Di saat semburat mulai tampak menguning di ufuk .Di saat aku mulai khawatir karena aku sudah terlambat untuk mengantar kan koran .Dengan sepeda dia datang agak tergesa.
“ Maat terlambat Nif.Tadi aku bangunya kesiangan.”
"Ya, sudah nggak apa-apa kok, sepertinya sudah agak terlambat nih.Yuk kita langsung berangkat saja.Semua Koran ini harus sudah terbagikan kepada para pelanggan sebelum , mereka berangkat kerja”
Dengan mengendarai sepeda, aku mengajak Ahmad mengelilingi komplek perumahan yang letaknya tidak terlalu jauh.Aku berusaha mengayuhnya lebih cepat supaya aku bisa mengantarkan koran tepat pada waktunya.Sudah jadi kerjaan rutin setiap pagi,aku harus mengantar Koran kepada para pelanggan di sekitar komplek itu.Hasil yang ku dapat lebih dari cukup,karena terkadang para pelanggan yang rata-rata orang berpunya memberi uang jasa kepadaku,meski aku sudah mendapat bayaran dari agen koran setiap bulan.Akhirnya dengan sedikit kerja keras. pekerjaan kelar tepat pada waktunya. Tersisa sedikit tenaga . Ku bawa tubuh in berteduh di taman komplek.
" Mad, gimana nih rasanya membatu mengedarkan koran?" tanyaku di sela-sela istirahatku.
" Wuihhh,capek banget nifffff, tapi menyenangkan penuh tantangan!!!! aku jadi semakin bersemangat nif!!!
"Yah , sip klo gitu!!!!
“Oh, ya kamu nggak malu kalau anak-anak komplek melihatmu mengantarkan koran?”
"Nggak kok nif, saya nggak akan malu selama yang aku lakukan adalah baik dan tentunya halal. Dan tentunya penuh tantangan"
" Kalau Orang tua mu?"
"Nggak apa-apa kok.Aku tadi sudah minta izin pada orang tuaku.Dan orang tuaku mengizinkanku.Katanya biar aku belajar mandiri.Tenanglah kamu tak usah mengkhawatirkan semua itu.Yang jelas aku senang menjalani semua ini.”
“ Trus , apa yang ingin kamu dapatkan dari mengantar koran ini?”
“ Ah kamu ini nif, nanya kayak wartawan aja. He he he. Ya pastinya aku ingin belajar mandiri.ingin bisa merasakan susahnya mencari rezki. Dan tentunya hasil yang kudapatkan akan aku belikan laptop”
" Ha!!!!!" terkejutnya aku bukan kepalang.
“ Beli laptop? Nggak salah Mad. Butuh berapa tahun kamu bisa mewujudkannya.?.Kamu kan tinggal minta sama Ayah mu?"
"Nggak ah Nif,aku ingin membeli laptop dari jerih payahku sendiri.Yah aku sudah ada sedikit tabungan untuk tambah-tambah.”
“ Ck. Ck .ck. Kamu memang bersemangat Mad”
“ Ya, kita memang harus tetap bersemangat. Tapi jujur Nif semangatku ini karena kamu”
“Kok bisa?”
“Aku sering memperhatikanmu ketika sedang mengantar Koran ke rumahku.Setiap pagi kamu sudah bersepeda berkeliling komplek mengatar koran.Aku perhatikan kamu begitu menikmati pekerjaanmu itu.Usiamu sepantar denganku, tapi kamu sudah bekerja untuk memenuhi kebutuhanmu sendiri.Sedangkan aku kalau butuh sesuatu tinggal minta sama orang tua.Kadang aku berpikir sepertinya nikmat .Ada kepuasan ketika kita membeli sesuatu yang kita inginkan dengan jerih payah kita sendiri”
"Iya, bagiku nikmat nggak nikmat, puas nggak puas aku harus melakukan ini Mad.Karena memang aku harus melakukan ini.Kalau tidak ,Nggak mungkin aku bisa tetap sekolah.Nggak mungkin aku bisa membantu meringankan beban orang tua Mad.?”
“Nif, aku benar- benar salut sama kamu.Nggak salah aku berteman sama kamu”
“He hehehe” aku hanya nyengir mendengar Ahmad berbicara seperti itu.
