakukan ini mendapat ridho Alloh.
Meluncur ke cimahi harus dua kali naik angkutan umum.Gerah,panas tak akan aku hiraukan yang terpenting berihtiar mencari kesembuhan.Peluh ini terus saja mengalir beberapa ki di usap tetap saja mengucur.Di dalam angkot yang kecil di paksa untuk terus diisi penumpang.Gerahnya luar biasa,rasanya ingin segera sampai ke tempat yang di tuju.Dan segala derita yang aku rasa terbayar setelah sampai di tempat yang di tuju..smoga kedatanganku kali ini membawa perubahan.Tempatnya hanya rumah biasa.Kecil malahan,tapi jangan di tanya berapa banyak pasien yang datang untuk mencari kesembuhan.Dari yang stroke sampai yang konsultasi tentang anak ada di sini.Banyak yang bilang.atau testimoni bahwa banyak yang sembuh setelah di terapo di sini.Itu juga yang membuatku datang kesini,mengharap ridho Alloh smoga lewat jalur ini aku di beri kesembuhan.
Sampai di tempat ini ternyata sudah banyak pasien yang datang.Antrianpun sudah mencapai puluhan.Menunggu adalah hal yang harus di lakukan .
Menunggu di panggil tak salah kiranya kalau menyempatkan diri menuangkan apa yang ada di kepala Menulis semua yang tergambar di kepala menjadi untaian kata kata imaji.
Mungkin terasa mengada ada, tapi bagiku ini hal yang menarik,karena jiwa ini terasa terpuaskan bila gambaran di kepa ini mampu di ejawantahkan dalam sebuah tulusan, kata bertaut yang indah di nikmati oleh mata.Itung itung latihan otak dan kemahiran jemari ini unk jadi penterjemah.
Dalam penantian ini cerita aku kembikan tentang rasa malu,ketika diri ini harus sering meminta izin,meski atasan memberi izin tapi setengah hati.Gak tulus.itu sangat jelas tergambar dari air muka beliau beliau itu.Tapi aku juga tak punya pilihan meski rasa malu ini bergejolak tapi rasa au ongin sembuh lebih besar dari rasa malu ini.Aku anggap ini sebuah pengorbanan salam rangka menjemput kesembuban.Berdoa juga selalu aku panjatkan,ihtiar juga selalu aku perjuangkan dan hasil aku serahkan pada Alloh yang menggenggam jiwaku ini.Smoga Alloh memberi kesembuhan.
"Hanif silakan masuk"

Namaku di panggil itu berarti aku akan menjali terapi da kesempatan ki ini dengab beruvap bismillah aku menjemput kesembuhan.

1 komentar:

  1. Bismillah.. bagaimana keadaan anda sekarang? Bisa berbagi tips dan obat ut kesembuhan kpd sy? Mkasih.. bisa email sy di odhe.isyha@gmail.com

    BalasHapus