Semburat sang surya menguning di ufuk sana.Udara nan dingin menusuk tulang sentiasa menggoda jiwa-jiwa untuk terlelap,tapi aku harus bergegas berkejaran dengan sang surya,sebelum sang surya mengurasa habis butir-butir keringat dalam jasad ini.Ini hari ketiga aku mengerjakan tugasku mencangkul di sawah lik Parto.Di sela -sela penantianku menunggu pengumuman kelulusan,aku gunakan untuk bekerja mencari tambahan untuk biaya sekolah.Ayah dan ibuku sudah tak mampu untuk membiayai sekolahku hinggasekolah menengah atas.Aku juga tak tega,melihat kondisi fisik orang tuaku,yang mulai terlihat kerut-kerut di sekujur tubuhnya.Tak akan aku permasalahkan kondisi keluargaku yang pas-pasan ini,aku sudah merasa kuat unutk menaggung segala keperluan hidupku,termasuk membiayai sekolahku nanti.Tak akan kau sesali terlahir dari keluarga yang pas-pasan.Aku malah bersyukur terlahir dari rahim ibuku,dengan segala kekurangan yang aku rasakan membuatku menjadi pribadi yang kuat,mandiri ,tidak bergantung pada orang lain."ehmmmm, nikmatnya bersyukur***********
Ini hari ke empat aku menjadi buruh cangkul di sawahnya Lek Parto.Aku harus segera menyelesaikannya.dan berpindah ke tempat yang lain.Aku harus bisa mengumpulkan uang sebanyak mungkin.Waktuku cuma dua minggu untuk memngumpulkan uang.Sang surya sudah sepenggalan naik,sinarnya mulai menyengat tubuhku.Sebentar lagipasti akan membakar tubuhku,dan menguras keringat dalam jasad ini.Di pematang sawah ,berjaklan Sri anaknya Lek Parto,yang usianya sepantar denganku.Dia juga sedang menunggu penguguman kelulusan.Yang beda dia tak harus bersusah payah,bergelut dengan lumpur sawah,karrena menmang ayah nya juragan di desa ku.Dia menuju ke arahku.membawa serantang makanan untuk sarapan.Selama aku mencangkul di sawah bapaknya.Dia rutin mengantar sarapan ke sawah."Ahhh, aku tak mau gede rasa,mungkin hanya dia yang punya waktu luang,toh dia juga mengantar sarapan untuk bapaknya yang juga bergumul dengan lumpur di sawah.
"Pak ,sarapan dulu"Sri memanggil ayahnya
"nIF,sini sarapan dulu"
" Ya, Sri sebentar,aku bersih-bersih badan dulu"
"Sini nif,sarapan dulu, biar tenaganya kembali pulih" Ajak lek Parto
Ku bersihkan tubuhku,lalumke menuju gubug.Sri dan Lek parto sudah menunggu di sana.
Ada kenikmatan tersendiri ketik menyantap makana, di sawah.Tak bisa terucap dengan kata-kata.nikmatttttt!!!
" Contohlah hanif ini lho sri,meski masih muda,dia sudah mandiri,memenuhi kebutuhannya sendiri"
"Ah, biasa aja kok lil,aku hanya ingin meraih mimpi dan mewujudj\kan cita-citaku lik"
"Bapakmu pasti banggga punya anak seperti kamu niff"
"Ya, lek, aku memang sangat ingin membanggakan orang tua saya,sebagai wujub rasa terima kasih dan rasa sayang saya ada orang tua"
"Kamu memang naka yang berbakti" lek parto menepuk menepuk bahuku.
"ih, bapak ini,hanif kok di puji, nanti besar kepal lho!!" sinis Sri denga muka berlipat-lipat.
aku dan lek parto hanya bisa tersungging ,meliaht kelakuan Sri
Tidak ada komentar:
Posting Komentar