“Ya sudah mari kita bersama-sama berusaha untuk mendapatkan apa yang kita inginkan,dan mari kita bersama-sama untuk mewujudkan cita-cita kita"
“ Siap!!!!!”
Kami meluncur pulang setelah cukup beristirahat melepas lelah di Taman komplek.Tadi selama mengantar koran ada beberapa orang pelanggan yang memberi uang jasa.Nanti saja aku hitung di rumah dan nantinya akan di bagi dua dengan Ahmad.Sampai di rumah aku mengajak Ahmad ke kamar aku lagi sibuk menghitung uang jasa yang di beriakn oleh para pelanggan.Sementara ku biarkan Ahmad meliaht –lihat isi kamarku.Mungkin dia heran melihat keadaan kamarku yang berbeda jauh dengan kamarnya yang bersih dan lapang.Sedangkan kamarku pintunya saja hanya terbuat dari tirai.
"Nihh, mad, bagian mu, simpan aja, mudah-mudahan uangnya cepat ngumpul banyak, dan cepat bisa beli laptop he he he"
“Apa Nif?”
“Uang jasa dari para pelanggan Koran “
" Nggak ah, ini kan yang dapat uang kan kamu, aku nanti saja kalau jatah gaji bulanan mengantar koran sudah di bagi"
" Nggak apa-apa,terima saja, kamu kan tadi juga ikut mengantar koran ,jadi kamu juga berhak mendapat uang ini, ayo terima saja"
" Ya,sudah kalau begitu"
" Nah gitu dong,,!"
"Nif ini apa kok banyak kertas berserakan?Tanya Ahmad,ketika melihat tumpukan kertas berserakan di kamarku
“Ahhhh, bukan apa-apa .Cuma lagi iseng nulis cerpen aja kok?”
“Jadi,selama ini kamu suka nulis cerpen ? kenapa sih nggak cerita?”
“ Wah, malu ahhh”
“ Kenapa harus malu. Cerpen mu bagus kok.Bener loh, bagus sekali.Aku takjub.Aku baru nyadar ternyata kamu punya bakat terpendam.Ayo dong terus kembangkan"
"Insyaallah Mad.”
" Wah ternyata sudah banyak cerpen yang kamu buat"
" he he he .Lumayan .Tuh sudah meneumpuk.Aku sudah tulis sejak kelas satu SMP dan nggak kerasa sekarang sudah kelas tiga SMP.Ada kepuasan, ada kenikmatan Mad ketika kegundahanku tertuang dalam sebuah tulisan.”
" Gimana kalau nanti sore kamu ke rumah, trus kamu ketik di komputer ku. Entar kalau sudah jadi kita kirim vie E-mail aja, gimana?”
"Boleh, tapi malu .”
"Ah ,jangan sungkan-sungkan. Nggak ada yang melarang kok.Santai saja"
" Boleh lah.Tapi nanti siang kamu kesini lagi ya"
" Ya, nanti siang aku datang lagi ke rumahmu"
********
Aku terlelap.Yah rasa lelah ini memang tak bisa di hilangkan kecuali dengan terlelap.Aku terjaga setelah di bangunkan Ibu.Dan Ahmad sudah duduk di dekatku.
“ Hey, kok malah tidur.Di tungguin juga”
“Mang ada apa Mad”.Jawabku sekenanya, sambil mengumpulkan serpihan-serpihan kesadaran setelah hilang karena terlelap.
“Ahhhh, parah kamu Nif.Katanya mau ke rumahku”
“Astaghfirullah!!!!, maaf aku lupa!”
“Belum sholat dhuhur ,ya.Sholat dulu gih, biar aku pilih-pilih cerpenmu yang akan di tulis”
“ Ya sudah klo gitu tunggu sebentar ya, aku sholat dulu.”
Aku segera beranjak. Menunaikan kewajibanku.Sepertinya Ahmad masih sibuk memilah dan memilih cerpen-cerpenku yang sengaja aku tumpuk di meja belajarku.
“Dah, yuk langsung ke rumah, aku sudah dapat kok cerpen yng meburutku bagus untuk di ketik.”
Kami langsung bersepeda. Meluncur ke rumah Ahmad yang gedongan itu.Pengalaman pertama bagiku bisa masuk ke rumah gedongan.Biasanya aku hanya menyaksikan dari luar saja.Kini aku bisa masuk ke dalamnya.
Ahmad langsung mengajakku ke kamarnya.Wuihhhhh luarbiasa.Kamarnya begitu luas.Bersih dan Rapi.Ahmad langsung menyalakan computer. Dan menyilakan aku untuk menyalin naskah cerpen yang telah aku tulis ke dalam computer.Dia membiarkanku meluapkan rasa kedalam tulisan.Membiarkanku larut dalam tokoh yang aku ceritakan.Dalam menulis aku seperti berpindah ke negeri antah barantah.Aku seperti dalang yang memainkan tokoh-tokoh pewayangan. Begitu mengalirr. Nikmat!!!!!!
“Sudah beres , Nif”.Ahmad membuyarkan kenikmatan itu.
“Ah, eh sudah sudah Mad. Tinggal di edit saja”.Jawabku tergagap karena kaget.
Ahmad membantuku mengedit .Setelah merasa yakin sudah benar.Ahmad menyambung ke internet.Membuatkan aku sebuah alamat Email.Dan mengirimkan cerpenku ke salah satu media online yang menerima karya-karya cerpen.Aku langsung pamit pulang dan melupakan semua itu. Aku tak berani berharap kalau cerpen ku akan di muat di media itu. Yah mending aku melupakannya.Dan kembali menulis cerpen-cerpen yang lain.
************
Masa liburan sekolah sudah hampir usai .Aku tak tahu nasib cerpenku yang telah ku kirim beberapa waktu yang lalu.Ahmad pun menggelengkan kepala ketika aku tanya nasib cerpenku.Yah bagiku aku tak terlalu mempermasalahkan semua itu. Memang dari awal aku sudah berusaha menerima hal terburuk yang akan terjadi.Tapi kesedihan itu segera sirna ketika ku lihat Ahmad tetap bersemangat dan rutin membantuku mengantarkan Koran.Kami sempatkan beristirahat sejenak di sebuah taman di area komplek, setelah selesai mengantarkan Koran.
“Tetap semangat ya Nif. Teruslah berjuang meski cerpenmu belum di muat”
“Makasih ,Mad.Aku malah tercambuk untuk lebih banyak menulis.Oh ya dah berapa uang terkumpul uuntuk beli laptop?”
“Wah, dah lumayan.Aku dah Nggak kuat ingin segera beli laptop”
“Eh ,Mad kamu kan dah punya Komputer di rumah, kok masih mau beli laptop sih”
“Entar aja aku kasih tahu ! he he he he”
“ Walah kok main rahasia-rahasian sihhh”
Ahmad malah nyengirr.
“Pulang yuk Nif.Kali ini langsung ke rumahku ya”
“Boleh, sekalian nebeng nulis lagi ya!”
“Kapan saja Hanif mau nulis ,silakan .Pintu kamarku selalu terbuka untuk sahabatku ini”
Kami pun tersenyum meninggalkan taman.Meluncur ke Rumah Ahmad.Kali ini aku sudah tak terlalu canggung Ke rumah Ahmad.Kami lansung menuju kamar Ahmad.Dia langsung menyalakan Komputer .Sepertinya dia lagi update status di FB.Aku langsung minta Izin mandi untuk menyegarka badan.Baru mau menyiram air. Ada yang mengedor pintu.
“ Nif, sudah belum?.Keluar sebentar!. Ada sesuatu yng harus kamu ketahuai sekarang”
“ Bentar Mad, Ini juga baru mau mulai mandi”
“.Mandinya nanti saja.” Terus saja Ahmad memaksaku .
“Ya, ya sebentar.”
Akupun keluar dengan bersarung handuk.Ahmad mengajakku menuju kamarnya setengah berlari.
“Nih baca”. Dia menuntunku ke layar computer.
Ku baca dengan seksama sebuah tulisan yang terpampang jelas di sebuah majalah online.Aku merasa sangat mengenal tulisan ini.
"Mad inikan cerpen saya?"
" Iya itu memang cerpen kamu yang di kirirm beberapa waktu yang lalu.Cerpenmu di muat Nif!!!"
Aku malah melongo.Heran bercampur tak percaya
"Kok malah bengong!!!.Benar kan kalau kamu ini benar-benar berbakat.Buktinya karya kamu di muat" .Tak bisa Ku ungkapkan betapa bahagianya aku. Bahagia karena cerpenku dimuat. Bahagia karena mempunyai sahabat sebaik Ahmad.
***********
Pagi ini aku sendiri mengantar koran ke para pelanggan.Ku tunggu dari tadi ,tapi Ahmad tak kunjung datang.Terpaksa aku harus berangkat sendiri.Tak tahulah.Kenapa Ahmad tidak datang pagi ini. Apa semangatnya sudah lemah?. Apa dia sudah putus asa, karena begitu berat menjalani kehidupan sebagai pengantar koran."Ahh, dasar orang kaya, gitu saja sudah menyerah".Gerutuku.Apa jangan –jangan aku telah membuat dia tersinggung.Sehingga dia tak mau lagi bersahabat denganku.Aku merasa kehilangan sahabatku.Biasanya setelah selesai mengantar koran kami rehat di taman komplek.Bercanda ria.Ku kayuh sepedaku ke Taman . Berharapa Ahmad ada di sana.Nihil.Tak ada sesosok bayang Ahmad di sana.Timbul rasa khawatir setelah tak juga ku dapatkan dimana keberadaan Ahmad.Aku putuskan Ke rumahnya.Kebetulan ada pembantunya.
"Bi, ada Ahmad nggak Bi?"
"Nggak ada Nif. Baru saja dia keluar"
"Dia bilang nggak pergi kemana?"
"Nggak,dia cuma mau bilang pergi ke rumah temannya"
"Ohhh,gitu, Bi. Ya sudah kalau gitu aku pamit dulu ya Bi"
"Ya, Nif"
Kemana Ahmad ini.Pergi kemana dia.Aku pun bergegas pulang karena tugasku mengantar koran sudah selesai.Aku nggak terlalu terburu-buru,karena hari ini masih masa-masa liburan sekolah.Aku nggak harus ke sekolah hari ini.Segera sandarkan sepeda ku di pagar rumah.Aku langsung menuju sumur di belakang rumah.Mandi pagi hari setelah mengantar koran akan terasa segar.Aku kaget ketika ku buka gorden lusuh yang menjadi pintu kamarku.
"Lho Ahmad?Kok kamu di sini?.Bukankah kamu tadi pergi ke rumah temanmu?"
"Bukankah kamu ini temanku juga?"
"Kemana saja, kok tadi nggak datang?"
“He he he.Semalem aku di ajak Bapak jalan-jalan.Pulangnya agak larut malam.Jadinya tadi habis sholat subuh aku ketiduran.Pas aku kesini ternyata kamu sudah berangkat.”
“Kirain, kamu sudah nggak mau lagi ikut menganyar koran?”
“Ya, nggak lah!.Ahmad sahabatmu ini akan terus bersemangat!!!!!!!!.Oh.... ya Nif. Aku pulang dulu ya. Assalamualikum.”.
Aku benar-benar aneh melihat sikap Ahmad hari ini.Tak biasanya Dia buru-buru pulang kalau sedang main ke rumah.Ah, nanti siang akan aku tanyakan padanya.sebenarnya apa yang terjadi dengannya.Belum sempat ku ganti baju sehabis mandi tadi. Rasa kagetku karena Ahmad tiba-tiba sudah berada di kamarku membuatku lupa untuk ganti baju.Ku buka lemari baju.Ada yang aneh.Ada kotak berhias kertas kado terbungkus rapi teronggok di antara tumpukan bajuku.Segera ku ambil karena penasaran.Terselip kertas disana.
“Untuk Sahabatku Hanif Fadhilah.
Tetap semangattttttt!!!!!.Maaf ya tadi pagi aku nggak ikut mengantar koran. He he he.Nif sahabatku yang pualing baik.Nih aku ada sesuatu untukmu.Bukalah.Sebelumnya aku sangat berhasrat untuk memilikinya,tapi setelah aku tahu kalau kau punya potensi hebat untuk menjadi penulis,aku jadi berpikir ulang untuk memilikinya.Aku merasa kamu orang yang paling tepat untuk memilikinya.Gunakan. Rawat baik-baik..Aku yakin suatu saat nanti kamu akan menjadi penulis hebat.Sehebat Habiburahman el Sirazy.Namamu akan tetap abadi karena karya-karyamu. Teruslah berjuang sahabatku.semangatttt!!!!!!!!
nice info gan
BalasHapusjgn lpa knjungi jga iia kidzoom.wordpress.com
hhe. . . :p
okeyyy!!!tapi sapa yaaaa
BalasHapus